Saturday, October 20, 2018
Home > Sosok > Penerbit Indie dalam Genggaman Perempuan Muda

Penerbit Indie dalam Genggaman Perempuan Muda

Arial Ratih owner Penerbit Hanami

Akhir pekan ini, Sahabat Puan diajak berkenalan dengan owner Penerbit Hanami. Sebelum lulus kuliah, ia sudah mendirikan penerbit indie yang mulai melejit namanya berkat kerja keras dari perempuan dengan nama lengkap Arial Ratih. Tak usah berpanjang lebar, mari simak perbincangan dengan sosok perempuan berjilbab itu.

Halo, Mbak Ratih. Apa kabar?

Halo, baik sekali Alhamdulillah.

To the point aja ya, Mbak. Bisa ceritakan latar belakang Mbak Ratih memulai usaha penerbitan ini?

Saya mendirikan Penerbit Hanami pada 25 Maret 2015 di bawah naungan CV. Harasi. Awalnya tidak terlintas di pikiran saya untuk menggunakan istilah Jepang sebagai nama penerbit. Namun, filosofi itu mendadak muncul. Filosofi yang saya ambil dari istilah Hanami adalah lambang kebahagiaan merayakan musim semi dengan menyaksikan mekarnya pohon sakura setelah melewati beratnya musim dingin yang ekstrem. Berangkat dari hal tersebut, saya berharap Penerbit Hanami sebagai indie/self publishing menjadi mitra terbaik para penulis untuk menerbitkan naskah mereka menjadi sebuah buku. Saya juga berharap naskah yang diterbitkan kemudian dipublikasikan menjadi lambang kebahagiaan penulis setelah melewati perjuangan berat dalam menyelesaikan naskah karena bagian terberat bagi seorang penulis adalah berjuang menyusuri jalan agar sampai pada titik di mana ia akhirnya boleh menuliskan kata ‘tamat’.

Apa saja yang dipersiapkan untuk membuat usaha penerbitan indie?

Persiapan yang pertama adalah merumuskan tujuan, itulah fondasi kuat bagi saya untuk membuat usaha penerbitan indie. Tujuan utama saya membantu penulis-penulis Indonesia menerbitkan naskah tanpa penolakan dengan kualitas terbit yang bagus, di samping untuk menambah pundi-pundi uang tentunya. Setelah mengetahui tujuan, selanjutnya mempelajari pekerjaan utama penerbit indie yaitu membuat desain sampul, tata letak naskah (layout), dan menyunting naskah. Terakhir, mendaftar di badan hukum, dalam hal ini adalah kantor notaris dengan tujuan melegalkan usaha penerbitan.

Jika Sahabat Puan ingin mendirikan usaha penerbitan buku di bawah naungan Penerbit Hanami, bisa tidak? Apakah membutuhkan banyak modal?

Untuk saat ini Penerbit Hanami tidak membuka lini/cabang dikarenakan ingin fokus pada urusan internal Penerbit Hanami. Namun, Sahabat Puan dapat memulai mendirikan usaha penerbitan buku secara mandiri tanpa menginduk pada Penerbit Hanami. Dengan modal antara Rp 900.000 – Rp 2.000.000 (berbeda-beda tiap notaris) untuk mendaftarkan usaha di badan hukum, Sahabat Puan sudah bisa mendirikan usaha penerbitan secara resmi.

Bagaimana cara menerbitkan karya di Penerbit Hanami?

Mudah sekali. Penulis bisa langsung mengirim naskah dalam bentuk lampiran ke email penerbit.hanami@gmail.com dengan subjek email : Kategori Naskah – Judul Buku – Nama Penulis. Contoh: Kumpulan Cerpen – Separuh Musim Gugur – Arial Ratih. Namun sebelum mengirim naskah, penulis wajib memperhatikan ketentuan berikut:

  1. Naskah ditulis dalam MS Word, kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, margin normal.
  2. Naskah tidak menyinggung SARA, tidak memuat unsur pornografi, belum pernah dipublikasikan, dan asli karya penulis.
  3. Naskah tidak lebih dari 150 halaman.
  4. Sertakan sinopsis, kata pengantar/ucapan terima kasih, daftar isi dan biodata penulis. (catatan: dijadikan satu file dengan naskah)
  5. Penulis akan mendapat balasan email berupa total biaya penerbitan, nomor rekening tujuan, dan surat kerja sama.

