Sunday, May 27, 2018
Home > Sosok > Jatuh Bangun Memasarkan Brand Khodijah Hijab

Jatuh Bangun Memasarkan Brand Khodijah Hijab

Khodijah Hijab

Siapa bilang membangun bisnis dengan menggunakan brand sendiri harus dengan modal uang yang cukup besar? Khodijah Harahap (31 tahun), membuktikan bahwa tanpa modal besar pun bisa sukses dalam berbisnis. Ia mulai merintis bisnis jilbab dengan menjadikan namanya sendiri sebagai brand sejak tahun 2015. Bisnis yang dipasarkan secara online maupun offline ini awalnya dijalankan dengan modal minim dan tanpa meminjam bank. Namun, nyatanya ia bisa bertahan hingga sekarang.

Saat ini, Khodijah Hijab yang ia rintis sudah semakin dikenal oleh kalangan pebisnis  jilbab online di Jambi. Semua itu berawal dari cita-citanya ingin memiliki bisnis dengan menggunakan brand sendiri saat mulai menekuni dunia bisnis online. Sebelumnya, Khodijah sempat menjadi agen dropship beberapa brand muslim selama empat tahun lebih sebelum memutuskan memilliki brand sendiri.

Sebelum menjalankan bisnisnya sendiri, Khodijah terlebih dahulu berhenti menjadi agen dropship. Khodijah kemudian memproduksi sendiri barang dagangannya dengan label Khodijah Hijab. Dengan gigih ia mengkampanyekan label Khodijah Hijab melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Namun, label Khodijah Hijab baru dipasang ke dalam produk dagangan jilbabnya pada tahun 2016, karena pada tahun ini Khodijah baru memiliki uang untuk memasang label tersebut.

Baca juga: Kuliner, Bisnis yang Tiada Matinya

Khodijah memulai bisnis jilbab buatannya sendiri dengan modal minim, ia pun terpaksa membeli bahan jilbab semampunya. Kadang hanya membeli bahan sekitar 10 meter, 20 meter, dan 40 meter dengan harga eceran di pasar, kemudian dijahitkan ke orang lain. Begitulah Khodijah memulai bisnis jilbabnya dengan kucuran keringat dan kerja keras.

Produk jilbab yang pertama kali ia pasarkan adalah jilbab segi empat. Jumlahnya pun tak banyak, hanya berkisar sekitar 10 hingga 20 pcs. Produk jilbab ini difoto menggunakan kamera handphone, kemudian diupload di media sosial untuk dijual secara online. Namun, kini beberapa produk jilbab Khodijah Hijab dalam iklan penjualannya sudah menggunakan model, maka jasa photographer profesional juga dilibatkan, lainnya yang tidak menggunakan model tetap difoto sendiri menggunakan kamera handphone.

Pada perjalanannya, ternyata biaya menjahitkan jilbab ke orang lain mencapai jutaan per bulan. Sedangkan Khodijah tidak memiliki uang untuk membeli mesin neci (mesin obras) yang harganya lumayan mahal dibandingkan dengan mesin jahit biasa.  Untuk itu, Khodijah memutar otak guna mendapatkan modal membeli mesin neci, yaitu dengan menyelenggarakan arisan sesama koleganya. Pada arisan tersebut, Khodijah meminta mendapat arisan yang pertama kali. Uang arisan itulah yang digunakannya sebagai modal tahap selanjutnya dalam menjalankan bisnis jilbabnya.

Cara lain Khodijah mendapatkan modal yaitu dengan mengumpulkan keuntungan dari jilbab yang laku terjual. Dari keuntungan yang terkumpul sedikit demi sedikit tersebut, Khodijah dapat menambah jumlah koleksi produk jilbabnya. Dalam memasarkan produk, Khodijah memilih jualan online karena untuk jualan offline masih belum terlalu banyak peminatnya. Faktor tokonya yang berada di daerah pedesaan, di Sungai Gelam Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi, juga menjadikan penjualan produk Khodijah Hijab belum dilirik oleh segmen pasar di sekitarnya.

