Wednesday, September 30, 2020
Home > Gaya Hidup > Tips & Trik > 7 Cara Mengetahui Kesehatan pada Kucing

7 Cara Mengetahui Kesehatan pada Kucing

Kucing

Kucing, hewan peliharaan yang menggemaskan. Kehangatan dan kelembutan bulu-bulunya, membuat kita selalu ingin memeluknya. Suara manja, kerlingan mata, serta tingkahnya walaupun kadang nakal namun selalu dirindukan. Hal-hal tersebut hanya dapat dipahami oleh pecinta kucing, maka tak heran jika kucing menjadi sahabat dekat bagi mereka layaknya manusia.

Tak heran jika kucing berperilaku tak riang, murung, menunjukkan ekspresi sedih, pecinta kucing juga akan merasa sangat sedih, gelisah dan bingung bertanya-tanya ada apa dengan kucingnya. Memastikan kondisi kesehatan kucing,penting agar dapat mendeteksi beberapa keluhan yang bisa saja berakibat kematian pada kucing peliharaan anda.

Bagi pecinta kucing, berikut tips mengetahui kondisi kesehatan kucing sebelum memutuskan di bawa ke klinik dokter hewan atau tidak.

  1. Mengecek Suhu Tubuh Kucing

Secara manual, kita dapat mengecek suhu tubuh kucing dengan menggunakan tangan. Caranya, pegang di daerah salah satu atau kedua  daun telinga kucing, rasakan apakah telinga daun kucing terlalu panas, atau justru dingin. Sebab indikator kucing demam atau tidak dapat diketahui dengan perubahan suhu melalui telinganya. Jika terlalu panas, bisa jadi kucing demam, begitu juga bila terlalu dingin. Perubahan suhu melalui telinga bisa diindikasikan kucing demam atau mengalami masalah kesehatan yang membuatnya tidak nyaman.

Jika kucing demam, dapat ditangani dengan memberikannya asupan madu yang dicampur air. Bisa juga membeli obat di Pet Shop. Tetapi jika demam terus berlanjut lebih dari tiga hari, segera periksakan ke dokter, terutama bila kucing masih kecil.

  1. Mengecek Feses Kucing

Cek feses atau kotoran kucing kita. Indikasi kucing tidak sehat dapat dilihat juga melalui feses yang dikeluarkannya. Kucing sehat fesesnya akan berbentuk, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras. Umumnya berwarna coklat tua. Kucing tidak sehat, fesesnya terlalu lembek berwarna seperti mentega, bahkan cair jika mencret. Kucing menderita diare akut tentu fesesnya lembek disertai darah atau ingus.

Facebook Comments