 

Apakah karya tersebut harus bergenre sastra atau bisa genre lainnya?

Genre naskah bebas. Di antaranya naskah sastra, motivasi, tips-tips, buku penunjang kuliah, dan lain sebagainya.

Apa keuntungan yang bisa Sahabat Puan peroleh jika menggunakan jasa Penerbit Hanami?

  1. Naskah Sahabat Puan sudah pasti terbit tanpa seleksi (kecuali naskah menyinggung SARA, memuat unsur pornografi, hasil plagiat)
  2. Desain sampul dan tata letak naskah sesuai standar buku yang dijual di toko buku.
  3. Memperoleh royalti 25% dari seluruh penjualan buku
Arial Ratih owner Penerbit Hanami
Arial Ratih owner Penerbit Hanami

 

Bagaimana usaha Mbak Ratih mengembangkan Penerbit Hanami supaya lebih dikenal oleh masyarakat?

Dengan rutin promosi secara online. Zaman sekarang, siapa sih orang yang nggak punya media sosial. Berangkat dari alasan itu, saya memanfaatkan media sosial sebagai usaha mengembangkan Penerbit Hanami, di antaranya facebook, fanspage, instagram, twitter, dan blog. Selain online, saya mulai mengembangkan Penerbit Hanami secara offline yaitu dengan bekerjasama dengan komunitas kampus seperti beberapa waktu lalu bekerjasama dengan FMI (Forum Mahasiswa Islam) FMIPA Unnes. Dan saat ini sedang dalam proses kerjasama dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Cakra Unnes. Insya Allah akan lebih terbuka untuk komunitas-komunitas offline lainnya dengan tujuan mengembangkan Penerbit Hanami kepada masyarakat secara luas.

Plagiarisme adalah isu penting dalam dunia penerbitan. Adakah trik dari Mbak Ratih untuk menghindari plagiarisme?

Mengenai plagiarisme, itu PR penting bagi penerbit. Saya sendiri nggak mikir dua kali untuk mendaftarhitamkan penulis yang ketahuan melakukan tindak plagiarisme. Untuk menghindarinya, saya selalu mengingatkan editor agar langsung memeriksa secara cermat naskah yang dirasa mirip dengan karya penulis lain. Atau dengan memasukkan kata yang dominan pada naskah sebagai kata kunci pencarian di google. Biasanya akan langsung terlihat naskah tersebut orisinil atau tidak.

Hingga hari ini sudah berapa buku yang diterbitkan oleh Penerbit Hanami?

Hingga hari ini ada 69 buku yang sudah terbit, dan ada 6 buku yang sedang dalam antrean terbit. Daftar buku yang sudah terbit bisa dilihat di fanspage Penerbit Hanami dan blog www.penerbithanami.blogspot.com.

Sebagai pertanyaan pamungkas, bolehkah Mbak Ratih berbagi tips untuk Sahabat Puan yang ingin membuat usaha penerbitan indie?

Of course, dengan senang hati. Membuat usaha penerbitan indie itu perlu tujuan yang jelas sebagai kompas ke mana arah usaha penerbitan kita ke depannya. Karena bisnis bukan sekadar tentang mencari keuntungan pribadi melainkan juga tentang mencari kebermanfaatan untuk orang banyak. Selain itu, diperlukan mental entrepreneur selama menjalankan usaha penerbitan demi keberlangsungan yang maksimal.

Terima kasih untuk ilmunya ya, Mbak. Sukses terus buat Mbak Ratih.

Baik, sama-sama. Senang sekali bisa berbagi dengan Sahabat Puan. Semoga bermanfaat ya.

 

Arial Ratih
Arial Ratih

Biodata

Nama : Arial Ratih
Nama Panggilan : Ratih
Tempat dan Tanggal Lahir : Kendal, 25 Maret 1994
Alamat Domisili : Sekaran, Gunungpati, Semarang
No HP Kantor : 08989051690
Latar Belakang Pendidikan  :
– SMAN 1 Kendal tahun 2009-2012
– S1 PG-PAUD Unnes tahun 2012-2016
Hobi : Menulis
Bahasa yang Dikuasai : Indonesia, Jawa
Buku Favorit : Rectoverso (Dee Lestari)

Kutipan Favorit:
“Dengan menolong diri sendiri, (kita) akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna.” (RA. Kartini)

Facebook Comments