Wednesday, December 12, 2018
Home > Literasi > Pendidikan > Textile Art tentang Orang Rimba Tampil di Pameran Besar Seni Rupa ke-5 Kemendikbud

Textile Art tentang Orang Rimba Tampil di Pameran Besar Seni Rupa ke-5 Kemendikbud

Textile Art tentang Orang Rimba Tampil di Pameran Besar Seni Rupa ke

Jambi patut bangga memiliki seniman muda bertalenta seperti Dina Adelya. Setelah sukses dengan karya textile art bertemakan batik Jambi berjudul Sore Membatik yang dipamerkan pada special section BEKRAF Emerging Artist, 27-30 Juli 2017 lalu, Dina kembali menorehkan prestasi dengan karya berjudul Berburu. Karya ini dipamerkan pada ajang bergengsi Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) ke-5 yang dihelat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), 12 September s.d. 16 September 2017, di Taman Budaya Karang Panjang Ambon, Maluku. PBSR ke-5 ini bertema “Huele” yang bermakna semangat dalam bekerja dan beraktivitas.

Baca juga: Dina Adelya Pamerkan Textile Art Bertema Jambi di Ajang Internasional

Ajang PBSR ini melibatkan seniman dari seluruh Indonesia melalui tahapan seleksi online di website Kemendikbud. Di laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, dijelaskan bahwa untuk mengundang para seniman tersebut, PBSR melakukan mekanisme pendekatan publikasi dan sosialisasi undangan terbuka melalui media sosial, website serta email kepada seluruh perupa Indonesia yang ada dalam database Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta dibantu oleh Taman Budaya atau dinas yang menangani bidang kebudayaan di setiap provinsi.

Dina Adelya dengan textile art Berburu, adalah salah satu seniman Jambi yang terpilih untuk memamerkan karyanya di ajang tersebut. Textile art Berburu ini terilhami dari kehidupan Orang Rimba di Jambi. Menurut Dina, dalam proses seleksi tersebut, karya yang dinilai mulai dari konsep hingga teknik berkarya. Karya textile art Berburu terpilih karena dibuat dengan teknik sulaman dan keunikannya dalam mengangkat tradisi Orang Rimba Jambi.

Textile art Berburu secara keseluruhan dibuat secara handmade dengan sulaman dan dijahit tangan. Materialnya terdiri dari, manik-manik, benang, tekstil seperti brokat dan batik Jambi.  Textile Art ini merupakan satu dari ke-12 karya Dina yang dipamerkan dalam tugas akhir Universitas Negeri Semarang Jurusan Seni Rupa beberapa waktu lalu. Dalam proses karya Berburu ini pembuatannya  terinspirasi dari  sistem kegiatan berburu Orang Rimba. Menurutnya, mereka berburu untuk mempertahankan hidup. Sayangnya hutan yang ada di Jambi makin lama makin sedikit karena dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit yang kemudian menyebabkan Orang Rimba kehilangan tempat untuk berburu.

Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama mengikuti kegiatan PBSR ini. Selain bertemu dengan Gubernur Ambon, wakil Kemendikbud dan galeri nasional Jakarta, Dina juga bertemu dengan sesama seniman perwakilan dari tiap-tiap provinsi. Melalui ajang ini ia dapat bertukar pikiran dan mendapatkan masukan untuk karyanya. Sebab, banyak seniman yang mengapresiasi karyanya karena textile art Berburu menggunakan teknik yang jarang digunakan dalam karya seni rupa. Dina pun mendapat masukan agar lebih mengembangkan teknik dalam berkarya melalui jalur textile art. Demikian pula halnya dengan para pengunjung, apresiasi mereka terhadap karyanya sangat bagus. Kebanyakan pengunjung tidak menyangka jika sulaman textile art dapat dijadikan sebagai media seni. Lebih penting dari itu, melalui karya ini pengunjung pun bisa lebih mengenal kehidupan Orang Rimba  yang ada di Jambi.

kehidupan Orang Rimba
Kehidupan Orang Rimba

Selama kegiatan ini Dina juga sempat bertemu dengan pegawai serta pejabat dari Taman Budaya Jambi. Mereka tidak menyangka jika Dina membawa nama Jambi melalui jalur textile art, karena Dina selama ini bermukim di Semarang untuk kepentingan studi. Menurutnya, perwakilan dari Taman Budaya Jambi tersebut mengajaknya pameran di Jambi jika ia pulang ke Jambi nanti. Ajakan ini dimaksudkan untuk mengenalkan budaya Jambi dan teknik berkarya kontemporer.

Senada dengan tema Huele pada PBSR ini, Dina memiliki kesan dan pesan bahwa dalam setiap pekerjaan punya risiko. Namun, semua aktivitas dan pekerjaan harus dijalani dengan semangat, senang, dan bertanggungjawab. Tidak semata karena hobi atau passion saja. Demikian juga bagi yang memiliki passion bekerja menjadi Aparatul Sipil Negara (ASN), pekerja kantoran, atau bidang pekerjaan lainnya, semua harus dijalani dengan semangat, bahagia, dan bertanggungjawab. “Do what you love and love what you do.”

Itu pesan pamungkasnya kepada Sahabat Puan. Sebab, pekerjaan itu bermacam-macam dan berbeda-beda, senang atau tidak senang tergantung pribadi yang akan menjalaninya.

Facebook Comments