Wednesday, September 20, 2017
Home > Dapur Puan > Kuliner > Domesteak Café Alternatif Tempat Nongkrong dan Selfie

Domesteak Café Alternatif Tempat Nongkrong dan Selfie

Domesteak Café Tugu Juang

Malam minggu kali ini saya mencoba mampir dan makan malam ke Domesteak Café yang terletak tepat di simpang Tugu Juang, Kota Jambi. Sudah lama saya ingin mencicipi menu dan menikmati suasana di café ini, karena setiap lewat Tugu Juang pada malam hari perhatian selalu kearah banyaknya lampu yang ditata sebagai dekorasi.

Café ini memiliki konsep open garden meja kursi diletakkan di alam terbuka dengan penataan lampu sebagai langit-langit. Ada semacam gazebo yang terbuat dari baja ringan yang posisinya agak diatas cocok untuk satu keluarga. Ada sebuah ruangan ber AC yag terbuat dari bekas container pada salah satu sisinya diganti kaca mirip etalase, sepertinya menarik tapi saat ini kurang tepat karena cuaca dingin sehabis diguyur hujan. Jadi saya memilih duduk di ruang utama terbuka tetapi ada atapnya.

Suasananya cukup nyaman, musik yang diputar dari sound system tidak terlalu keras sehingga tidak mengganggu yang sedang ngobrol. Bagi keluarga yang membawa anak kecil ada arena bermain untuk mereka, seperti permainan jungkat-jungkit dan ring basket. Pengunjung café ini sepertinya didominasi oleh anak-anak muda, sebagian dari mereka terlihat sedang melakukan selfie maupun groufie.

Menu yang disodorkan cukup bervariasi, ada macam-macam steak, nasi goreng, aneka sop, burger, french-fries, bahkan paket ayam penyet. Setelah memilih-milih akhirnya saya pilih Tomyanm Sea Food (25k), Beef Blackpepper (35k), dan Nasi Goreng Domee (20k), dan minumnya Lemon Tea (10k).

Walaupun didominasi oleh kaum adam, pelayanan di café ini lumayan ramah. Namun setelah semua pesanan tersaji pelayan langsung meletakkan bill. Bagi saya hal ini sedikit kurang menarik, karena memberi kesan seolah-olah memberi tahu “Tagihan anda sudah segini lho!”.

Menu yang paling awal datang adalah Tomyanm Sea Food, makanan ini adalah favorit saya sejak dulu. Saya coba mencecap kuahnya, hmmm… lumayan enak. Didalamnya ada udang cumi dan irisan bakso. Tidak lama keluar Nasi Goreng Domee dari tampilannya saya tertarik dengan telor setengah matang yang diletakkan diatas nasi, namun setelah diiris ternyata telor matang.

Nasi Goreng Domee
Nasi Goreng Domee

Setelah menunggu agak lama baru keluar yang saya tunggu-tunggu Beef Blackpepper. Steak ini disajikan di piring bukan di hotplate, ukurannya sepertinya sudah disesuaikan dengan porsi orang Indonesia. Sayurannya terdiri dari jamur, wortel, jagung, dan kacang. Ditambah kentang goreng beberapa potong dan sauce (kuah). Beef dimasak welldone, dagingnya sih lumayan empuk dan terasa blackpepper nya.

Secara keseluruhan makanan yang saya pesan lumayan enak dan saya habiskan semua tanpa sisa, tandas. Saya ingin mencoba menu lainnya namun apa daya perut sudah kekenyangan. Saya tadi sempat melirik Burger untuk dipesan, tapi dikalahkan oleh Beef Blackpepper, jadi mungkin lain kali dicoba lagi.

Jika datang dengan mobil ke café ini terutama dimalam minggu Sahabat Puan harus siap untuk tidak mendapatkan tempat parkir yang dekat. Saya sedikit beruntung mendapatkan parkir pas di depan café, tapi pada saat melihat-lihat menu juru parkir mendatangi dan minta tolong mobil saya digeser karena ada mobil lain yang akan keluar. Sedikit mengganggu kenyamanan, untung tidak saat sedang makan.

Toilet di cafe ini hanya satu, saya harus rela antri dan diketuk pengunjung lain saat di dalam toilet. Melihat dari jumlah pengunjung saat itu, sudah selayaknya café ini menyediakan minimal 2 ruang toilet yang memisahkan antara cowok dan cewek.

Nah Sahabat Puan kalau ke sini saya sarankan malam hari karena selain bisa melihat lampu-lampu yang romantis, konsep open garden kurang cocok di Jambi apalagi pada saat cuaca terik.