Saturday, October 20, 2018
Home > Lingkungan > Belajar Sanitasi di Pringsewu

Belajar Sanitasi di Pringsewu

Belajar Sanitasi di Pringsewu

Dua belas perwakilan pemerintah Kabupaten Sijunjung dan Padang Pariaman, Sumatra Barat melakukan kunjungan belajar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Provinsi Lampung, Senin (19/12). Rombongan belajar dibagi menjadi dua tim, yakni di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Sijunjung dan Padang Pariaman didampingi tim Voice for Change Advocacy yang terdiri dari SNV, Mitra Bentala, YKWS, LP2M dan PKBI Sumatera Barat. Tujuan kunjungan belajar tersebut untuk menggali informasi tentang pelaksanaan program STBM di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan dalam rangka percepatan target universal akses bidang Sanitasi.

Tim yang berkunjung di Kabupaten Pringsewu disambut langsung oleh Wakil Bupati selaku ketua Satgas Gebrak ODF Kabupaten Pringsewu, Dr. Fauzi. Dalam sambutannya, Fauzi mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Pringsewu sedang melakukan gebrak jambanisasi untuk menyelesaikan persoalan prilaku BABS (Buangan Air Besar Sembarangan).

“Sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, prilaku BABS harus dihentikan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Dengan upaya Gebrak ODF melalui pendekatan STBM saat ini sudah 96,94 % masyarakat di Pringsewu yang memiliki dan mengakses jamban sehat dan tidak BABS,” ungkap Fauzi.

Dari sembilan kecamatan di Pringsewu, sudah dua kecamatan yang telah ODF, yaitu Pagelaran dan Pagelaran Utara. Menyusul tujuh kecamatan lainnya dalam beberapa hari ke depan. Keberhasilan Pringsewu dalam mendorong percepatan universal akses bidang sanitasi khususnya pencapaian pilar satu STBM untuk stop BABS didukung dengan adanya regulasi yang dibuat, kelembagaan yang kuat, dan saling bersinergi serta anggaran yang bersumber baik dari APBN dan APBD.

“Pringsewu berkomitmen akan ODF di akhir Desember 2017 dan akan dideklarasikan sebagai kabupaten ODF pada tanggal 29 Desember mendatang,” Fauzi menambahkan.

Sementara tim yang berkunjung ke Kabupaten Lampung Selatan disambut oleh Staf Ahli Bupati. Rombongan di Kabupaten Lampung Selatan belajar tentang peran tentara STBM dan Sekolah Swasembada WC dalam percepatan universal akses bidang sanitasi.

Dari data smart STBM yang di-update oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah mencapai 86, 25% warga Lampung Selatan yang mengakses fasilitas jamban sehat dan sisanya masih berprilaku BABS.

“Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk ODF pada tahun 2018. Saat ini, lewat tentara STBM dan sekolah swasembada WC, terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan BABS di Lampung Selatan,” ungkap Jimmy Hutapea, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Rizal Effendi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sijunjung selaku ketua rombongan pada kunjungan belajar STBM di Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini seluruh peserta yang belajar di Pringsewu maupun Lampung Selatan  akan membawa informasi dari hasil pembelajaran ke kabupaten masing-masing sebagai bahan untuk menyusun strategi percepatan universal akses di setiap kabupaten masing-masing khususnya dan provinsi Sumatera Barat pada umumnya.

Facebook Comments