Monday, December 10, 2018
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Menikmati Keindahan Alam dari Balik Jendela Pesawat

Menikmati Keindahan Alam dari Balik Jendela Pesawat

Menikmati Keindahan Alam dari Balik Jendela Pesawat

Tiap kali pergi dengan pesawat, saya selalu berharap bisa mendapatkan kursi di sisi jendela. Tak masalah mau berada di deretan kursi bagian depan, tengah atau pun di bagian belakang. Asal masih di samping jendela, itu akan mendatangkan kebahagian tersendiri bagi saya. Jika tak mendapatkan kursi di pinggir jendela, rasanya seperti ada sesuatu yang tidak sempurna selama terbang. Penerbangan akan terasa hampa dan membosankan. Perjalanan yang hanya ditempuh selama satu jam bisa terasa sangat lama sekali. Jika demikian, biasanya saya lebih memilih tidur untuk membunuh rasa takut tiap mendengar derit komponen pesawat yang kadang membuat nyali terasa ciut.

Namun akan berbeda sensasinya jika terbang dengan menempati kursi dekat jendela. Sepanjang perjalanan yang ada hanyalah luapan kegembiraan dan decak kagum. Dunia ini ternyata begitu indah. Apalagi ketika menikmatinya dari balik jendela pesawat. Di sini saya bisa merasakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang tidak mungkin setiap hari bisa dinikmati. Meski jalur penerbangannya sama, namun dilakukan pada kesempatan yang berbeda, maka sensasinya pun akan terasa berbeda pula.

Pada penerbangan dari Jakarta ke Jambi beberapa waktu lalu, saya sempat mengabadikan beberapa foto pemandangan menarik dari balik jendela pesawat. Kali ini saya melakukan penerbangan dengan pesawat garuda. Beginilah suasana ruang tunggu di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sesaat menjelang saya berangkat. Macam-macam polah mereka. Ada yang memang menunggu sambil bercengkerama dengan teman seperjalanan. Namun, penumpang yang kelelahan juga memanfaatkan ruang tunggu untuk tiduran melepas lelah.

suasana ruang tunggu di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Suasana ruang tunggu di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Tak begitu lama menunggu, pesawat kami pun akhirnya lepas landas. Begitu pesawat mulai terbang stabil, segera saya nyalakan kamaera DSLR canon EOS 1200D yang sengaja saya gantungkan di leher. Saya memandang keluar jendela. Tatapan saya menukik jauh ke bawah. Sayup-sayup masih kelihatan liukan sungai yang semakin lama terus mengecil begitu pilot menambah ketinggian terbangnya. Saya mulai membidik dari balik kaca jendela. Jepret, jepret, jepret! Meski tak bisa membidik dengan leluasa, tapi saya cukup puas bisa mengabadikan momen istimewa itu. Tak saya hiraukan lirikan penumpang di kursi sebelah yang melihat aksi saya sepanjang penerbangan.

kelihatan liukan sungai yang semakin lama terus mengecil
Kelihatan liukan sungai yang semakin lama terus mengecil

Lebih tinggi lagi rupanya pemandangan semakin memesona. Gumpalan awan putih bertabur di bawah badan pesawat. Tak ubahnya seperti gerombolan domba di padang gembalaan dengan seragam bulu putih dan tebal. Indah sekali. Ini tak bisa dinikmati jika tidak sedang mengintip dari jendela pesawat. Nun jauh di ujung sana, perpaduan langit biru dan awan tipis yang terbang dan berarak pelan membuat sempurna pemandangan di siang itu.

Tak lama kemudian saya menemukan foto yang lebih menakjubkan. Ini foto tumpukan awan putih yang terlihat sangat lembut. Melihat pemandangan seperti ini memunculkan pikiran liar di kepala: alangkah asyiknya jika bisa menghambur ke sana dan merasakan kelembutannya. Dan saya tak mungkin melakukan itu. Cukup sebatas dalam pikiran saja. Memangnya mau mati konyol, hehe…. Karena sibuk memotret dan mengagumi kemolekan karya Tuhan, tanpa terasa perjalanan Jakarta-Jambi ternyata sudah harus berakhir. Padahal, rasa bosan dan kantuk belum sempat menyapa meski sekejap. Tahu-tahu roda pesawat sudah menginjak landasan pacu bandara Sultan Thaha Jambi. Mesin pesawat menderu kencang sebelum akhirnya berhenti sempurna. Begitulah sensasi menikmati keindahan alam dari balik jendela pesawat versi saya. Mungkin anda mau mencoba?

Perpaduan langit biru dan awan tipis
Perpaduan langit biru dan awan tipis
Facebook Comments