Sunday, May 27, 2018
Home > Gaya Hidup > Ibu dan Anak > Penghitungan Usia Manusia Menurut Budaya Tionghoa

Penghitungan Usia Manusia Menurut Budaya Tionghoa

Penghitungan Usia Manusia Menurut Budaya Tionghoa

Di Indonesia, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdarah Tionghoa tidaklah sedikit. Sehingga kebudayaan-kebudayaan Tionghoa yang ada bukanlah sesuatu yang asing atau harus dijauhi. Misalnya saja bila Imlek tiba, bukan hanya WNI berdarah Tionghoa saja yang merasakan kemeriahannya, melainkan juga WNI non-Tionghoa. Biasanya mal-mal menjelma merah. Acara-acara hiburan khas budaya Tionghoa pun bermunculan.

Berbicara mengenai budaya Tionghoa lainnya, salah satu keunikannya, yakni mengenai penghitungan usia manusia. Menurut budaya Tionghoa, seorang bayi yang baru lahir langsung berusia satu tahun. Penghitungan usia memang dilakukan sejak bayi berada dalam kandungan sang ibu meskipun hamil hanya dalam kurun waktu sembilan bulan, tetapi bayi yang baru lahir sudah dihitung berusia satu tahun. Sementara menurut penghitungan yang kita gunakan (penghitungan barat), bayi yang baru lahir masih berusia 0 bulan. Setelah berjalan dua belas bulan, barulah bayi tersebut berusia satu tahun.

Baca juga: 3 Zodiak Ini, Ayah yang Tepat untuk Calon Anakmu

Bila bayi Tionghoa akan merayakan ulang tahunnya yang pertama, maka perayaan usianya dianggap dua tahun. Bila bayi Tionghoa akan merayakan ulang tahunnya yang kedua, maka perayaan usianya dianggap tiga tahun. Begitu seterusnya. Sementara menurut perhitungan barat, perayaan pertama ulang tahun usianya tetap dihitung satu tahun. Perayaan kedua ulang tahun usianya tetap dihitung dua tahun. Begitu seterusnya.

Mengapa bisa demikian? Banyak interpretasi masyarakat yang berbeda-beda. Beberapa orang ada yang kebingungan. Beberapa lagi pasrah dengan mengatakan, “Di dalam China memang sudah ditetapkan demikian.” Sahabat Puan ada yang tahu alasannya?

Analogi penghitungan usia berdasarkan budaya Tionghoa dapat digambarkan melalui deskripsi ini. Anak kecil yang baru sehari memasuki kelas satu sekolah dasar sudah dihitung dari awal bahwa anak tersebut dinyatakan kelas satu. Meskipun kenyataannya, anak tersebut belum menjalani kelas satu secara tuntas selama satu tahun. Bila anak tersebut naik ke kelas dua, artinya anak tersebut sudah menjalani sekolah selama satu tahun. Ketika anak baru menjalani kelas dua selama beberapa hari, anak tersebut belum genap menjalani sekolah selama dua tahun, tetapi sudah dinyatakan kelas dua. Begitu seterusnya.

Jadi, sederhananya, penghitungan usia Tionghoa, yakni menghitung usia untuk tahun yang baru akan dimasuki. Sementara penghitungan barat, usia dihitung berdasarkan waktu yang telah terjadi (waktu lampau).

Nah, Sahabat Puan, kira-kira usia Anda jadi berapa bila dihitung berdasarkan penghitungan budaya Tionghoa?

Facebook Comments