Saturday, June 23, 2018
Home > Sosok > Kuliner, Bisnis yang Tiada Matinya

Kuliner, Bisnis yang Tiada Matinya

Kuliner, Bisnis yang Tiada Matinya

Perempuan yang memilih tinggal di rumah, bukan berarti hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga saja: mencuci baju, menyetrika, mengasuh anak hingga melayani kebutuhan suami. Perempuan juga bisa bekerja di sela-sela waktunya untuk keluarga tanpa harus mengabaikan mereka. Perempuan masa kini, tak melulu berkarier di sebuah perusahaan bonafid, kantoran, perguruan tinggi, sekolah dan semua pekerjaan yang sifatnya mengikat.

Pandangan perempuan dalam memberdayakan waktunya sudah mulai bergeser. Ia tahu bahwa keluarga itu penting dan membantu suami menghasilkan pundi-pundi pun tak kalah penting. Perempuan yang sering dipanggil dengan nama depannya, yaitu Mbak Ratna adalah sosok yang meyakini pandangan tersebut.

Perempuan yang supel ini memiliki satu putra dan dua putri. Salah satu di antara putrinya menjadi inspirasi dari brand yang diusungnya. Ia akan berbagi pengalaman dengan Sahabat Puan mengenai bisnis kuliner yang digelutinya. Bisnis skala rumah tangga dengan semangat dan impiannya menuju skala besar. Sahabat Puan tidak akan rugi belajar dari perempuan yang ramah ini. Berikut obrolan seputar bisnis yang digelutinya.

Mbak Ratna, apa kabar?

Alhamdulillah, sehat.

Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Mbak Ratna mengenai bisnis yang sedang dijalankan. Semacam berbagi ilmu untuk para Sahabat Puan. Bersediakah?

Oke, saya bersedia.

Kalau boleh tahu, apa kegiatan Mbak Ratna pada beberapa minggu terakhir?

Saya sedang fokus di proses produksi dan pemasaran produk terbaru. Produk terbaru saya bakpao froozen. Brand bakpao froozen saya “Makpao”.

Mengapa memutuskan memulai usaha kuliner?

Karena usaha kuliner bisa dilakukan di rumah sambil mengurus anak. Bisa dikerjakan dengan modal kecil dan dari dapur sendiri. Setiap orang punya dapur yang bisa dimanfaatkan untuk usaha. Makan itu kebutuhan primer, setiap orang butuh makan. Jadi selama masih ada orang yang butuh makan usaha kuliner tetap menjanjikan.

Sudah sejak kapan Mbak Ratna memulai bisnis kuliner ini?

Sejak empat tahun yang lalu, sekitar tahun 2013.

Mbak Ratna bekerja sendiri atau menggaet salah satu perusahaan atau lembaga dalam mengembangkan bisnis ini?

Awalnya saya bekerja sendiri, murni usaha pribadi. Mulai tahun ini saya bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Purbalingga jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, mengelola unit produksi jurusan. Saya juga aktif di kegiatan UMKM kabupaten Purbalingga.

Apakah Mbak Ratna pernah mengalami jatuh bangun dalam melakukan bisnis di bidang ini? Bisa diceritakan kronologi singkatnya?

Kalau jatuh, alhamdulillah belum pernah dan semoga tidak pernah. Karena saya juga masih membangun bisnis ini. Awal saya jualan makanan, produk saya titipkan ke pasar dan ke lapak-lapak jajanan. Modelnya titip jual. Tapi semakin hari yang saya dapatkan bukan keuntungan tapi modal yang berkurang karena banyaknya retur. Akhirnya saya putuskan untuk kursus. Waktu itu saya memilih brownies yang saya anggap mudah pembuatannya, tidak memerlukan peralatan yang banyak dan disukai semua kalangan. Setelah saya bisa membuat  brownies yang enak, kemudian saya jual. Saya menjualnya per boks, tidak per potong. Saya juga tidak lagi menitipkan makanan saya. Saya jual keliling ke sekolah-sekolah dan ke kantor-kantor. Saya bawa tester biar pelanggan baru merasa yakin saat mau membeli brownies saya. Brownies saya bermerek Kafia Brownies. Dari situlah, kemudian produk saya berkembang tidak hanya brownies tetapi ada sus, tahu bakso, pukis dan beberapa jajanan, bahkan lauk-pauk. Saya juga menerima pesanan snack dus. Dari keliling ini, saya juga mendapat banyak link. Salah satunya diberi kesempatan untuk menjadi bagian keluarga SMK Negeri 2 Purbalingga. Ini ada satu lagi SMK di Purbalingga yang mempunyai jurusan Tata Boga mengajak saya bekerja sama. Tetapi masih perlu pembicaraan mendalam tentang formula kerja samanya.

Adakah filosofi dari produk-produk yang Mbak Ratna luncurkan?

