Thursday, July 19, 2018
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Klub Baca Tapak Seribu, Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting

Klub Baca Tapak Seribu

Halo Sahabat Puan, sudah pernah mendengar Klub Baca Tapak Seribu? Itu loh, komunitas pejuang literasi yang ada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Yuk, simak kisahnya!

Klub Baca Tapak Seribu adalah sebuah komunitas literasi yang didirikan oleh Bunyamin alias Beny Bara beserta teman-temannya: Suseno, Edi Pandawa, Iin Indriati, Astrid Fatun,  Aenty, Arafah, dan Evi. Saat itu, Beny  prihatin dengan rendahnya minat baca masyarakat dan kurangnya pelayanan pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat tentang buku dan membaca.

Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting
Volunter Literasi Dompu yang Tahan Banting.

 

“Menggerakkan sebuah perubahan tidak cukup dilakukan sendiri, perlu sinergisitas  sebagai pendukung. Saya terinspirasi dari seorang turis, mereka jauh-jauh datang ke Indonesia, bukan hanya menikmati alam yang indah saja, tetapi juga menghabiskan waktu untuk membaca, kenapa kita Indonesia, tidak? Tidak lama setelah itu, saya bercerita ke teman saya Suseno, lalu mendirikan komunitas ini,kata Beny kepada redaksi Puan.co.

Berbekal koleksi buku milik pribadi, ia nekat mendirikan klub baca ini pada Mei 2015. Ia juga menjadikan rumahnya sebagai sekretariat komunitas Klub Baca Tapak Seribu. Kemudian anggota komunitas ini giat mencari donasi buku, dan sekarang koleksinya sudah  lebih dari 100 eksemplar buku. Target pembacanya bukan hanya anak-anak saja loh, tetapi juga ibu-ibu rumah tangga, dan kalangan umum.

Baca juga: Anda Bisa Bebas Meminjam dan Mengembalikan Buku Tanpa Batas Waktu di Perpustakaan RBK

Ada kebahagiaan tersendiri melihat masyarakat terdorong untuk membaca
Ada kebahagiaan tersendiri melihat masyarakat terdorong untuk membaca.

Klub baca ini juga melakukan aksi keliling kampung di sekitar Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Tadinya, keliling kampung bersama buku ini hanya dilakukan setiap Sabtu. Sekarang, dua minggu sekali,  yakni setiap Rabu dan Sabtu sore. Bila hujan turun, biasanya hanya berjalan dari rumah ke rumah atau stay di balai desa  saja karena beberapa buku pernah rusak akibat air hujan.

Aksi keliling ini biasanya menggunakan sepeda motor. Bila menuju daerah di sepanjang lereng Tambora yang sulit diakses, biasanya dengan semangat 45, mereka akan berjalan kaki mengelilingi perbukitan sejauh 2 km sambil menjunjung buku. Tak jarang pula, mereka sampai menumpang truk yang lewat. Wah, sungguh perjuangan yang luar biasa. Tidak hanya menuju daerah perbukitan, kegiatan seperti ini juga dilakukan ke daerah pantai atau pinggir laut.

komunitas ini punya beberapa trik untuk menarik pengunjung
Komunitas ini punya beberapa trik untuk menarik pengunjung.

Sebagai volunter, teman-teman klub baca ini juga siap dengan segala tantangan, termasuk menanggung biaya operasional dari kantong pribadi. Juga beberapa penyakit yang kadang menyerang tatkala cuaca buruk. Meskipun terkadang mengalami beberapa kendala, mereka tidak berkeluh kesah. Karena lebih banyak bahagianya walau persediaan buku masih kurang. Ada kebahagiaan tersendiri melihat masyarakat terdorong untuk membaca meski sampai saat ini pemda setempat belum memberikan peran yang signifikan terhadap Klub Baca Tapak Seribu.

Hal paling menyenangkan lagi ketika merapikan buku-buku yang berantakan setelah kegiatan membaca berlangsung. Tanggapan masyarakat juga selalu baik. Mereka tidak pernah mendengar tanggapan negatif karena kegiatan ini memang dilakukan secara sukarela, sukacita, dan tidak membebani siapa pun. Klub Baca Tapak Seribu berharap dengan adanya gerakan literasi ini, semoga masyarakat Indonesia mampu menjadikan kegiatan  membaca sebagai budaya yang terus diwariskan.

Selain kegiatan membaca, ternyata komunitas ini punya beberapa trik untuk menarik pengunjung. Mereka melakukan permainan-permainan sederhana bersama anak-anak, seperti origami (seni melipat kertas). Juga membekali anak-anak dengan seni kerajinan tangan. Sementara untuk ibu-ibu, biasanya diadakan acara praktik memasak dan program penanaman pohon.

Hingga saat ini, Klub Baca Tapak Seribu masih menerima donasi buku loh. Bila Sahabat Puan tertarik menjadi donatur buku, Sahabat Puan bisa memanfaatkan program pengiriman gratis PT Pos Indonesia per tanggan 17 setiap bulannya ke alamat Club Baca Tapak Seribu,  Desa Kadindi Barat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, 84261. HP 082237997387. An.  Bunyamin.

Baca juga: Daftar Perpustakaan Jalanan di Seluruh Indonesia

Nah, Bagaimana Sahabat Puan? Anda ingin menjadi pejuang literasi juga, tetapi belum kesampaian? Selama jantung masih berdetak, kita masih bisa memulainya dari sekarang dengan semangat menggelora dan sedikit keberanian! Niscaya.

Facebook Comments