Friday, April 19, 2019
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Petisi Penolakan Puisi Esai, Polemik Baru Sastra Indonesia

Petisi Penolakan Puisi Esai, Polemik Baru Sastra Indonesia

Petisi Penolakan Puisi Esai, Polemik Baru Sastra Indonesia

Sebanyak 549 publik sastra menandatangani petisi penolakan penulisan buku puisi esai nasional yang digagas oleh Denny J.A. Hingga saat ini, penandatanganan petisi masih dilakukan di change.org setelah sebelumnya sempat viral di dunia maya.

Kelahiran petisi ini bermula ketika beberapa penyair muda membentuk grup Whatsapp (WA) dengan nama Penyair Muda Indonesia (8/1). Grup itu diniatkan sebagai wadah para penyair muda bersilaturahmi, berdiskusi, dan saling berbagi informasi seputar perkembangan sastra Indonesia.

Kemudian, anggota grup banyak berdiskusi tentang program penulisan buku puisi esai nasional yang melibatkan Denny J.A (11/1). Karena berbagai alasan, para penyair dalam grup akhirnya bersepakat untuk menolak proyek buku yang dimaksud.

Alasan-alasan penolakan terhadap proyek buku tersebut dituangkan dalam beberapa poin (16/1). Akhirnya, dibuatlah sebuah petisi penolakan terhadap proyek buku puisi esai Denny JA.

Sesudah melalui diskusi yang matang tentang rumusan petisi, Rabu (17/1)  pukul 18.05, petisi tersebut mulai ditandatangani oleh penyair Jamil Massa, diikuti Arco Transept, Mario Lawi, dan seluruh anggota grup yang lain. Hingga Kamis (18/1), petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 103 orang penyair dari berbagai kota provinsi di Indonesia.

Disepakatilah bahwa petisi itu perlu diunggah pula ke media sosial facebook dan ke grup-grup WA yang lain. Barangkali ada publik sastra yang setuju dan ingin ikut menandatanganinya. Petisi tersebut mendapat sambutan baik. Mulai ditandatangani oleh lebih banyak orang, antara lain di facebook, grup WA Ruang Sastra, Grup WA Penyair Indonesia, dan lain-lain.

Penyebaran petisi mendapatkan beberapa gangguan. Semisal, munculnya petisi bayangan yang mencatut isi asli petisi ini. Ramon Apta, penggagas awal petisi mengatakan, “Sangat disayangkan muncul nama Narudin Pituin di situ – seorang kritikus yang dianggap bermasalah dan punya kaitan erat dengan Denny J.A. – sehingga petisi yang kami buat terkesan main-main. Namun, masalah tersebut bisa kami atasi dengan membuat klarifikasi di sejumlah grup WA dan FB, sementara data yang valid terus kami koreksi dan perbaharui terus menerus.”

Ramon menambahkan, “Di akhir batas waktu yang telah kami tentukan, yakni Jumat (19/01) pukul 17.00 Wib, telah terkumpul 549 nama yang mendukung petisi ini. Adanya nama-nama tersebut bagi kami telah cukup menjadi bukti bahwa publik pelaku dan pemerhati sastra Indonesia masih menaruh harapan besar akan kesusastraan yang bersih dari praktik-praktik penggelapan sejarah, pembodohan, pengeliruan definisi-definisi ilmiah, dan segala praktik manipulatif lain dalam kesusastraan Indonesia.”

 

 Isi Petisi Penolakan Puisi Esai Nasional Denny J.A.

Terkait Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagas Denny Januar Ali, selanjutnya disingkat DJA, yang rencananya melibatkan 170 penulis, penyair, jurnalis, dan peneliti di 34 provinsi di Indonesia, kami memandang program tersebut bermasalah karena sebab-sebab berikut:

 

  1. Klaim puisi esai sebagai genre baru yang dipelopori DJA adalah penggelapan sejarah.

Puisi esai menurut Thomas Gray (http://www.thomasgray.org/resources/gllitterms.shtml) adalah komposisi ekspositori pendek dalam puisi, yang biasanya ditujukan untuk khalayak umum.

