Monday, December 11, 2017
Home > Gaya Hidup > Sehat Bugar > Sisi Positif dan Negatif Berhubungan Seks Saat Hamil bagi Kesehatan

Sisi Positif dan Negatif Berhubungan Seks Saat Hamil bagi Kesehatan

Kehamilan membuat ibu menjadi rentan kondisi kesehatan sehingga harus berhati-hati dalam mengambil tindakan bagi tubuhnya

Kehamilan membuat ibu menjadi rentan kondisi kesehatan sehingga harus berhati-hati dalam mengambil tindakan bagi tubuhnya, berhubungan seks salah satunya. Karenanya, ibu hamil tidak serta merta harus membiarkan suami berpuasa berhubungan seks selama proses kehamilan hingga melahirkan. Cobaan yang berat untuk suami tentunya. Namun, bukan berarti suami harus memaksakan hasrat seksnya tanpa melihat kondisi istri.

Perlu banyak komunikasi antara suami dan istri mengenai hubungan seks saat dalam proses kehamilan karena ada dampak positif dan negatif bagi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Suami dan istri perlu mempertimbangkan segi negatif berhubungan seks saat proses kehamilan jika terjadi hal-hal berikut:

1. Infeksi Saluran Kencing (ISK) bisa terjadi akibat sering melakukan hubungan seks saat proses kehamilan. Guna menghindari ISK, maka frekuensi berhubungan seks jangan lebih dari tiga kali dalam seminggu. Selain itu, sebelum dan setelah berhubungan seks, vagina dibersihkan dan juga mengosongkan kandung kemih sehingga dapat mengurangi kemungkinan infeksi. Jika sudah terjadi infeksi, segera temui dokter supaya tidak menyebabkan masalah dalam kehamilan.

2. Pendarahan berat dalam kehamilan. Jika mengalami hal tersebut, maka hentikan aktivitas seks untuk mengurangi resiko pendarahan lebih lanjut sehingga mengganggu janin dalam kandungan. Meskipun belum terbukti kuat bahwa aktivitas seks dapat mengakibatkan pendarahan lebih buruk, namun kebanyakan dokter menyarankan untuk menghindari aktivitas seks sebagai tindakan pencegahan.

3. Nyeri perut atau kram, cairan ketuban rusak atau pecah, memiliki riwayat kelemahan serviks, plasenta rendah, serta memiliki riwayat persalinan premature dan hamil kembar. Seperti pada pendarahan berat saat kehamilan, kondisi tersebut juga perlu diperhatikan dan usahakan berpuasa melakukan hubungan seks hingga proses melahirkan dan nifas usai.

4. Herpes genital. Jika pasangan memiliki penyakit ini, dokter akan menyarankan untuk menghindari hubungan seks selama kehamilan karena dapat mempengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.

Kehamilan membuat ibu menjadi rentan kondisi kesehatan sehingga harus berhati-hati dalam mengambil tindakan bagi tubuhnya
Kehamilan membuat ibu menjadi rentan kondisi kesehatan sehingga harus berhati-hati dalam mengambil tindakan bagi tubuhnya

Berbanding terbalik dengan kondisi di atas, jika kondisi selama kehamilan bagus, maka berhubungan seks sangat disarankan karena manfaatnya yang positif bagi kesehatan. Manfaat yang dapat diperoleh dari hubungan seks selama kehamilan yaitu:

1. Meningkatkan keintiman. Hubungan seks tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis tetapi juga psikologis. Kebanyakan pasangan mengalami kerenggangan hubungan secara biologis selama proses kehamilan, tetapi jika berhubungan seks aman selama proses tersebut, maka kemungkinan besar hubungan psikologis juga akan terjalin dengan baik.

2. Meningkatkan sirkulasi darah. Hubungan seks dapat memicu produksi adrenalin sehingga meningkatkan denyut jantung. Kondisi tubuh tersebut baik untuk meningkatkan sirkulasi darah dan suplai oksigen ke seluruh tubuh ibu hamil dan janin.

3. Mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan stres. Hormon erdofin akan bereaksi bagus saat berhubungan seks sehingga menimbulkan perasaan bahagia. Perasaan tersebut dapat mengurangi rasa nyeri atau analgesik. Efek bahagia dari hormon erdorfin juga mempengaruhi saraf-saraf ibu hamil sehingga bisa menghilangkan stres dan kondisi tersebut sangat bagus untuk janin.

4. Membuat kulit halus. Selain menghasilkan hormon erdofin, melakukan hubungan seks saat hamil juga meningkatkan produksi hormon estrogen. Hormon tersebut yang menyebabkan kulit menjadi lebih halus.

5. Menjaga berat badan stabil. Aktivitas seks juga dapat meningkatkan pembakaran lemak selama kehamilan, sehingga kemungkinan berat badan tidak terus menanjak. Pasca melahirkan, ibu masih bisa memiliki berat badan yang ideal.

Kedua informasi tentang sisi positif dan negatif berhubungan seks selama masa kehamilan diharapkan dapat memberikan keputusan bijak bagi Sahabat Puan yang sedang menjalani proses tersebut. Selain itu, selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai perkembangan selama kehamilan supaya proses kelahiran lancar dan buah hati lahir dengan sehat sesuai dengan yang diharapkan.

Tags: hubungan intim, hubungan suami istri, hubungan seksual

Facebook Comments