Thursday, June 21, 2018
Home > Peluang Bisnis > Melirik Bisnis Cake Artis: Mamahke Jogja (2)

Melirik Bisnis Cake Artis: Mamahke Jogja (2)

Bisnis Cake Artis Zaskia Adia Mecca

Zaskia Adia Mecca merasa ada yang perlu dilakukan saat mengunjungi Yogyakarta selain bertemu dengan keluarga suaminya. Ia pun meminta saran kepada Irwansyah yang sudah lebih dahulu memulai bisnis cake dan tergolong sukses. Akhirnya istri dari Hanung Bramantyo ini memutuskan bergabung ke dalam Jannah Corp sebagai perkumpulan bisnis oleh-oleh para artis.

Baca juga: Melirik Bisnis Cake Artis: Medan Napoleon (1)

Konsep yang diinginkan oleh perempuan yang biasa dipanggil Kia ini yaitu berkaitan dengan kota Pelajar. Dari pembuatan cake hingga gerai pun harus bernuansa Yogyakarta. Bahkan nama toko kue oleh-oleh ini pun bukan seperti dugaan pembaca yang diartikan “Mamah pergi ke Jogja” melainkan “Mencitarasakan Jogja.” Mamahke dalam bahasa Jawa berarti mencitarasakan bukan Mamah ke. Dilihat dari nama yang dipilih, sepertinya Zaskia ingin mencitarasakan Jogja dalam sebuah cake.

Karena masih satu naungan dengan Medan Napoleon, maka strategi bisnis cake yang pertama kali dibuka pada 19 Mei 2017 ini tidak jauh berbeda, namun bukan berarti sama persis. Ada beberapa strategi bisnis yang menarik di Mamahke Jogja. Pertama, Mamahke Jogja berlokasi strategis di kompleks wisata di dekat Taman Sari, tepatnya di Jalan Taman KT 1/329 (selatan Taman Sari). Lokasi ini sangat mudah ditemukan oleh para wisatawan, apalagi yang menyewa sepeda lampu atau menyewa becak. Jika berkeliling sekitar Keraton Yogyakarta dari Alun-Alun Lor hingga Alun-Alun Kidul, maka wisatawan akan melewati gerai Mamahke Jogja.

Kedua, konsep yang Jogja banget sudah ditentukan dari awal sehingga dalam menarik konsumen di instagram, Mamahke Jogja menyelipkan strategi yang cukup unik yakni lelucon-lelucon dalam bahasa Jawa. Tentu saja para follower yang sebagian besar merupakan konsumen menjadi tertarik untuk menantikan lelucon-lelucon yang membuat bibir tersungging.

Salah satu lelucon yang unik, misalnya Duwe pacar kok koyo pulpen, yen pra ilang yo dipek konco, artinya punya pacar kok seperti pena, kalo tidak hilang ya diambil teman. Atau pantun lucu dalam rangka merayakan Tahun Baru Hijriah tetapi yang dibidik para jomblo: Mlaku-mlaku tuku sajadah/ Ojo lali nyomot kopyah/ Selamat Tahun Baru Hijriah/ Mugo berkah lan cepet nikah, artinya Jalan-jalan beli sajadah/ Jangan lupa beli kopiah/ Selamat Tahun Baru Hijriah/ Semoga barakah dan cepat menikah. Lumayan lucu bukan?

Baca juga: Peluang Bisnis yang Banyak Diburu Konsumen

Selain menghibur para follower, Mamahke Jogja juga memiliki trik yang ketiga untuk menggaet konsumen, yaitu dengan membuat pojok swafoto atau selfie dengan latar belakang keluarga artis dan sutradara pemilik Mamahke Jogja tersebut.

Keempat, Mamahke Jogja mempromosikan tempat-tempat wisata yang  ada di Yogyakarta kepada para follower instagram. Selain mengenalkan cake dengan enam varian, Mamahke Jogja juga memiliki misi yang lain untuk memajukan wisata Yogyakarta.

Kelima, meski strategi terakhir, namun menjadi strategi yang patut diacungi jempol. Mamahke Jogja bersedia menjalin kerja sama dengan PMI Yogyakarta dalam menggalang para pendonor darah. Kegiatan ini belum lama dilakukan, tepatnya 17 September 2017 dan menjadi pertama kalinya Mamahke Jogja bekerja sama dalam bidang kemanusiaan. Tentu saja perlu diapresiasi tindakan ini karena pemilik Mamahke Jogja tidak sekedar memikirkan bisnis tetapi juga mau berbagi dengan masyarakat.

Sahabat Puan yang sudah memiliki bisnis sendiri dan terinspirasi dengan strategi bisnis Mamahke Jogja, silakan segera dilaksanakan idenya sehingga segera terwujud.

Facebook Comments