Monday, December 10, 2018
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

Sahabat puan, pasti pernah melihat atap rumah gadang yang menjulang laksana tanduk kerbau. Rumah gadang merupakan bentuk hunian tradisional minangkabau. Solok Selatan, salah satu kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Barat memiliki ciri khas dengan perkampungan rumah gadang yang terjejer rapi. Bukan berjumlah seribu, ada sebanyak 176 rumah gadang yang tersisa di Nagari Koto Baru , Kecamatan Suangai Pagu, Solok yang akan membawa kita pada keindahan dan kemegahan arsitektur yang kaya akan budaya. Dibutuhkan waktu hingga empat jam dengan perjalanan darat dari Kota Padang untuk menuju tempat ini. Hunian tradisional dengan kegagahan atap bagonjong itu tersedia bagi Sahabat Puan jika ingin menginap. Dengan tarif sebesar Rp 150 ribu rupiah untuk setiap orang, sahabat puan sudah bisa merasakan tidur di rumah khas minang tempo dulu. Tapi jangan khawatir jika pelayanan tidak memuaskan, karena penduduk di Nagari Koto Baru sudah terbiasa dengan kehadiran tamu baik dari domestik maupun mancanegara.

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang
Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang.

Tidak dipungut biaya jika hanya memasuki kawasan seribu rumah gadang, kita bisa menikmati setiap jengkal keindahan ornament ukiran khas minang yang terpajang indah di setiap sudut rumah gadang.  Berbicara hunian, tentu saja tidak ketinggalan dengan sajian berbagai santapan khas solok selatan jika sahabat puan menginap di sini. Mulai dari sarapan pangek pisang yang merupakan makanan khas Solok Selatan. Ada juga baluik lado ijo, yang berbeda  dari sajian biasanya baluik atau belut yang digoreng merupakan belut yang hidup di sawah dan ditangkap dengan menggunakan lukah (alat penangkap belut). Ehmmm, sudah pasti sajian khas ini selaras dengan nasi yang dihasilkan dari beras-beras terbaik yang ada di sumatera barat. Karena Solok Selatan merupakan salah satu daerah penghasil padi di Sumbar. Udara yang dingin dengan sajian yang sedap adalah pasangan yang tepat. Melintasi masa lalu dari dinding dan lantai kayu yang sesekali berderit, ditambah lagi hidangan makan yang disajikan pemilik rumah yang dikenal dengan istilah makan bajamba. Makan bajamba adalah seni menghidangkan sajian di lantai dengan jejeran piring-piring kecil yang beraneka ragam jenis makanan.

Rumah gadang bisanya juga digunakan dalam prosesi ritual adat, seperti tradisi mandabiah kabau nan gadang yang merupakan tradisi yang dilakukan untuk memulai masa tanam. Jika bertepatan dengan tradisi ini, kita akan menikmati berbegai pertunujukan seni tradisional. Mulai dari seni silat dan musik gandang, sarunai, dan talempong memanjakan sahabat puan melewati malam yang dingin di Nagari Koto Baru.

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

Menikmati Eksotisme Nagari Seribu Rumah Gadang

(foto: Elviza Diana)

Facebook Comments

Comments are closed.