Tuesday, November 21, 2017
Home > Lingkungan > Saatnya Memanen Air Hujan

Saatnya Memanen Air Hujan

Memanen hujan

Sahabat Puan pernah mengalami bagaimana rasanya kekurangan air bersih di musim kemarau? Situasi seperti ini akan membuat kita panik karena harus mencari air bersih untuk keperluan sehari-hari. Jika sumur mengering, air sungai tercemar, dan PDAM tak mengalir, maka solusi akhir adalah dengan cara membeli. Jika mendapatkan air bersih dengan membeli, tentu biaya yang dikeluarkan pun menjadi sangat mahal.

Sebagai negara tropis dengan curahan hujan yang cukup tinggi, penduduk di negeri ini seharusnya tak perlu khawatir akan dibayangi krisis air bersih. Namun, fakta berkata lain, dari tahun ke tahun krisis air bersih terus mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Bahkan, saking kesulitan mendapatkan air bersih, tak sedikit masyarakat yang akhirnya terpaksa memanfaatkan air sungai yang kotor dan tak layak digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, bahkan memasak. Sungguh miris!

Agar kisah pilu seperti itu tak terulang lagi, ada baiknya Sahabat Puan mencoba memanen air hujan (rain water harvesting) untuk antisipasi kekurangan air bersih. Meski sebagian masyarakat di Indonesia sudah ada yang memanfaatkan air hujan sejak dulu kala, namun gerakan memanen air hujan sepertinya belum begitu diminati banyak orang. Bisa jadi dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang cara yang efektif untuk melakukan pemanenan air hujan ini. Selain itu, kebanyakan masyarakat juga masih ragu apakah air hujan baik digunakan untuk keperluan sehari-hari atau tidak. Padahal, banyak sumber mengatakan bahwa air hujan ini aman digunakan karena kadar pencemarannya jauh lebih kecil dibandingkan pencemaran yang terjadi pada air tanah.

Seperti diungkapkan I Gede Wenten, ahli membran dan kimia air dari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), air hujan relatif belum tercemar, tapi butuh pengolahan hingga siap konsumsi. Dia optimistis kita bisa mandiri menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Wenten merupakan ahli yang meraih 15 hak paten. Salah satu temuannya adalah penyaring berpori atau membran skala nano yang bisa menyaring semua materi pencemar dalam air, termasuk bakteri. Sistem membran memiliki nanofiltrasi yang ukuran porinya lebih kecil dari ukuran bakteri 0,5–5 mikron atau 0,001 mm. Dengan sistem membran itu, air kotor bisa disaring jadi air bersih. (Sumber:http://sains.kompas.com/read/2015/03/09/15090421/Memanen.Hujan.untuk.Air.Bersih)

Memasuki bulan November sepertinya musim hujan telah tiba. Curah hujan beberapa hari terakhir meningkat. Ini adalah kabar baik yang jangan sampaikan disia-siakan. Kesempatan mendapatkan air bersih tanpa harus membeli sudah di depan mata. Tinggal mau atau tidak kita meluangkan waktu sedikit untuk memanfaatkan kesempatan baik tersebut.

Tak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya melakukan pemanenan air hujan. Sahabat Puan bisa menerapkan cara sederhana berikut ini untuk menambah cadangan air bersih di rumah Anda:

Panen Air Hujan dari Atap Rumah

Cara paling mudah memanen air hujan adalah dengan menampung air hujan melalui talang air yang mengalirkan air hujan dari atap rumah. Ketika sedang hujan, jangan langsung ditampung airnya. Namun. biarkan hujan berlangsung sekitar lima belas menit agar debu dan kotoran yang menempel di atap rumah luruh dibasuh hujan. Setelah itu barulah air dari atap bisa diambil sebanyak mungkin. Anda bisa menyediakan alat penampung untuk menyimpan air hujan tersebut.

Membuat Embung

Selain memanen hujan dari atap rumah, jika memiliki biaya Anda bisa juga membuat embung untuk menampung air hujan. Ketika musim hujan datang, embung akan penuh terisi dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Lubang Resapan Biopori

Anda juga bisa memanen air hujan dengan membuat lubang resapan biopori pada lahan terbuka di pekarangan rumah. Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya LahanFakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Biopori)

Nah, bagaimana Sahabat Puan, apakah sudah siap memanen air hujan? Mumpung sekarang masih musim hujan, tak ada salahnya beberapa cara ini dicoba untuk menambah persediaan air bersih di rumah Anda.

Foto: Commonfloor.com

Facebook Comments