Friday, April 19, 2019
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Menikmati Pameran Enam Perupa

Menikmati Pameran Enam Perupa

Menikmati Pameran Enam Perupa

Enam perupa Jambi menggelar pameran karya mereka di Tempoa Art Galery yang berlokasi di Jelutung Kota Jambi. Pameran yang mewadahi enam perupa lintas generasi, lintas karya ini berlangsung hingga akhir bulan Januari 2018. Setidaknya ada puluhan karya yang dipamerkan, baik itu lukisan dengan berbagai aliran seperti realis maupun abstrak, juga ada sketsa dan foto  yang turut dipamerkan.

Enam perupa yang karyanya tengah dipamerkan tersebut bukan merupakan sosok yang tidak asing bagi masyarakat Jambi. Sebab merekalah yang selama ini meramaikan jagad seni rupa di Jambi. Sebut saja misalnya perupa Fauzi  Zubir dan Jafar Rassuh, dua sosok ini merupakan senior perupa Jambi yang masih berkarya hingga kini. Kemudian ada generasi setelahnya seperti Teguh Adriyanto, Surya Dinata dan Ryan Wijaya.

Berbeda dengan perupa senior yang karyanya banyak dikenal dengan lukisan abstrak maupun realis, perupa setelahnya seperti Ryan Wijaya dan Teguh Adriyanto misalnya justru eksis dengan karya sketsa. Ryan dengan latar belakang profesinya sebagai desain grafis, memamerkan karya sketsanya yang bertema urban tentang kota Jambi, salah satunya sketsa vihara Sari Putra yang laku terjual seharga satu juta sejak beberapa hari dipamerkan. Sedangkan Teguh Adiyanto lebih condong ke sketsa wajah tokoh-tokoh tertentu di Jambi.

Selain ke enam perupa tersebut, juga turut dipamerkan karya foto dari fotografer terkenal Jambi yaitu Sakti Alam Watir dan Riko Mappedeceng. Ada juga lukisan dari perupa Triyono Purnomo Sidi, serta beberapa karya EEM Yogiswara. Karya mereka ini makin menambah keberagaman wajah seni rupa Jambi yang dipamerkan di Tempoa Art Galery. Gagasan-gagasan yang mereka lontarkan ke ruang publik lewat seni rupa ini, juga tak lepas dari problematika tentang Jambi.

Disamping untuk memperingati ulang tahun Jambi pada enam Januari 2018 lalu, kebanyakan karya-karya yang dipamerkan memang tak lepas dari simbol-simbol kultural maupun sejarah tentang Jambi. Secara simbolis misalnya, karya Triyono Purnomo Sidi dengan dua lukisan realisnya yang menggambarkan dua sosok angsa di sebuah danau, dapat didefinisikan dengan simbol sejarah tanah Jambi yang tak lepas dari mitos dua angsa untuk menemukan tanah pilih Jambi.

Karya-karya fotografi Riko Mappedeceng dan Sakti Alam Watir, sudah tidak diragukan lagi sering bertema tentang Jambi. Seperti yang turut dipamerkan beberapa foto membidik kehidupan Suku Anak Dalam Jambi, dan juga kehidupan sungai Batanghari. Sedangkan perupa senior seperti Fauzi Zubir maupun Jafar Rassuh, lebih mengetengahkan filsafat dan spiritualitas lewat lukisan abstrak maupun realis. Seperti karya lukisan kacang lupa kulitnya maupun suluh bambu.

Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan terhadap pameran ini yang disponsori oleh Tempoa INN dan Gelam Oasis maupun Sego Liwet, seperti misalnya tata letak karya maupun  ruang tunggu atau ruang duduk pengunjung yang belum tertata apik bercampur dengan nuansa kafetaria, namun tidak ada salahnya datang berkunjung ke pameran enam perupa ini, sebab sebagai pengunjung kita akan disuguhi keberagaman karya seni rupa dan tema, terutama wajah kota Jambi dalam sketsa.

Facebook Comments