Monday, December 10, 2018
Home > Peluang Bisnis > 6 Mitos Penghalang Berwirausaha

6 Mitos Penghalang Berwirausaha

mitos_bisnis

Sahabat Puan pernah terpikir untuk berwirausaha, namun takut gagal, takut ini dan takut itu? Sepertinya, Sahabat Puan harus membaca 6 mitos penghalang berwirausaha yang diungkapkan oleh Gunawan Ardiyanto dalam bukunya yang berjudul “Jadi Pengusaha, Siapa Takut?” berikut ini.

Mitos 1, usaha kecil hanya memberikan keuntungan yang tidak berarti. Gunawan menceritakan pengalamannya di tahun 2002, sebelum ia berwirausaha, ia melihat mobil pick up L300 membawa tumpukan daun pisang serta ikan lele dalam jerigen plastik ukuran 25 liter. Ia menganggap remeh bisnis itu. Ternyata, setelah ia melakukan wawancara singkat dan menghitung perkiraan keuntungan bisnis tersebut, maka diperoleh keuntungan sekitar 400-500 ribu/hari. Dapatlah diambil kesimpulan supaya jangan menyepelekan bisnis skala kecil, karena bisnis kecil yang dikelola dengan baik maka akan berubah menjadi skala besar.

Mitos 2, tidak ada peluang usaha yang tersisa lagi. Gunawan kembali menceritakan pengalamannya mengenai mitos kedua bahwa kebanyakan orang berpikir akan sulit untuk mulai berwirausaha karena sudah banyak pemain di usaha kecil. Sebenarnya, yang perlu dilakukan adalah jeli mencari peluang untuk ikut “bermain” di bidang tertentu. Sebagai contoh, menjual telur retak/pecah yang didapat dari peternakan ayam petelur dengan selisih harga Rp. 50,- dari telur yang masih utuh.

Mitos 3, usaha kecil kalah dengan usaha besar dalam persaingan. Tidak selamanya usaha besar bisa mengalahkan usaha kecil. Jika merasa kalah modal atau kalah promosi dengan usaha besar, carilah celah untuk memberikan keunggulan tersendiri dari usaha yang akan atau telah dikembangkan. Misalnya, membuat usaha jus buah segar dalam kemasan gelas plastik 350 ml sudah ada banyak di kafe, maka cara menjualnya dengan pesan-antar atau istilah kekiniannya Cash on Delivery (COD).

Mitos 4, usaha kecil sering gagal. Usaha kecil untuk bisa menjadi usaha besar memang memerlukan waktu yang lama, sehingga mengakibatkan munculnya mitos ini. Meski hal itu benar adanya, namun para pengusaha kecil memiliki “ketabahan” di masa-masa sulit yang nantinya menjadi kunci kesuksesannya. Kunci tersebut hanya bisa diraih oleh mereka yang memiliki hati yang lapang.

Mitos 5, saya tidak dilahirkan dengan bakat pengusaha. Mitos inilah yang sering didengar oleh orang yang ingin memulai usaha namun dengan niat yang kurang kuat. Padahal, bakat merupakan 1% dari faktor kesuksesan, selebihnya adalah usaha. Siapa yang berusaha maka akan memperoleh hasil. Ada pepatah bijak soal berusaha dalam hal apapun yakni hasil tidak pernah membohongi usaha.

Mitos 6, usaha kecil lebih berupa usaha otot daripada usaha otak. Mitos ini merupakan salah kaprah. Tidak semua usaha kecil mengandalkan otot. Usaha kecil bisa mengandalkan otak untuk mendapat keuntungan, terlebih di era digital ini. Beberapa pengusaha menciptakan aplikasi moda transportasi online yang dipelopori oleh Gojek. Kemudian disusul dengan aplikasi-aplikasi lainnya. Usaha tersebut awalnya nyaris tanpa modal kemudian berubah menjadi bisnis menengah yang berkembang di hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Enam mitos penghalang berwirausaha yang ditulis oleh Gunawan pada 2009 lalu, namun masih relevan hingga kini karena mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian kecil masyarakat yang masih mengalami ketakutan, terutama ketakutan terhadap mitos 4 yakni gagal. Namun, jika Sahabat Puan mampu mengubah mitos tersebut maka keuntungan sudah di depan mata. Tentu saja tidak simsalabim, tetapi memerlukan proses yang relatif panjang dan ketabahan yang luar biasa. Siapkah Sahabat Puan mematahkan keenam mitos tersebut?

Facebook Comments