Sunday, November 19, 2017
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Taman Remaja Muaratembesi, Tempat Nongkrong para ABG

Taman Remaja Muaratembesi, Tempat Nongkrong para ABG

Jika sedang melintas di Kabupaten Bata

Jika sedang melintas di Kabupaten Batanghari, tak ada salahnya mampir sejenak ke Taman Remaja Muaratembesi. Taman ini dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektar yang dulunya adalah bekas terminal Muaratembesi. Lokasinya sangat strategis; berada di simpang tiga Batanghari – Sarolangun – Tebo. Setelah bertahun-tahun tak terurus, eks terminal ini kemudian diusulkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Ide pembangunan taman di sini sepertinya sudah tepat, sebab kawasan ini merupakan pusat keramaian di Kecamatan Muaratembesi.

Alhasil, taman remaja belakangan menjadi ikon terbaru di kawasan ini. Jika Kota Jambi bisa bangga memiliki taman jomblo, maka Muaratembesi juga bangga memiliki taman remaja. Sesuai dengan namanya, tempat ini memang banyak dikunjungi para Anak Baru Gede (ABG) alias remaja. Setidaknya begitu yang saya lihat saat mengunjungi taman ini pada Minggu, 4 September lalu.

Icon Taman Remaja
Icon Taman Remaja

Sebenarnya sudah lama saya ingin berkunjung ke taman ini dan keinginan itu baru kesampaian pada sore Minggu itu. Saya sengaja datang di saat sore hari, karena saya tahu tempat ini dulunya adalah bekas terminal bus yang lama tak terawat. Yang namanya lahan bekas terminal sudah pasti tidak banyak pohon rindang yang menaungi. Sehingga waktu yang paling pas untuk mengunjunginya adalah memilih di pagi hari atau sore hari.

Saat tiba di sana beberapa remaja sudah nongkrong di beberapa bangku dan pojok taman. Ada yang berpasangan, ada pula yang datang beserta rombongan. Mereka sibuk berswafoto dari berbagai sisi. Sebagian lagi duduk santai melahap minuman dan makanan ringan yang mereka bawa untuk teman bersantai.

Saya berjalan santai mengitari taman. Memotret beberapa objek yang saya anggap menarik untuk diabadikan. Taman ini cukup indah dan teduh karena ditanami aneka bunga dan tanaman hias. Di tengah taman juga tersedia tempat bersantai. Ada beberapa bangku beton yang terpajang setiap saat. Kebersihan taman juga lumayan terjaga. Sebab, di sana juga tersedia tempat pembuangan sampah organik dan non organik.

Tepat di tengah taman, terdapat tugu menjulang tinggi. Di situ tertulis Tugu Kirab Remaja II Tahun 1991 Kabupaten DATI II Batanghari. Tugu ini diresmikan oleh ketua Kirab Remaja Remaja Nasional II Tahun 1991, Ny. Hj. Siti Hardiyanti Rukmana. Nah, dari sini saya baru bisa menyimpulkan mengapa tempat ini dinamakan taman remaja. Tak lain dan tak bukan, karena di situ berdiri tugu Kirab Remaja nasional tersebut. Saya pun mengabadikan foto tugu tersebut.

Tugu Kirab Remaja
Tugu Kirab Remaja

“Kami difoto juga dong, Om!” teriak sekelompok remaja putri yang sebelumnya sibuk berswafoto.

Saya arahkan lensa kamera kepada mereka. Cekrek, cekrek, beberapa kali. Mereka mengatur pose tanpa diarahkan. Usai difoto mereka tersenyum puas. Wajahnya tampak sumringah. “Masuk koran, ya Om. Masukin TV juga ya, biar jadi terkenal,” canda mereka.

“Nanti saya masukin ke media online. Ditunggu aja ya,” jawabku sekenanya sambil berlalu.

Muaratembesi kini memang mulai bersolek. Selama ini Muaratembesi sering kali dianggap sebagai kota tua yang sudah kian uzur. Anggapan itu mendapat pembenaran, karena daerah ini memang sangat kental dengan sejarah masa lalu. Di sini masih bisa ditemukan beberapa bangunan peninggalan masa kolonial. Ada bekas benteng di pinggir Sungai Batanghari, bekas bangunan bioskop, bangunan penjara, dan seabrek peninggalan sejarah masa lalu lainnya. Sayangnya, semua itu tak terawat dengan baik. Padahal, jika dikelola ini akan menjadi aset penting sebagai destinasi wisata sejarah yang bisa dibanggakan oleh Kabupaten Batanghari.

Jika Sahabat Puan berminat datang ke Muaratembesi, sebenarnya banyak tempat wisata lainnya yang bisa dieksplor. Tak hanya terfokus pada taman remaja saja, namun ada beberapa objek wisata sejarah peninggalan masa kolonial Belanda yang tak kalah menarik untuk didatangi.

Facebook Comments