Dalam sejarah kesusastraan dunia, Alexander Pope, penyair Inggris Abad XVIII, telah menuliskan bentuk semacam ini dalam buku berjudul An Essay on Man. Pope menuliskan esai filosofis dengan bentuk puisi, menggunakan kuplet dengan pentameter iambik. Terdiri dari empat epistel (bab) yang membicarakan pelbagai topik tentang kemanusiaan.

Fakta ini meruntuhkan klaim DJA dalam kata pengantar proyek buku puisi esainya yang pertama,  Atas Nama Cinta yang dikutipkan sebagai berikut:

“Kebutuhan ekspresi kisah ini membuat saya memakai sebuah medium yang tak lazim. Saya menamakannya “puisi esai”. Ia bukan esai dalam format biasa, seperti kolom, editorial atau paper ilmiah. Namun, ia bukan juga puisi panjang atau prosa liris. Medium lama terasa kurang memadai untuk menyampaikan yang dimaksud.”

(Denny JA, 2012:11)

Kecacatan klaim tersebut rupanya tidak menghentikan DJA untuk kembali mendorong paksa konsep puisi esai yang bermasalah tersebut ke dalam lingkungan pembicaraan sastra dan sastrawan Indonesia melalui Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagasnya.

 

  1. Puisi Esai DJA bukanlah puisi esai. 

DJA bersikeras menyebut bentuk yang digagasnya sebagai puisi esai, padahal karakteristik yang dipakai adalah karakteristik puisi naratif, dengan plot, tokoh, dan ceritanya. Catatan kaki yang disyaratkan sebagai ciri ke-esai-an puisi esai juga bukan ciri utama atau keharusan esai. Esai kerap tak memiliki catatan kaki. Mendukung program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA sama artinya dengan mendukung kekeliruan definisi dan konsep tersebut, yang pada gilirannya merupakan tindak perusakan sastra sebagai kajian keilmuan.

 

  1. Rekam jejak penggagasnya yang bermasalah.

Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional ini bukanlah proyek pertama yang pernah dibuat  DJA. Sebelumnya, DJA mensponsori proyek penulisan sebuah buku berjudul Membawa Puisi Ke Tengah Gelanggang yang sarat glorifikasi akan peran DJA sendiri dalam kesusastraan Indonesia. Buku yang penggarapannya ia serahkan kepada Narudin Pituin, seorang finalis duta bahasa yang kerap mendaku sebagai kritikus meski kompetensi dan kredibilitasnya dalam lapangan kritik sastra sendiri masih dipertanyakan banyak pihak. Buku tersebut dibagi-bagikan gratis (dikirim ke alamat rumah) kepada sejumlah sastrawan, yang kemudian berujung pada pengembalian buku, yang dimaksud oleh sebagian penerimanya sebagai bentuk protes.

Sebelumnya lagi, DJA terlibat dalam penyusunan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang penuh kontroversi. Buku yang secara bias telah menyejajarkan DJA sendiri dengan nama-nama penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia, seperti Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, H.B. Jassin dan lain-lain.

Dapat dikatakan DJA telah berkali-kali melakukan upaya perusakan sistematis terhadap sastra Indonesia dan pelecehan terhadap kerja-kerja kesusastraan.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, kami, para pelaku dan pemerhati sastra Indonesia, mengajukan petisi sebagai berikut:

1)    Menolak Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional Denny J.A.

2)    Menolak semua proyek serupa yang sifatnya merusak sastra Indonesia dan membodohi masyarakat, baik itu yang digagas DJA maupun pihak-pihak lain.

3)    Menuntut DJA menghentikan Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional

4)    Menyerukan kepada semua yang terlibat dalam Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA untuk mengundurkan diri, membatalkan kontrak, dan mengembalikan honor. Bila membutuhkan bantuan terkait prosesnya, akan kami upayakan mencari jalan keluar bersama.

5)    Menyerukan kepada komunitas-komunitas sastra di seluruh Indonesia untuk menangkal Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA dan mencegah anggota komunitas masing-masing terlibat dalam proyek buku puisi esai dimaksud.