Koleksi Khodijah Hijab
Koleksi Khodijah Hijab

Di samping modal, perjuangan Khodijah untuk memasarkan brand Khodijah Hijab juga ada pada perjuangan untuk meyakinkan konsumen agar tahu bagaimana keunggulan produk Khodijah Hijab. Khodijah menceritakan, bahwa pada awal bisnis ini dimulai, sempat ada orang yang tidak yakin dan percaya akan kemampuannya. Mungkin karena dirasa terlalu berani bagi Khodijah untuk membangun brand sendiri, sementara tempat tinggal Khodijah jauh dari kota dan ia tidak memiliki modal yang cukup pula. Bahkan perjuangan Khodijah ini, juga pernah ditertawakan secara berjamaah.

Kendatipun ditertawakan secara berjamaah, Khodijah tidak sakit hati. Cita-citanya yang begitu dalam dan besar untuk berbisnis dengan menggunakan brand sendiri, justru membuat Khodijah tetap fokus menjalankan bisnis. Baginya, motivasi itu suci, tak seharusnya tumbuh dari rasa dendam, benci atau sakit hati. Di dalam hati, Khodijah berkata untuk orang-orang yang mentertawakannya, “InsyaAllah, kalian akan menjadi customerku.”

Ternyata memang demikian, orang-orang tersebut belakangan benar-benar menjadi customer Khodijah Hijab.

Untuk memperdalam ilmu bisnisnya dalam mengembangkan Khodijah Hijab, Khodijah banyak belajar dari orang dengan megikuti kelas-kelas bisnis yang kerap diadakan, dari yang gratis hingga berbayar. Dari sinilah Khodijah mendapatkan ilmu-ilmu bisnis yang membantunya tetap bertahan menjalankan bisnis Khodijah Hijab. Selain itu, Khodijah juga bergabung dengan komunitas bisnis. Di komunitas tersebut, Khodijah mendapatkan banyak teman yang dapat dijadikan tempat saling bertukar pendapat, serta diskusi mengenai bisnis untuk saling menguatkan.

Selama menjalankan bisnis Khodijah Hijab, banyak sekali suka maupun duka yang ia rasakan. Sukanya ia bisa bekerja dan mengatur waktunya sendiri, tidak ada yang menekan maupun mengaturnya. Ia juga dapat berkreasi untuk membuat produk jilbabnya sesuai selera ataua pesanan pelanggan. Ada kepuasan tersendiri ketika hasil tangannya dipakai oleh orang yang membeli produk Khodijah Hijab. Sedangkan dukanya pun juga banyak. Duka yang pertama, ia harus sabar menghadapi konsumen yang memiliki karakter yang bermacam-macam. Khodijah harus pandai mengatur emosi ketika menghadapi konsumen tersebut. Duka keduanya, kadang-kadang konsumen yang membeli produknya macet dalam hal pembayaran, dan orderan sepi.

Baca juga: Perempuan Inspiratif Ini Meraih Impiannya Melalui Bisnis Online

Khodijah menyadari bahwa dalam menjalankan bisnisnya ia juga berhadapan dengan banyak kompetitor. Semakin banyak kompetitor, maka semakin besar energi yang harus dikeluarkan agar brand Khodijah Hijab tetap berkibar. Namun baginya itu tidak jadi masalah, di samping passion dalam menjalankan bisnis Khodijah Hijab, Khodijah juga cukup menikmati semua proses saat menjalankan bisnisnya.

Saat ini, jumlah produk yang terjual dari brand Khodijah Hijab telah mencapai 1000 pcs perbulan. Sembilan puluh lima persen dari jumlah produk tersebut dijual secara online di akun facebook, sedangkan lima persennya terjual secara offline di toko dan instagram. Bahkan produk Khodijah Hijab di samping telah terjual ke seluruh Indonesia, juga telah sampai terjual ke luar negeri karena dibawa oleh agen dan reseller. Namun, Khodijah masih merajut mimpi besar, ia menginginkan agar brand Khdijah Hijab dapat go internasional serta memiliki seratus karyawan tetap suatu hari nanti.  Saat ini baru lima orang karyawan tetap yang bekerja bersamanya memproduksi jilbab.

