Tuesday, September 25, 2018
Home > Dapur Puan > Kuliner > Gigi Eat Cake yang Nostalgis dan Menggigit

Gigi Eat Cake yang Nostalgis dan Menggigit

Gigi Eat Cake

Sebelum pulang ke kota kelahiran, saya menyempatkan mampir ke toko kue milik artis Nagina Slavina (Gigi). Sebab perjalanan saya ke Depok beberapa bulan lalu, tak sempat membuat saya berkunjung ke sana. Padahal, tempat saya menginap sangat dekat dengan toko oleh-oleh khas artis ini. Selama di Depok, saya menginap di Kos Putri Griya Setya, Jalan Kapuk 2A, Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Sementara Gigi Eat Cake beralamat di Jalan Margonda Raya 27 Depok, Jawa Barat. Dari kos ke Gigi Eat Cake saya tempuh sekitar lima menit dengan berjalan kaki. Ya, sekadar membeli oleh-oleh untuk keluarga, syukur-syukur bertemu artisnya langsung.

Baca juga: Melirik Bisnis Cake Artis: Medan Napoleon

Gigi Eat Cake
Gigi Eat Cake

Sebenarnya saya hanya penasaran, bagaimana sih toko oleh-oleh khas artis itu. Sebab kata teman saya, toko kue milik artis itu sudah buka sejak pukul 07.00 WIB, maka pukul 07.30 WIB, saya bersama seorang teman terlebih dulu memesan bubur ayam di seberang kampus Gunadarma Margonda. Kemudian kami menelusuri trotoar hingga sampai ke lokasi tujuan. Toko kuenya masih sepi. Hanya ada seorang satpam dengan beberapa motor yang terparkir di depannya dan seorang kasir. Dalam bayangan saya, toko kue ini memiliki tampilan yang besar dan mewah. Namun saya salah, ternyata toko oleh-oleh khas artis ini hanya terdiri dari satu ruko saja.

Di hadapan kasir, saya kebingungan hendak membeli kue yang mana. Di belakang kasir sudah ada poster berupa delapan varian kue dengan variasi harga berbeda pula. Delapan varian kue tersebut antara lain, d-Cheeze, d-Choco, Berry, cheeze pink, pisu, pandan, coju, dan cokelat kuadrat. Delapan harga kue ditaksir mulai dari Rp 60.000,00 hingga Rp 65.000,00. Karena saya suka keju, akhirnya saya putuskan membeli dua, yakni d-Cheese dan cheeze pink. Oh iya, di dalam toko ini terdapat print out foto Gigi sekeluarga yang ukurannya setinggi orang dewasa. Pengunjung yang datang ke sini tentunya bisa berfoto bersama dengan duplikat Gigi sekeluarga.

Baca juga: Melirik Bisnis Cake Artis: Mamahke Jogja 

Kami pulang menuju kos. Di perjalanan, saya sudah tidak sabar mencicipi rasanya. Setelah mengambil pesanan bubur ayam, akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba. Ketika sampai di lantai dua, teman saya membuka kotak kue bercita rasa d-Cheese sebab cita rasa cheeze pink akan dibawa pulang ke Jambi sebagai oleh-oleh. Teman saya mengiris kue itu dan menggigitnya dengan hati-hati. Katanya, rasanya mirip kue lebaran dan lumayan menggigit. Taburan kejunya sangat banyak dan bagian tengah kue ini  terdapat lapisan yang chruncy seperti adonan kue pie. Saat saya membelah kue ini, lapisan tengahnya berwarna cokelat dan lebih keras dari lapisan atas. Rasanya terasa sangat mirip dengan susu SGM putih. Terasa manis dan lumayan mengingatkan saya akan masa lalu, sebab saat kecil dulu, saya pernah mengonsumsi susu tersebut. Namun, teman saya tak bisa berhenti makan. Rasa-rasanya, mungkin ia ketagihan.

Saya pulang ke Jambi membawa serta cheezy pink. Sesampai di rumah, rasa penasaran saya akan gigitan cheezy pink menghilang. Khusus cheezy pink, lapis tengahnya terasa lembut. Rasa manis selai strawbery. Taburan kejunya sangat banyak hingga berjatuhan ke dasar kotak pembungkusnya. Bila dibandingkan keduanya, saya lebih suka d-Cheese dibanding cheezy pink. Selain karena rasanya, mungkin karena memoar di baliknya, bahwa kue ini mampu mengembalikan ingatan masa kecil yang sempat terlupakan.

Facebook Comments