Jakarta, 17 Januari 2018

 

Penandatangan Petisi:

  1. Farid Fakih – Jawa Timur
  2. Nabil Wibisana – Nusa Tenggara Timur
  3. Aang A.K – Jakarta
  4. Abdul M. Djou – Nusa Tenggara Timur
  5. Abdullah Salim Dalimunthe – Bandung, Jawa Barat
  6. Abu Rahmat – Aceh
  7. Abu Wafa – Jawa Timur
  8. Achmad Ubaidillah Albantany – Banten
  9. Adam Makatita – Maluku
  10. Adam Yudhistira – Sumatera Selatan
  11. Ade Ubaidil – Banten
  12. Adelia Berliani H P – Yogyakarta
  13. Aditya Putra Pidada – Bali
  14. Aditya Warman – Jakarta
  15. Adri Lubis – Sumatera Utara
  16. Agung Wicaksana – Jawa Timur
  17. Agung Yuli TH – Jawa Timur
  18. Agus R Subagyo – Jawa Timur
  19. Agus Salim – Jawa Timur
  20. Agustinus “Gus Noy” Wahyono – Kalimantan Timur
  21. Ahadul Fauzi Ahmady – Jawa Tengah
  22. Ahda Imran – Bandung, Jawa Barat
  23. Ahmad Fauzan Al Fatih – Malang, Jawa Timur
  24. Ahmad Rifai – Banten
  25. Ahmad Yulden Erwin – Lampung
  26. Aji Sucipto – Banten
  27. Aka Sylvie Tania – Jawa Timur
  28. Akhsanul Iman – Sulawesi Selatan
  29. Al Gifari – Banten
  30. Aldiansyah MF – Gorontalo
  31. Aldy Istanzia Wiguna – Jawa Barat
  32. Alexander Gebe – Lampung
  33. Alfian Dippahatang – Sulawesi Selatan
  34. Alfiandana Susilo Aji – Jawa Tengah
  35. Alfin Rizal – Jawa Tengah
  36. Ali Arsy – Kalimantan Timur
  37. Ali Munir S. – Jawa Timur
  38. Alice Putri Prawira – Jakarta
  39. Alif Raung Firdaus – Jawa Timur
  40. Allia Puput – Sumatera Utara
  41. Alwi Harianto – Jawa Timur
  42. Alya Salaisha – Bekasi, Jawa Barat
  43. Ama Achmad – Sulawesi Tengah
  44. Amalia Fasya – Sumatera Utara
  45. Amrin Zuraidi Rawansyah – Kalimantan Barat
  46. Amrullah Are P. – Sumatera Utara
  47. Anaci Tnunay – Nusa Tenggara Timur
  48. Ancy Gasu – Manggarai, Nusa Tenggara Timur
  49. Andhika Budi Pratama – Banten
  50. Andini Nafsika – Sumatera Barat
  51. Angga Kusumadinata – Jawa Barat
  52. Angga Wynda Perdana – Jawa Barat
  53. Anis Safitri – Jawa Timur
  54. Anna Wandira – Kalimantan Timur
  55. Annisa M Adlani – Banten
  56. Annisa Rakgmadini – Jawa Timur
  57. Arbi Tanjung – Sumatera Barat
  58. Arco Transept – Sumatera Selatan
  59. Ardian Pratama – Riau
  60. Aries Pidrawan – Bali
  61. Arif Fitra Kurniawan – Jawa Timur
  62. Arif Hukmi – Sulawesi Selatan
  63. Arif Khilwa – Pati, Jawa Tengah
  64. Aris Abeba – Riau
  65. Aris Rahman – Jawa Timur
  66. Arliza Septian – Jawa Timur
  67. Arman AZ – Lampung
  68. Armin Bell – Nusa Tenggara Timur
  69. Armyanto Guci – Sumatera Barat
  70. Arnata Pakangraras – Jakarta
  71. Arther P Olii – Sulawesi Utara
  72. Arumida – Jawa Tengah
  73. Aryan Futra – Jambi
  74. Asef Saeful Anwar – Yogyakarta
  75. Ashari Ramadana T – Sulawesi Selatan
  76. Aslan Abidin – Sulawesi Selatan
  77. Asrizal Nur – Jawa Barat
  78. Asti Na – Yogyakarta
  79. Asti Pratiwi – Sulawesi Selatan
  80. Astrajingga Asmasubrata – Jawa Barat