Setiap saya membuat produk, selalu ada filosofi dan nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti Kafia brownies. Kafia saya ambil dari nama anak kedua, Kafia Ayatul Husna Arif. Kenapa Kafia dan bukan anak yang lain? Karena Kafia itu unik. Anaknya mungil, ceria, mudah bergaul, memiliki kemauan keras, telaten, suka menolong, humanis, dan senang berbagi. Kafia juga sangat perhatian dan detail. Sebagai contoh, kalau saya bikin makanan yang menurut Kafia enak, ia akan panggil semua temannya untuk mencicipi. Tapi kalo ngga enak, ya ngga akan diberikan. Semangat Kafia ini yang menginspirasi tagline Kafia Brownies, “Manisnya berbagi bersama”. Berharap dengan produk Kafia, pelanggan kami memiliki semangat seperti Kafia.  Untuk produk Makpao, yaitu produk bakpao froozen ini kami dedikasikan untuk kaum ibu. Karena kami sadar, ibu pasti akan memberikan yang terbaik. Dengan Makpao semua jadi mudah. Membantu ibu-ibu menyiapkan sarapan, bekal atau camilan. Cukup kukus 15 menit, semua siap.

Saya dengar, Mbak Ratna membentuk kelas memasak. Tolong ceritakan sejarah singkatnya?

Betul. Kelas memasak saya bernama “Kelas Memasak Kafia”. Kelas memasak ini berdiri pada bulan Oktober 2015. Kelas memasak ini adalah pengejawantahan semangat Kafia dalam berbagi. Sesuai dengan tagline “Manisnya Berbagi Bersama”. Kelas memasak ini gratis. Tempat, alat dan bahan, modul dan pelatih semua disediakan oleh Dapur Kafia. Peserta tinggal datang. Setiap peserta berkesempatan praktik dan hasilnya bisa dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga. Kami memanfaatkan Dapur Kafia sebagai tempat kursus dengan peralatan seadanya yang ada di Dapur Kafia. Peralatan yang dipunyai hampir semua rumah tangga. Kami ingin memberikan contoh kepada ibu-ibu bahwa berdaya dari dapur sendiri itu bisa. Asal punya kemauan mau memulai dan mau belajar.

Kelas Memasak Kafia
Kelas Memasak Kafia

Sejauh ini, berapa omset yang pernah diraih oleh Mbak Ratna dalam menjalankan bisnis kuliner ini?

Omset saya tergolong masih kecil. Usaha saya juga masih kategori mikro, makanya saya ingin berbenah agar bisa naik kelas menjadi usaha kecil. Omset terbesar saya biasanya di bulan Ramadhan bisa sampai 30 juta sebulan.

Baca juga: Perempuan Inspiratif ini Meraih Impiannya Melalui Bisnis Online

Kiat apa yang dimiliki oleh Mbak Ratna dalam membangun dan mempertahankan bisnis kuliner ini?

yang pasti terus belajar, terutama belajar manajemen. Baik keuangan, produksi maupun pemasaran. Karena salah satu kendala terbesar usaha mikro seperti saya, tidak tertib manajemennya, sehingga sulit sekali untuk berkembang. Tanpa manajemen yang baik, semua tidak terukur. Karena tidak terukur, maka tidak ada target dan planning. Jadi semua asal jalan. Padahal jika dikelola dengan baik tidak menutup kemungkinan untuk terus tumbuh besar. Dan satu hal lagi, harus kreatif. Pandai membaca peluang dan action. Karena rencana tanpa action itu nothing.

Yang pasti terus belajar, terutama belajar manajemen.
Yang pasti terus belajar, terutama belajar manajemen.

Mbak Ratna bisa memberi masukan untuk para Sahabat Puan yang ingin memulai bisnis tetapi masih bingung dalam memutuskan produk atau bidangnya?

Action. Apa pun yang menjadi ide segera lakukan. Tentu saja dengan perencanaan yang matang. Setelah jalan, kita bisa melakukan evaluasi dan bisa mengambil langkah selanjutnya. Jangan takut gagal, apalagi belum mencoba.

Pertanyaan terakhir untuk Mbak Ratna. Bagaimana pendapat Mbak Ratna tentang masa depan bisnis kuliner, umumnya di Indonesia dan khususnya di Purbalingga?

Kuliner Purbalingga bertumbuh pesat seiring pertumbuhan kuliner Indonesia. Selama ada orang butuh makan, di situ berkembang bisnis kuliner. Bisnis yang ngga ada matinya menurut saya, salah satunya kuliner.

Baca juga: Penerbit Indie dalam Genggaman Perempuan Muda

Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Semoga wawancara ini bermanfaat bagi para Sahabat Puan. Sukses selalu untuk Mbak Ratna.

Sama-sama. Semoga puan.co tambah berjaya dalam menebar manfaat. Sukses selalu untuk puan.co.

Ratna Farida Mansur
Ratna Farida Mansur

Biodata

Nama : Ratna Farida Mansur
Panggilan : Ratna
Lahir : Kebumen, 25 Oktober 1982
Alamat : Bobotsari RT 02/RW 09, Purbalingga (belakang Tower Telkom, Terminal Bobotsari).
Brand kuliner : “Kafia Brownies”, “Abuya Juice”, dan “Makpao”.
Cakupan : Purbalingga, Purwokerto dan Kebumen.
Kontak : 081542794404

 

Facebook Comments