Thursday, July 27, 2017
Home > Dapur Puan > Kuliner > Melewati Senja di CLAVE

Melewati Senja di CLAVE

CLAVE Berbenah dan Inovatif

Temaram menggantung meninggalkan bias jingga di ujung langit, lampion berwarna-warni menggantung indah menyambut pengunjung yang datang menjelajah jejeran tenda-tenda makanan. CLAVE, Citra Land Avenue merupakan salah satu pilihan tempat berkumpul bersama orang-orang terkasih. CLAVE hadir untuk memberikan sentuhan baru taman yang juga menjadi pusat jajanan dengan mengusung  tema garden of light atau taman cahaya.

Lampu-lampu kecil di sepanjang taman, lampion bertabur menghias langit, sesuai dengan temanya bertabur cahaya menambah suasana hangat dan romantis. Saya mendatangi tenda penjual kopi, wangi aroma kopi berbaur dengan pedasnya mie aceh padanan yang pas menyambut kedatangan perdana. Wawan, pelayan tenant Kopi Abu Aceh mengantarkan pesanan, dia bercerita bahwa sejak September 2016 sudah membuka gerai makanan di sana.

Kami dari awal sudah menyewa tenda di sini. Dan Alhamdulillah, pengunjung ramai. Minimal 500 ribu per hari penghasilan bisa didapatkan. Kalau malam minggu dan Senin bisa lebih dari satu juta,” katanya.

CLAVE Berbenah dan Inovatif

Berada di ujung kawasan mayang, membuat CLAVE hadir dituntut menjual banyak inovasi dan hal-hal yang selalu baru. Hal itu diakui Head Off Marketing Citra Raya NGK dari Ciputra‎ Angel,

Kita membuat tenan-tenan makanan ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan. Dengan menghadirkan pusat kuliner yang bernuansa café bisa juga meningkat daya beli pada property yang kita tawarkan,” sebutnya.

Guna menarik pengunjung, CLAVE juga membuka kesempatan pada banyak komunitas untuk mengadakan kegiatan di sana. Fahmi, staf marketing CLAVE menyebutkan pihaknya membuka kesempatan kepada komunitas untuk mengadakan reunian, nonton bareng, pesta ulang tahun dan kegiatan lainnya, dengan seijin manajemen Citra Raya NGK.

Kita buka kesempatan itu, bagi komunitas yang mau melakukan kegiatan di sini. Tapi syaratnya, harus lapor dengan kita dulu,” jelasnya.

Saat ini ada 24 tenant yang sudah menjajakan berbagai macam kuliner. Fahmi menyebutkan bahwa saat ini mereka memang hanya bisa menampung maksimal 24 tenant dengan total pengunjung mencapai 500 orang.

Saat ini kita memang terbatas untuk menambah tenant belum bisa karena konsepnya kita memang ingin eksklusif namun juga terjangkau,” sebutnya.

Baca juga:

Domesteak Café Alternatif Tempat Nongkrong dan Selfie

Merasai Pelbagai Menu Enak di Solaria

Rica-Rica Ceker Ayam Tiada Duanya di Muara Bulian

Attamimi Family, Stand Kuliner Khas Manado Di Jambi

Ramen Berbonus Rice Roll di Ichiban Sushi

Kesegaran Kembang Tahu di Dine & Chat

Gerai Makanan Nusantara

Melalui gerbang masuk CLAVE, mata telah dihadiahi deretan rujak cingur, ayam bakar, ayam penyet, pempek, dan penganan nusantara lainnya. Saya mencoba santapan ayam bakar yang ada di sini. Harga makanan yang dijajakan, cukup ramah di kantong. Ayam bakar dengan bumbu dan sambal cabainya yang pas, dihargai Rp 18 ribu saja dan mendapatkan gratis satu botol air minum kemasan. Saya bukan pecinta makanan berbahan ayam, tapi ayam bakar yang dijual di sini cukup lezat dengan kelebihannya bumbu bakarnya meresap hingga ke tulangnya. Beberapa pengunjung juga mencoba menu yang sama dengan pilihan saya.

Saya percaya selain tempat yang nyaman dan unik, yang menentukan bertahan atau tidaknya usaha makanan adalah soal rasa. Seperti kata iklan, jika rasa tidak pernah bohong. Dari beberapa tenant makanan yang saya coba, skor diberikan cukup untuk menu-menu yang dicoba. Fahmi menyebutkan makanan yang tersedia lezat dengan harga terjangkau.

Makanan di sini juga cukup terjangkau, harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi,” katanya.

Selain makanan dan minuman, ada juga tempat mainan anak‎-anak. Sehingga bagi orang tua tidak perlu ragu membawa buah hatinya menghabiskan senja di CLAVE.

Memiliki Sudut Foto yang Apik

Suara cekikan beberapa anak muda terlihat di bangku sudut taman CLAVE. Salah satu diantara mereka terlihat sedang berpose duduk di sisi bangku dengan hiasan lampu-lampu yang indah. Sementara yang lain, sibuk memotret dengan kamera handphone nya. Siti, salah satu pengunjung CLAVE mengatakan dia memilih CLAVE karena selalu merindukan suasana yang dihadirkan.

Kita di Jambi kan susah cari tempat nongkrong. CLAVE salah satu tempat nongkrong yang asyik,” ujarnya.

Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jambi ini  turut mengunjungi CLAVE karena dia memang suka dengan dekorasi dan suasana yang ada di pusat kuliner ini. Dia mengatakan CLAVE memiliki beberapa sudut-sudut foto yang elok.

Kita biasanya di sini ngumpul-ngumpul. Banyak tempat cantik buat foto selfie,” sebutnya.

Terkendala Musim Hujan

Wawan menyebutkan selama berjualan di CLAVE merasakan nyaman dan menguntungkan. Hanya saja jika musim hujan, dia harus menutup tendanya.

Dengar-dengar akan dikasih gerai berbentuk container mini. Jadi jika hujan, kita bisa tetap jualan. Kalau sekarang, kendalanya hanya musim penghujan saja. Selebihnya, kami merasa nyaman dan aman berjualan di CLAVE,” tambahnya.

Senada dengan itu, Fahmi juga menjelaskan dalam waktu dekat CLAVE akan mengubah tampilan tenant yang sebelumnya tenda akan diganti dengan container yang unik.

Pengembangan yang akan dilakukan dengan mengubah tenda-tenda ini dengan container yang modelnya unik-unik. Jadi lebih cantik dan tertata rapi,” lanjutnya.

Kondisi tenda yang juga beberapa atapnya yang mulai memudar, membuat kecantikan tempat ini sedikit terganggu. Wawan berharap tenant yang berwujud container akan disediakan oleh manajemen CLAVE.

Kami maunya kalau tenda ini sudah tidak layak pakai lagi, bisa beralih ke container yang disediakan pihak pengelola,” harapnya.

Yuk jalan-jalan gratis, mau?
COMMENTS