Saturday, June 23, 2018
Home > Sosok > Yuliana Fasha: Perangi Hoax dengan Rajin Membaca!

Yuliana Fasha: Perangi Hoax dengan Rajin Membaca!

Foto Yuliana Fasha

Yuliana Fasha tak pernah menyangka akan berada di posisinya seperti sekarang ini, sebagai ibu tiga anak yang berprofesi dosen, sekaligus menjadi istri walikota dan ketua TP PKK Kota Jambi. Meski istri seorang walikota, ia lebih suka disebut sebagai istri Sy. Fasha, daripada disebut sebagai istri Walikota Jambi.

Semenjak suaminya dilantik menjadi Walikota Jambi pada tahun 2013, kegiatan Yuliana juga menjadi lebih padat. Menyikapi hal itu, ia tentu harus piawai mengefektifkan dan membagi waktu antara pekerjaan dan urusan keluarga. Dalam hal ini ia tetap memberlakukan skala prioritas. Bila harus memilih di antara semuanya, ia tetap akan menomorsatukan urusan keluarga.

Menurut Yuliana, sebagai seorang walikoita tentunya kegiatan suaminya sangat banyak dibanding sebelumnya. Terkadang harus meninggalkan keluarga ke luar kota demi tugas negara. Hal tersebut tidak lantas membuatnya marah-marah kepada suaminya meski tak banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Kunci utamanya adalah sabar dan setia kepada suami. Dua sifat sederhana ini sangat baik dimiliki oleh seorang istri sehingga menjadi salah satu kunci kebahagiaan dalam berumah tangga.

Baca juga: Sy. Fasha: Memoar Daun Suji dan Berkah Kemiskinan

Kesabaran yang tertanam di hati Yuliana ternyata karena ia terinspirasi oleh Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW. Kesabaran Khadijah digambarkan Yuliana melalui kisah perjalanannya saat mengantarkan makanan suaminya ke gua hira. Gua yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam, sebab di sinilah pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, yakni Qs. Al-Alaq: 1 – 5 yang salah satu ayatnya berisi perintah untuk membaca. Untuk mencapai ke tempat persembunyian suaminya, Khadijah setiap hari harus mendaki setinggi kurang lebih 640-an meter dan ia tidak pernah mengeluh. Sahabat Puan bisa membayangkan ketinggiannya, sungguh perjuangan istri yang tidak sia-sia. Khadijah pun memercayai wahyu yang diterima suaminya itu sehingga ia ditetapkan sebagai perempuan pertama yang beriman kepada Allah SWT. Sifat-sifat Khadijah yang luar biasa diam-diam tertanam di hati Yuliana.

Selain sabar dan setia, perempuan juga harus mandiri. Kemandirian pada seorang perempuan adalah hal yang penting mengingat perempuan bukanlah makhluk yang lemah. Misalnya pada saat bertugas ke kampus, Yuliana lebih senang menyetir mobil sendiri daripada harus dikawal. Menurut Yuliana, perempuan harus cerdas dan harus lebih banyak belajar kepada siapa saja yang dapat memberikan sumber ilmu.

Sebab dengan terus belajar dan memperbaiki diri, otomatis kualitas diri perempuan akan terbentuk. Meningkatkan kualitas diri dengan ilmu akan mampu mendidik dan melahirkan generasi berkualitas yang kelak akan membangun bangsa menjadi lebih baik.

Memang, keterdidikan perempuan dari masa ke masa sangatlah penting. Perempuan harus mandiri dan menjadi diri sendiri dalam artian tidak manja dan selalu bergantung kepada laki-laki, sehingga  perempuan mampu mengurusi banyak hal, tidak hanya dalam wilayah keluarga saja, tetapi juga di wilayah publik,“ tuturnya kepada puan.co di sela-sela jadwal shooting pembuatan video promosi batik Jambi, di Sanggar Batik Mudung Laut, Seberang, Kota Jambi, (Jumat, 22/9).

Pada kesempatan itu Yuliana menceritakan sekelumit kisah adik perempuannya yang telah bergelar Master dan menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Unsri, kemudian lebih memilih berhenti untuk mengasuh buah hatinya. Menurutnya keputusan ini bukanlah hal yang salah, sebab menjadi ibu bukanlah hal yang mudah, sementara pendidikan yang telah didapatkan sampai Master pun tidak akan sia-sia. Meski tidak lagi sebagai dosen, perempuan yang berpendidikan tinggi pasti memiliki pola asuh terhadap anak yang lebih baik dibanding yang tidak berpendidikan. Intinya, mau menjadi apa pun nantinya, seorang perempuan harus berpendidikan tinggi sebab dengan wawasan pendidikan yang tinggi pula perempuan akan mampu mencetak anak-anaknya sebagai generasi penerus yang berkualitas.