Kepercayaan konsumen terhadap brand Khodijah Hijab saat ini pun meningkat pesat. Inilah yang membuat Khodijah berpikir untuk selalu memiliki keluaran produk terbaru. Beberapa konsumen kerap menanyakan kapan produk terbaru Khodijah Hijab dikeluarkan, bahkan ada konsumen yang memberi usul untuk membuat desain model jilbab terbaru sesuai dengan foto desain yang mereka inginkan.  Khodijah pun mempelajari model yang diinginkan, namun tidak ingin menjiplak seratus persen.

Bagi Khodijah, meskipun ia menerapkan istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), namun tetap harus ada yang berbeda. Khodijah tidak ingin menjadi tukang jiplak dan hanya bisa mengekor karya orang lain.

Setiap produk dikerjakan dengan konsep handmade, bukan konveksi, karena baginya konsep tersebut dikerjakan dengan cinta, menjadi salah satu keunggulan produk Khodijah Hijab. Jilbab yang diproduksi hingga saat ini antara lain  jilbab segi empat biasa, hingga jilbab instan dari ukuran standard sampai jumbo, bisa costum size. Keunggulan lainnya, produk dibuat dari bahan yang berkualitas, dan banyak pilihan model dan motif. Untuk model jilbab instan, Khodijah Hijab memiliki pad juara yang cocok dipakai orang dengan muka tirus atau pun tembem.

Rata-rata harga produk jilbab brand Khodijah Hijab masih terjangkau konsumen dari berbagai kalangan. Jilbab satin segi empat polos, misalnya dibanderol seharga Rp. 55.000 per pcs. Jika membelinya melalui online, maka dikenakan biaya ongkos kirim sesuai jauhnya lokasi pengiriman. Untuk kota Jambi dan sekitarnya, biaya pengiriman produk Khodijah Hijab sekitar Rp. 10.000.

Jika ada Sahabat Puan yang berminat menjadi agen atau reseller produk Khodijah Hijab, syaratnya pun cukup mudah. Untuk menjadi reseller, cukup melakukan belanja awal minimal 6 pcs, dan akan mendapatkan diskon Rp. 7.500 hingga Rp. 12.500 per pcs. Sedangkan untuk agen, cukup melakukan belanja awal minimal 20 pcs dan akan mendapatkan diskon Rp. 15.000 hingga Rp. 25.000 per pcs. Syarat itu hanya sekali saja, selanjutnya tanpa minimal order.

Selain itu, Sahabat Puan juga tidak harus memiliki toko untuk menjadi agen maupun reseller. Cukup dengan  modal handphone dan quota, anda bisa membuka lapak langsung untuk berjualan produk Khodijah Hijab di media sosial.

Setelah sukses mengibarkan brand Khodijah Hijab dan mengikuti proses jatuh bangunnya, kini Khodijah juga laris diundang sebagai pembicara di seminar-seminar bisnis untuk wilayah Provinsi Jambi. Kepada perempuan yang akan memulai bisnis dengan membangun brand sendiri, Khodijah berpesan:

“Tak akan pernah ada usaha yang berhasil sebelum kita berani memulainya. Percaya diri saja dan action! Tak peduli seberapa keras orang menertawakanmu, seberapa dangkal orang mengukurmu, tetap berbuat yang terbaik.” katanya.

 

Foto pemilik Khodijah Hijab - Khodijah Harahap

Nama : Khodijah Harahap
Tanggal lahir : 25 Juni 1986
Pendidikan : S1 FKIP Kimia Universitas Jambi
Suami : Husen Wijaya,SH
Anak : Haura Qolbi dan Qisya Qaireen
Akun medsos : Fb: khodijah harahap, Fp khodijah hijab, IG khodijah_hijab
Facebook Comments