Thursday, July 27, 2017
Home > Literasi > Pendidikan > Geliat Museum Memikat Pengunjung

Geliat Museum Memikat Pengunjung

Museum Siginjei, Memiliki Koleksi Terbanyak

Masa lalu seyogianya adalah kenangan sekaligus pembelajaran yang terkadang tidak harus dihapus dalam ingatan. Masa lalu, menjadi pijakan dan dasar kita melakukan berbagai hikmah dan pengalaman. Begitupun museum, sebagai sarana bagi kita menyimak masa lampau untuk membaca masa depan.

Museum Perjuangan Menyimpan Bingkai Semangat Juang

Berdiri kokoh replika pesawat terbang Catalina RI 005 yang dipajang di halaman museum. Melewati gerbang masuk dengan suasana yang tegas menyiratkan bahwa perjuangan rakyat Jambi tidaklah mudah untuk memperoleh kemerdekaan.

Museum ini terdiri dari tiga lantai, pada lantai pertama terbagi dalam dua ruang pamer, pada sisi kanan berupa koleksi persenjataan modern semasa perang melawan penjajah Belanda di Jambi.

Sebanyak 477 koleksi  yang terdiri dari benda-benda, tulisan dan lukisan sejarah perjuangan rakyat Jambi.

Persenjataan yang dipamerkan pernah digunakan pada masa perang kemerdekaan 1945-1950, seperti senapan, pistol vickers, senjata mesin ringan dan senjata lainnya. Pada sisi kiri pengunjung dapat melihat senjata tradisional seperti keris, pedang, badik, tombak dan pakaian perang ikat kepala, alat komunikasi dan perlengkapan perang bersifat religius yang digunakan rakyat melawan pasukan kolonial.

Pada lantai dua disajikan diorama sejarah perjuangan rakyat Jambi dalam mempertahankan kemerdekaan yang terbagi dalam 17 diorama. Setiap diorama melukiskan peristiwa bersejarah yang terjadi di Jambi, mulai dari Kemerdekaan Nasional hingga usaha Belanda untuk menolak kemerdekaan dan hendak mengambil alih kembali wilayah Indonesia.

Beberapa peristiwa sejarah yang ditampilkan dalam diorama antara lain, pertempuran Tanah Minyak, Realisasi Perjanjian Linggarjati dan diorama lainnya. Pada lantai tiga terdapat koleksi meja kerja yang dipergunakan oleh salah seorang perjuangan kemerdekaan. Terdapat pula berbagai dokumen tertulis seperti naskah-naskah perjuangan, surat-surat penting dan foto-foto perjuangan.

Baja juga:

Pentingnya Mengajak Anak ke Museum

Situs Parenting Ini Wajib Dikunjungi oleh Para Mahmud

5 Cara agar Anak Tidak Buang Sampah Sembarangan

Daftar Lagu Anak yang Membuat Balita Berhenti Menangis

Startup Education, Solusi Pendidikan Era Digital

Museum Siginjei, Memiliki Koleksi Terbanyak

Berbeda dengan museum Perjuangan Rakyat Jambi. Museum Siginjei yang merupakan museum umum yang menampilkan sepuluh jenis koleksi (geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologika, seni rupa dan teknologika yang terkait dengan kebudayaan Jambi. Saat ini ada sekitar 3.381 koleksi yang tersebar di dua lantai. Museum siginjei, didirikan sejak 1981  yang awalnya bernama Museum Negeri Jambi berganti nama menjadi Museum Siginjei sejak 2012.

Dibawah nauangan Museum Siginjei, Museum Gentala Arasy juga merupakan museum khusus terkait dengan jejak Islam di Jambi. 2015, museum ini diresmikan dan mulai dibuka untuk umum. Tiga museum tersebut, merupakan pilar masa lampau yang sarat makna.

Beragam upaya yang dilakukan museum-museum tersebut untuk meningkatkan minat pengunjung. Seperti yang dilakukan Museum Siginjei sejak 1991 sudah melaksanakan gerakan museum masuk sekolah. Hingga saat ini sudah seluruh sekolah dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang dikunjungi. Masgia, Kasi Pengembangan dan Publikasi menyebutkan ini merupakan salah satu langkah untuk mendekatkan para generasi muda dengan sejarah dan kebudayaan. Berkolaborasi dengan sekolah, Masgia juga menambahkan berkali-kali telah mengupayakan agar kunjungan ke museum ini menjadi bagian dari pelajaran muatan lokal, namun hingga saat ini usulan tersebut belum juga disetujui.

Pameran, merupakan salah satu upaya yang ditempuh museum dalam meningkatkan jumlah pengunjung, Museum Perjuangan Rakyat Jambi memilih cara ini karena lebih mudah dan terjangkau. Mudzakir Kasubag Museum Perjuangan Rakyat Jambi mengatakan pameran adalah kegiatan rutin yang mereka lakukan, baik dalam bentuk pameran tetap di dalam museum, maupun pameran di luar ruangan. Mudzakir menambahkan, pengelola museum dituntut untuk selalu berinovasi dan kreatif.

Ke depan kita ingin museum ini menjadi salah satu pilihan wisata edukasi yang ada di kota Jambi, sehingga museum layaknya bisa ditambahkan dengan tempat bermain dan permainan yang berhubungan dengan koleksi. Misalnya tema-tema perjuangan, kita bisa buatkan souvenir-souvenir untuk anak-anak,” jelasnya.

Museum Siginjei
Museum Siginjei Jambi

 

Minim Dana Pengelolaan

Sejak pengelolaan museum beralih ke daerah, maka diakui pengelola museum baik Museum Perjuangan dan Museum Siginjei mendapatkan dana yang minim untuk pengelolaan dan perawatan. Masgia menyebutkan jika bisa diumpamakan dana yang didapatkan terkait dengan operasional jauh dari kata cukup.

Kami kalau ibarat anak, adalah anak yang tahu diri, jadi dana operasional yang kami dapatkan setiap tahunnya jika tidak penuh ke atas, cukup di bawah. Beberapa anggaran dana operasional kami dipangkas. Dan untuk melakukan event-event juga terbatas,” katanya.

Dampak kurangnya dana juga tidak jauh berbeda dengan Museum Perjuangan Rakyat Jambi, hingga saat ini museum belum memiliki ruang khusus untuk konservasi. Mudzakir mengatakan laboratorium dan ruang konservasi merupakan ruang wajib guna fungsi museum sebagai perlindungan.

Museum memilikitiga fungsi yaitu, perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Laboratorium dan ruang konservasi sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Yuk jalan-jalan gratis, mau?
COMMENTS