Saat menyinggung masalah batik Jambi, ia mengatakan bahwa batik tidak hanya dekat dengan kaum perempuan, tetapi juga mampu merangkul kaum laki-laki. Saat ini Yuliana bersama tim Dekranasda Kota Jambi tengah bersemangat mempromosikan batik Jambi sebagai upaya pelestarian budaya. Salah satu kampanyenya adalah cintai budaya berbatik Jambi agar selain masyarakat lebih berbudaya, masyarakat bisa bangga terhadap identitas yang dimilikinya. Dalam waktu dekat, batik Jambi akan dipromosikan di ajang bergensi Jakarta Fashion Week.

Selain menyukai batik Jambi, Yuliana juga sangat menyukai batik Lasem dan batik Madura karena memiliki corak yang unik dan warna yang lebih khas. Yuliana mengatakan bahwa batik Jambi hingga saat ini mampu menghidupi pengrajinnya, hanya saja kecintaan masyarakat Jambi sendiri terhadap batik masih kurang sehingga perlu dilakukan upaya-upaya tertentu, salah satunya penguatan pangsa pasar di Jambi.

Berbicara tentang gerakan literasi nasional yang saat ini sedang gencar digembar-gemborkan di Indonesia, Yuliana diam-diam ternyata suka membaca sastra. Aktivitas membaca, selain merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, membaca mampu memerangi kebodohan. Meski pendidikan Yuliana berlatar ekonomi, Yuliana sangat menyukai novel-novel Andrea Hirata.

“Sayangnya, rendahnya minat baca di Indonesia membuat warganet terkadang mudah memercayai begitu saja informasi yang diterima meskipun informasi tersebut masih berupa potongan-potongan yang belum lengkap. Saya sangat prihatin jika warga Indonesia tidak mau membaca, padahal membaca itu sangat menguntungkan. Selain menambah wawasan, membaca mampu membuat seseorang terhindar dari berita hoax. Faktanya, penduduk di Jambi, bahkan Indonesia bisa dihitung pakai jari yang suka membaca buku,” ucap Yuliana.

Di era digital seperti sekarang ini, banyak informasi bermunculan dan tidak semuanya menayangkan kebenaran. Ada saja ulah sebagian oknum nakal yang berani membuat berita bohong demi keuntungan pribadi seperti yang baru-baru ini ditangkap oleh kepolisian Indonesia, sebut saja Saracen, sindikat penebar kebencian. Jika seseorang rajin membaca buku pasti akan lebih selektif memilih dan memilah berita yang akan ia baca. Informasi-informasi yang telah tersimpan di dalam memori akan membuat seseorang yang rajin membaca semakin kritis dalam memercayai informasi yang masuk, tidak serta-merta langsung percaya dan memakannya mentah-mentah.

“Jika membaca sebuah informasi, saya harus menggali dulu sampai ke akar-akarnya, bila informasi yang saya dapatkan hanya sepotong, saya tidak lantas percaya begitu saja, pasti akan saya cari tahu terlebih dahulu. Kita harus kritis agar tidak termakan berita hoax. Jika kita tidak berhati-hati, kita akan hanyut terbawa arus kebohongan,” tuturnya.

Yuliana berharap  agar generasi muda masa kini harus lebih selektif dalam memercayai keakuratan sebuah informasi yang baru saja diterima. Bila hanya menerima informasi sepotong-sepotong, gali dulu informasi tersebut sampai ke akar-akarnya!

Bagaimana dengan Sahabat Puan? Masih suka membaca buku kan? Bila tidak rajin membaca mulai dari sekarang, maka berhati-hatilah tenggelam dalam berita hoax. Mari berantas kebodohan dengan membaca!

 

BIODATA

Nama : Yuliana
Pendidikan : S-2 Akuntansi UGM
Pekerjaan : Dosen di jurusan Akuntansi FEB Universitas Jambi
Nama Suami : Syarif Fasha
Nama Anak :
  1. Syalina Naurah
  2. Raehan Syahputra
  3. Muhammad Fabian Syahputra
Pengalaman Organisasi :
  1. IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) 2008 – 2013
  2. Ketua TP PKK Kota Jambi 2013 – sekarang
Facebook Comments