Wednesday, October 17, 2018
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Karya Sastra dan Refleksi Kemerdekaan

Karya Sastra dan Refleksi Kemerdekaan

Karya Sastra dan Refleksi Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia tercinta, Komunitas Jari Menari (KJM) mengadakan acara gelar sastra jari merdeka dengan tema karya merdeka. Acara ini diadakan sehari menjelang kemerdekaan, tepatnya Rabu malam, 16 Agustus 2017 di lapangan sepak bola RT 62 perumahan Citra Kenali, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan, Alam Barajo, Kota Jambi. KJM sengaja memilih tempat terbuka agar masyarakat dapat menikmati kesejukan hawa malam yang begitu nikmat ketika merasuk melalui pori-pori.

Komunitas Jari Menari (KJM) mengadakan acara gelar sastra jari merdeka dengan tema karya merdeka
Komunitas Jari Menari (KJM)

Semua pengunjung yang terdiri atas mahasiswa, komunitas literasi, komunitas sosial, dan kalangan umum diperlakukan sama. Berkumpul menjadi satu dan sama-sama duduk di atas perlak biru atau koran. Sisi egaliter inilah sebenarnya salah satu sisi yang ingin KJM sampaikan bahwa baik tua maupun muda semuanya sama dan sederajat. Acara ini didukung oleh Ketua RT dan warga RT 62 perumahan Citra Kenali. Dari mulai mempersiapkan acara hingga hari H acara, kontribusi masyarakat tiada henti-hentinya. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan diakhiri pukul 22.30 WIB.

Tujuan acara ini sebenarnya selain sebagai kampanye agar sastra semakin dicintai oleh masyarakat umum, juga agar masyarakat tidak mudah dibawa oleh berita kebohongan yang hingga saat ini masih saja ada. Sebab sastra lahir dengan perasaan dan keadaan sosial yang sedang terjadi di masa lalu, masa kini, bahkan semacam nubuat untuk masa depan. Di dalam sastra ada kehidupan yang banyak sekali memberikan kita nilai-nilai baru.

Baca juga: Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Saat ini, sastra hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu. Tidak banyak masyarakat Jambi yang betah menghabiskan waktu untuk berlama-lama membaca buku, alih-alih menulis. Keindahan karya sastra di Jambi pun kini hanya dinikmati oleh kalangan terpelajar. Hal tersebut bisa dikatakan terpaksa karena masuk ke dalam kurikulum sekolah. Acara-acara sastra di Jambi juga minim. Mengapa demikian? Selain rendahnya minat baca, juga masih minimnya penggerak atau pejuang sastra di Jambi.

Kegiatan KJM ini dibuka dengan kata sambutan Ketua RT 62 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat. Kemudian dilanjutkan dengan renungan kemerdekaan yang dipimpin oleh Dani Around. Renungan kemerdekaan ini diawali dengan menghidupkan lilin secara menyambar dari satu tangan ke tangan lainnya. Sambil menunggu lilin menyala rata, pengunjung yang datang menyanyikan lagu Gugur Bunga dengan syahdu. Renungan ini sontak mengembalikan ingatan tentang perjuangan-perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang bahwa berjuang untuk meraih kemerdekaan di masa lalu bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, kita sebagai generasi yang lahir di negara yang sudah merdeka wajib menghormati dan menghargai perjuangan tersebut.

Semua pengunjung yang terdiri atas mahasiswa, komunitas literasi, komunitas sosial, dan kalangan umum diperlakukan sama.
Semua pengunjung yang terdiri atas mahasiswa, komunitas literasi, komunitas sosial, dan kalangan umum diperlakukan sama.

Usai renungan, lalu dilanjutkan dengan pembacaan puisi Yanda Pratiwi dan pembacaan doa untuk para pahlawan dan Indonesia. Setelah doa, barulah semua yang hadir menyusun lilin di atas tanah melingkari pengunjung sambil menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Kemudian dilanjutkan dengan  pembacaan puisi, musikalisasi puisi, hingga teatrikal puisi. Dan tidak lupa pula ada launching buletin Kolam Jari Menari. Acara pun ditutup dengan menyanyikan lagu Syukur.

Facebook Comments