  81. Ayu Cipta – Tangerang, Banten
  82. Ayu Listari – Riau
  83. Azhari Aiyub – Aceh
  84. Azizah Masdar – Riau
  85. Azure Azalea – Sulawesi Selatan
  86. Azzam Muhammad Periz Malki – Kalimantan Barat
  87. Baboh Lazurra – Bekasi, Jawa Barat
  88. Bagus Dwi Hananto – Jawa Tengah
  89. Baldi Arezky – Jambi
  90. Bambang Kariyawan – Riau
  91. Bandi Robi – Jakarta
  92. Batara Al Isra – Sulawesi Selatan
  93. Bela Janare Putra – Sumatera Selatan
  94. Bernando J. Sujibto – Jawa Timur
  95. Berto Tukan – Jakarta
  96. Berty Sinaulan – Jakarta
  97. Bonk Ava – Bali
  98. Boy Riza Utama – Riau
  99. Bram Ricky Aginta – Sumatera Utara
  100. Bresman Marpaung – Sumatera Selatan
  101. Buana KS – Jambi
  102. Budi Hutahusut – Kota Metro, Lampung
  103. Budi Saputra – Sumatera Barat
  104. Budy Utamy – Riau
  105. Buset – Bekasi, Jawa Barat
  106. Cahaya Muslim P S – Jawa Barat
  107. Cahya Mohamad Rizki – Jawa Barat
  108. Cahya Ridlo Gusti – Yogyakarta
  109. Candra Dalila – Gorontalo
  110. Cevi Octobeary – Jakarta
  111. Chai Siawandi – Kalimantan Timur
  112. Christin Natalia Adal – Nusa Tenggara Timur
  113. Cici Ndiwa – Nusa Tenggara Timur
  114. Cyprianus Bitin Berek – Nusa Tenggara Timur
  115. D. Purnama – Mempawah, Kalimantan Barat
  116. Dadang Ari Murtono – Jawa Timur
  117. Dadi Naang – Kalimantan Barat
  118. Dafrika Doni – Sumatera Barat
  119. Dahlia Rasyad – Sumatera Selatan
  120. Dalasari Pera – Sulawesi Selatan
  121. Daruz Armedian – Jawa Timur
  122. Daviatul Umam – Jawa Timur
  123. Dede Supriatna – Jawa Barat
  124. Dedi Lolansolot – Nusa Tenggara Timur
  125. Dedy Tri Riyadi – Jakarta
  126. Dellorie Ahada – Sumatera Barat
  127. Denni Meilizon – Sumatera Barat
  128. Denny Mizhar – Jawa Timur
  129. Derry Saba – Nusa Tenggara Timur
  130. Devani Adinda – Tangerang
  131. Devin Nodestyo – Lampung
  132. Dewi Indra Puspitasari – Jawa Timur
  133. Dewi Nova – Banten
  134. Dewi Salistiawati W – Depok, Jawa Barat
  135. Dheni Kurnia – Riau
  136. Dian Erika – Jawa Timur
  137. Dian Rusdiani – Bekasi, Jawa Barat
  138. Dicky Armando – Kalimantan Barat
  139. Dimas Indiana Senja – Jawa Tengah
  140. Dimas Radjalewa – Nusa Tenggara Timur
  141. Dina Anggraini – Sumatera Selatan
  142. Dino Umahuk – Maluku Utara
  143. Dita Shakina – Sumatera Utara
  144. Djemi Radji – Gorontalo
  145. Dody Kristianto – Banten
  146. Dunstan Obe – Nusa Tenggara Timur
  147. Dwi Anggraini – Jambi
  148. Dwi Ariyantoni – Yogyakarta
  149. Dwi Cipta – Yogyakarta
  150. Dwi Firda Aulia – Jambi
  151. Ecko Saputra Poceratu – Maluku
  152. Edeng Syamsul Ma’arif – Jawa Barat
  153. Edi Pramduane – Jawa Barat
  154. Edy Firmansyah – Madura, Jawa Timur
  155. Edy Samudra Kertagama – Lampung
  156. Eghe La U Taher – Buteng, Sulawesi Tenggara
  157. Eimond Esya – Jakarta
  158. Eka Prawira – Jakarta
  159. Eko Bastra – Jawa Tengah
  160. Eko Darmoko – Jawa Timur
  161. Eko S. Ayata – Jambi
