Wednesday, December 12, 2018
Home > Lingkungan > Ingin Memanen Buah Segar di Pekarangan Sempit?

Ingin Memanen Buah Segar di Pekarangan Sempit?

Tabulapot

Siapa tak ingin memiliki rumah yang asri dikelilingi pohon-pohon? Selain teduh, sirkulasi udara yang akan masuk ke setiap ruangan juga segar dan menyehatkan. Rumah minimalis Anda juga akan terlihat cantik dan menawan. Satu lagi yang bikin air liur meleleh, Anda akan punya kesempatan memanen buah segar dari pekarangan rumah sendiri. Apakah itu benar-benar bisa? Tentu saja, asalkan mau serius dan mengubah cara berpikir dalam mengelola pekarangan sempit.

Baca juga: Begini Cara Memanfaatkan Pekarangan Sempit

Namun, biasanya banyak yang langsung bilang begini: saya tinggal di perumahan sempit, mana mungkin bisa punya pohon. Atau ada yang berucap seperti ini, lahan saya sangat terbatas, tak ada tempat untuk bercocok tanam. Ada bermacam-macam alasan lainnya yang dengan mudah keluar jika kita adalah bagian dari orang yang kurang kreatif, dan tidak mau berinovasi untuk memanfaatkan keterbatasan lahan.

Padahal, dengan lahan sempit seperti di perumahan minimalis pun harapan untuk memiliki beberapa batang pohon tetap bisa diwujudkan. Yaitu dengan cara budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot). Saat ini teknologi di sektor pertanian dan perkebunan sudah maju pesat. Tanaman  buah yang dulu berbuah lambat saat ditanam di kebun, kini bisa berbuah lebih cepat. Demikian  pula, jika dulu ingin menanam pohon harus memiliki lahan berhektar dulu, kini tidak demikian. Asalkan ada kemauan dan niat yang kuat, lahan seadanya pun bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon. Sesuatu yang dulu dianggap tidak bakal berhasil namun kini menjadi solusi. Terutama solusi bagi penduduk perkotaan yang minim lahan.

Kuncinya adalah berusaha memanfaatkan apa yang Anda punya. Tak usah memikirkan yang tidak ada. Jika adanya hanya pekarangan sempit, maka budidaya tabulampot inilah solusinya. Anda bisa menggunakan pot, tong, atau drum bekas, untuk tempat menanam tanaman  buah yang kaya manfaat. Banyak jenis tanaman buah yang bisa dibudidayakan dengan cara ini. Misalnya: mangga, jambu, durian, sirsak, delima, kelengkeng, dan lain sebagainya. Kalau pohon tersebut dianggap terlalu besar sehingga banyak memakan tempat, masih ada pilihan tanaman lainnya. Yaitu tanaman merambat seperti semangka, melon, stroberi, anggur, markisa, dan lain sebagainya. Tanaman ini tetap akan bisa berbuah jika dirawat dengan baik. Bahkan bisa lebih cepat dibandingkan menanam pohon di kebun seperti yang dilakukan selama ini. Asalkan dirawat dengan baik, serta melakukan pemupukan dan pemangkasan secara teratur.

Baca juga: Mengapa Penting Menanam Pandan di Pekarangan Rumah?

Menanam pohon di pekarangan rumah akan mendatangkan berbagai manfaat. Bukan hanya pemilik rumah yang akan merasakan, tapi tetangga sekitar pun bakal menikmatinya pula. Yang pertama bisa dibagikan kepada tetangga adalah nikmat udara segar dan bebas polusi karena pekarangan dinaungi daun-daun hijau. Kemudian, setiap musim panen, jangan lupa membagikan kepada tetangga agar bisa mencicipi hasil kebun mini Anda. Tak perlu membeli, dan tak perlu pergi jauh ke kebun untuk memanen, Anda sudah bisa memenuhi kebutuhan buah keluarga. Sungguh asyik bukan?

Itu baru dari sisi manfaat buahnya saja. Nah, ternyata ada keuntungan lainnya yang tak kalah menggoda. Di samping pekarangan rumah Anda akan terlihat asri dan teduh, Anda pun tak perlu lagi memasang air  conditioner (AC) di kamar. Udara sudah sejuk dan bersih pula. Dengan kata lain, terjadi penghematan untuk biaya pembelian AC dan tagihan listrik.

Selain itu, Anda dijamin bakal betah tinggal di rumah karena serasa sedang berada di sebuah villa. Sebab, burung-burung pun akan berdatangan dengan sendirinya ke sekitar rumah. Apalagi ketika ada pohon yang sedang berbunga. Sepanjang hari rumah tak akan sepi dari kicauan burung.

Tabulapot
Tabulapot

Anda pun tak perlu takut pohonnya nanti akan membesar dan akarnya bakal merusak bangunan. Sebab, tanaman dalam pot ini bisa dipantau dengan mudah. Pertumbuhannya pun tidak akan liar seperti jika ditanam pada lahan terbuka. Ketika pohon sudah terlihat rimbun, Anda bisa segera memangkas dan membonsainya sesuai selera. Akarnya pun tak akan mengganggu bangunan, karena ia tertahan oleh dasar pot atau tong yang dipakai sebagai media menanam. Bagaimana, masih punya alasan untuk tidak menanam di pekarangan?

Facebook Comments