Sunday, November 19, 2017
Home > Literasi > Opini > Beras Hitam, Superfood yang Terlarang

Beras Hitam, Superfood yang Terlarang

Beras Hitam Si Superfood yang Terlarang

Selama ini kita akrab dengan beras putih sebagai makanan pokok sehari-hari. Namun, bagi penderita diabetes dan penyakit tertentu yang mengharuskan diet, serta bagi individu tertentu yang ingin menjaga kesehatan, beras putih harus disingkirkan dalam menu makanan dan diganti dengan beras merah. Tak heran jika beras merah paling populer dikenal sebagai menu bahan pokok yang menunjang bagi peningkatan pola hidup sehat.

Oleh karena itu, tak banyak orang mengenal beras hitam sebagai salah satu jenis beras yang paling kaya manfaat dan lebih menyehatkan ketimbang beras merah apalagi beras putih. Padahal, beras hitam sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Indonesia bahkan menjadi lokasi budidaya beras hitam terbesar di Asia Tenggara.

Bangsa Cina adalah yang pertama kali mengenali beras hitam ini. Pada zaman dahulu, beras hitam di Cina hanya dikonsumsi oleh kalangan istana raja, rakyat biasa terlarang untuk menggunakannya sebagai bahan makanan pokok. Jika rakyat biasa ketahuan mengonsumsi beras hitam, maka mereka akan dihukum mati. Dari sinilah kemudian beras hitam disebut dengan beras terlarang atau forbidden rice.

Beras hitam diyakini oleh para ahli gizi memiliki kemampuan penyembuhan, dan dinobatkan sebagai salah satu biji gandum yang paling sehat di dunia. Beras hitam juga dujuluki dengan sebutan superfood. Profesor teknologi pangan dari Louisiana State University, Zhimin Xu menginformasikan bahwa satu sendok beras hitam memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Sebagai super food,  beras hitam juga memiliki  kandungan protein yang tinggi, kaya akan vitamin dan mineral, bebas gluten. Tak heran jika beras hitam diklaim dapat melindungi jantung, apalagi untuk kesehatan pencernaan, menunjang program diet, meningkatkan ketajaman fungsi otak,  dan sangat baik bagi pengelolaan penyakit diabetes.  Beberapa penelitian bahkan menunjukkan hasil bahwa beras hitam juga memiliki kemampuan untuk detoksifikasi fungsi hati pada manusia.

Namun beras hitam memerlukan upaya ekstra untuk memasaknya dibanding beras putih maupun beras merah. Sebelum dimasak, beras hitam perlu direndam terlebih dahulu sekitar tiga puluh menit atau satu jam. Kemudian setelah itu baru dimasak dengan air yang banyak. Menanaknya pun perlu dilakukan ekstra sampai beras hitam benar-benar dapat dipastikan melunak.

Beras hitam organik kini dapat dijumpai di swalayan atau supermarket terdekat. Satu kilogram beras hitam organik biasanya dijual seharga dua puluh lima ribu rupiah hingga tiga puluh lima ribu rupiah.

Facebook Comments