Monday, December 10, 2018
Home > Gaya Hidup > Ibu dan Anak > Bunda, Perhatikan Emosimu demi Si Buah Hati

Bunda, Perhatikan Emosimu demi Si Buah Hati

Perhatikan Emosimu demi Si Buah Hati

Pernahkah Sahabat Puan merasa sangat marah dan lelah karena tingkah laku si buah hati? Bisa dipastikan pernah mengalaminya. Saat badan merasa lelah dengan pekerjaan rumah, terlebih lagi bagi yang menjalani karier di luar rumah, bisa dipastikan lebih lelah. Apalagi sedang terjadi masalah yang cukup rumit dan si buah hati bertingkah laku yang tidak sesuai harapan. Maka, darah pun mengalir cepat ke jantung sehingga berdetak kencang dan tak bisa lagi menahan emosi.

Dan, keluarlah kata-kata kasar bahkan tangan bisa melakukan kekerasan kepada tubuh si buah hati. Jika itu terjadi, segera menyadarkan diri dan menatap wajahnya yang tak berdosa itu. Wajah itu tak sanggup menerima amarah yang belum tentu dipahami olehnya. Terkadang si buah hati belum paham benar dengan kesalahan yang telah diperbuatnya. Perlu penekanan sekali lagi kepadanya dengan memberi pemahaman yang bisa dipahami olehnya.

Baca juga: Menangani Tantrum ala Drew Barrymore

Ingatlah bahwa si buah hati adalah bagian terindah dari hidup dan hasil dari cinta sepasang manusia yang saling mencintai. Atau si buah hati sudah lama dinantikan kehadirannya selama bertahun-tahun dengan segala daya upaya untuk membuatnya ada di dunia.

Perlakukanlah si buah hati dengan lemah lembut, namun tidak terlepas dari ketegasan supaya menjadikannya pribadi yang tangguh. Rasa kasih sayang tulus meski disampaikan dengan kalimat dan tindakan yang tegas pada akhirnya akan dirasakan oleh si buah hati.

Saraf-saraf di kepala seorang anak, terutama balita, sedang mengalami proses pembentukan untuk menjadi sempurna. Karenanya perlu sekali menerima kata-kata yang baik dari orang tuanya. Bunda menjadi orang terdekat dalam kehidupan mereka. Sikap Bunda menjadi pengaruh terbesar dari terbentuknya kesempurnaan saraf-saraf di otak.

Penelitian terkini yang membuktikan bahwa ada keterkaitan antara kemarahan dengan otak balita yakni penelitian yang dilakukan oleh Lise Gliot terhadap buah hatinya. Ia melakukan tes perekam otak kepada buah hati yang masih balita itu. Perubahan terjadi saat si buah hati dibelai kepalanya oleh sang Bunda dengan saat ia menerima bentakan.

Saat kepala si buah hati dibelai, rangkaian warna yang indah terbentuk di kepalanya. Berbeda saat ia dibentak, rangkaian itu pecah dan berubah warna. Penelitian tersebut menandakan bahwa otak balita sangat sensitif dalam menerima reaksi. Bahkan beberapa artikel menyebutkan bahwa kemarahan bisa merusak saraf si buah hati.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Anak Perempuan Kangen Ayah

Kerusakan saraf tersebut tidak serta merta terlihat secara kasat mata jika tidak menggunakan alat medis, namun bisa dideteksi dengan sifatnya, seperti: minder, apatis, introvert, keras kepala dan lainnya. Bukankah, sifat-sifat tersebut tidak baik untuk si buah hati?

Jika tak ingin si buah hati memiliki sifat yang buruk, maka perhatikanlah emosi Sahabat Puan sebagai Bundanya mulai saat ini. Apa yang dilakukan Bunda akan mempengaruhi si buah hati seumur hidupnya. Ingatlah itu wahai Bunda.

Facebook Comments