Wednesday, September 20, 2017
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Sensasi Menginap di Rumah Kito

Sensasi Menginap di Rumah Kito

Rumah Kito, merupakan resort pertama yang mengusung tema alam hadir di Jambi sejak November 2014. Rumah Kito memadukan unsur alam dan budaya menjadi dua pilar dalam konsep yang dikedepankan. Rumah Kito sesuai dengan makna namanya ingin mengajak pelanggan yang menginap di hotel tersebut bisa merasakan kenyamanan laksana di rumah sendiri.

Berbeda dengan hotel yang identik dengan bangunan kokoh, megah dan bertingkat. Rumah Kito memberikan sensasi menginap sekaligus melepaskan kepenatan dari hingar bingar kota dengan suara gemericik air dan pemandangan khas pedesaan. Undakan sawah buatan dan kolam ikan menjadi pemandangan yang tak asing menghiasi hotel ini.

Berada di lahan seluas hampir lima hektar, membuat pilihan menginap yang cocok bagi anda yang menginginkan inapan bukan sekedar hotel. Novi salah satu pengunjung hotel yang menginap di Rumah Kito menyebutkan bahwa Rumah Kito menjadi pilihan tempat berlibur bagi keluarganya.

“Saya tinggal di kota Jambi ini, mengiap di Rumah Kito menjadi tempat berlibur kami juga. Ini bukan hotel yang berfungsi tempat beristirahat, tapi ini juga tempat bermain. Dan anak-anak senang,” ungkapnya.

Mengangkat Budaya Jambi

Angso Duo, pasar tradisional kebanggan Kota Jambi ini juga diusung menjadi salah satu nama meeting room yang ada di Rumah Kito. Tidak hanya nama, Rumah Kito ingin menjadi wadah bagi bergeliatnya kebudayaan Jambi dalam sentuhan hotel.

Dedi Warja, Manejer Rumah Kito Resort menyebutkan banyak sekali kebudayaan Jambi yang belm terkelola dengan baik sehingga pariwisata yang menjadi pintu masuk banyaknya wisatawan yang datang menjadi pekerjaan besar yang harus dituntaskan pemerintah.

“Jambi ini kaya dengan budaya, baik dari seni tari, musik, ukiran, batik bahkan bangunan bersejarah, namun karena masih belum terkelola dengan baik. Minat wisatawan juga belum banyak yang menjadikan Jambi Destinasi wisata. Para pengunjung yang datang hanya sebatas perjalanan bisnis dan keluarga. Jambi akan mejadi destinasi wisata yang harus dikunjungi nantinya baik wisatawan lokal dan mancanegara,” katanya.

Deni mengatakan, sejak dahulu mereka sudah menginginkan nuansa seni musik dan tari tradisional hadir menemani pengunjung yang datang dan menginap. Namun belum menemukan pekerja seni yang bisa diajak bekerjasama untuk mengisi live music yang ada di hotelnya.

Hidup matinya usaha perhotelan dikatakan Deni adalah bergantung pada geliat wisata itu sendiri. Dia mengapresiasi beberapa kegiatan yang dilakukan pemerintah kota maupun provinsi yang sudah melakukan berbagai event agar mendongkrak minat wisatawan berkunjung.

Deni juga menyebutkan, jika selama ini Jambi identik dengan Kerinci sebagai destinasi wisata favorit, perlahan harus segera dibagi dengan menonjolkan tempat wisata lainnya. Muaro Jambi, salah satu Provinsi yang keberadaannya amat dekat degan Kota Jambi harus mulai berbenah dalam bidang pariwisata. Deni mengatakan candi muara Jambi yang ada di kabupaten tersebut, harusnya sudah mendunia layaknya Gunung Kerinci.

“Kita sudah melakukan beberapa event di kawasan percandian, bersama biro-biro perjalanan juga dengan mengusung tema lost city, kami berharap kawasan percandian ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah,” katanya yang sekaligus menjabat Ketua Forum Hotel Jambi.

Banyak Promo Ramadhan

Selama Ramadahan, Rumah Kito memeberikan paket berbagi berkah dengan harga-harga terjangkau. Rumah Kito dengan Dapur Kito menggelar program You Can Eat, yang mengajak pengunjung untuk berbuka sepuasnya dengan nominal Rp 95 net per orang. Selain menggelar program ramadhan berbagi berkah, Rumah Kito juga memberikan diskon hingga 50 persen untuk paket menginap yang juga sekaligus takjil gratis. Harga kamar dipatok hanya Rp 470 ribu net per malam sesuai dengan tipe kamar yang diambil.