Monday, December 10, 2018
Home > Literasi > Pendidikan > Pendidikan bagi Generasi Z dan Alpha

Pendidikan bagi Generasi Z dan Alpha

Pendidikan bagi Generasi Z dan Alpha

 

Teori generasi bergulir dengan cepat beberapa minggu terakhir di media online. Meski masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang teori ini, tetapi lambat laun akan tersebar hingga puncak viralnya. Beberapa tahun lalu, teori ini sudah dibahas oleh sebagian orang, bahkan para pendidik sudah ada yang menuliskannya. Akan tetapi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami teori ini masih terasa lambat.

Tidak hanya sekedar teori, pengetahuan tentang perubahan mendasar dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan titik utamanya. Pengetahuan tersebut akan membawa orangtua dan pendidik memperlakukan generasi termuda dengan cara berbeda sehingga bisa memaksimalkan potensi mereka.

Teori generasi yang disampaikan oleh William Strauss dan Neil Howe beberapa puluh tahun yang lalu, batasan waktunya dimulai sejak pasca Perang Dunia II. Mereka membagi menjadi empat generasi, yaitu Generasi Baby Boomer (kelahiran tahun 1945-1964), Generasi X (kelahiran tahun 1965-1980), Generasi Y (kelahiran tahun 1981-1994), dan Generasi Z (kelahiran tahun 1995-2010).

Perkembangan selanjutnya, teori generasi tersebut kemudian berkembang dan memunculkan generasi berikutnya, yakni Generasi Alpha yang ditaksir diisi oleh mereka yang dilahirkan di tahun 2011 hingga 2025. Setelah generasi Alpha maka muncul generasi Betha dan seterusnya.

Memahami perubahan setiap generasi itu penting supaya dapat mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pendidikan merupakan sarana paling tepat untuk mencapai tujuan itu. Pendidikan bagi generasi Z dan Alpha tak lepas dari teknologi. Sedari lahir, mereka sudah tidak asing dengan gadget dan internet. Maka, pendekatan dalam pendidikan juga harus bersinggungan dengan kedua hal tersebut.

Baca juga: Startup Education, Solusi Pendidikan Era Digital

Kreativitas yang diciptakan oleh mereka tidak terlepas dari perkembangan teknologi dengan kecepatan informasi yang tak terbatas. Mereka tidak bergantung pada sumber informasi manual seperti buku, koran atau selebaran. Kecepatan informasi yang mereka peroleh membuat cara berpikirnya pun semakin cepat, tak suka bertele-tele dan multitalenta.

Orangtua yang berada di posisi generasi X dan Y harus memahami perubahan tersebut, sehingga dapat memberikan pendidikan yang tepat bagi mereka. Cara pandang dan pengetahuan orangtua sangat memengaruhi keberhasilan Generasi Z dan Alpha dalam memandang masa depan.

 

Facebook Comments