  162. Eko Setyawan – Jawa Tengah
  163. Ellen Wanodya Ghati – Jawa Timur
  164. Emong Soewandi – Bengkulu
  165. Enny Maryani S – Jambi
  166. Eric Lofa – Nusa Tenggara Timur
  167. Erich Langobelen – Nusa Tenggara Timur
  168. Erlangga EF – Jawa Timur
  169. Erni Widiyawati – Jawa Tengah
  170. Erwan Susanto – Jawa Timur
  171. Ester S H Simanjuntak – Sumatera Utara
  172. Esthi Ayu – Banten
  173. Ewith Bahar – Jakarta
  174. F. Daus AR – Sulawesi Selatan
  175. Faisal Oddang – Sulawesi Selatan
  176. Fajar Kelana – Roma, Italia.
  177. Fajar Saeful Rohim – Jawa Timur
  178. Fajar Timur – Banten
  179. Faris Bobero – Maluku Utara
  180. Farisi Al – Jawa Timur
  181. Farra Yanuar – Bandung, Jawa Barat
  182. Fatah Anshori – Jawa Timur
  183. Fathulrachman – Sulawesi Selatan
  184. Fathur Rohim Syuhadi – Jawa Timur
  185. Fatimah Putri S.F – Jawa Timur
  186. Febrianiko Satria – Jambi
  187. Felice Keraf – Nusa Tenggara Timur
  188. Felix Nesi – Nusa Tenggara Timur
  189. Ferry – Sumatera Selatan
  190. Fika anggi – Jawa Timur
  191. Fitrah anugrah – Jawa Timur
  192. Fitri Diyah – Jawa Tengah
  193. Fuad Hasan – Sulawesi Barat
  194. Fyan Fendi – Jawa Barat
  195. Galeh Pramudianto – Tangerang Selatan
  196. Ganjar Sudibyo – Jawa Tengah
  197. Gilang Perdana – Jawa Tengah
  198. Gita FU – Jawa Tengah
  199. Gita Pratama – Jawa Timur
  200. Giyanto Subagio – Jakarta
  201. Glind Nasution – Jakarta
  202. Goenawan Monoharto – Sulawesi Selatan
  203. Gunawan Budi Santoso – Jawa Tengah
  204. Gunawan Tri Atmodjo – Jawa Tengah
  205. Gusty Fahik – Nusa Tenggara Timur
  206. Hadi Sastra – Banten
  207. Halim Bahriz – Jawa Timur
  208. Hamdani – Sumatera Barat
  209. Hamzah Gazali Said – Sumatera Selatan
  210. Handoko F. Zainsam – Jakarta
  211. Hani Hanifah – Jawa Barat
  212. Hanna Yohanna – Jawa Timur
  213. Harie Khairiyah – Aceh
  214. Harry Isra – Sulawesi Selatan
  215. Hary B Koriun – Riau
  216. Hasan Aspahani – Jakarta
  217. Hasan Basri – Yogyakarta
  218. Hasan Bisri BFC – Jawa Barat
  219. Hasan Gauk – Lombok, Nusa Tenggara Barat
  220. Hasta Indriyana – Jawa Barat
  221. Hazana Itriya – Jakarta
  222. HB. Arafat – Jawa Tengah
  223. Hendra Alwarits – Sulawesi Tengah
  224. Hendra Purnama – Kalimantan Timur
  225. Herdina Primasanti – Jawa Barat
  226. Herdini Primasanti – Jawa Barat
  227. Herdoni Syafriansyah – Sumatera Selatan
  228. Herman RN – Aceh
  229. Hernandes Ade Putra – Bengkulu
  230. Hernowo Banyuaji – Jawa Tengah
  231. Heru Joni Putra – Depok, Jawa Barat
  232. Hidayatul Khomaria – Jawa Timur
  233. Hikmat Gumelar – Jawa Barat
  234. Himas Nur – Jawa Tengah
  235. Hudan Nur – Kalimantan Selatan
  236. Husni Mubarak – Kalimantan Barat
  237. Husnizar Hood – Kepulauan Riau
  238. Ibe S. Palogai – Makassar
  239. Ida Fitri – Aceh
  240. Ikal Hidayat Noor – Jawa Timur
  241. Ikhlas AF Rumalessin – Ambon, Maluku
  242. Ilvi Nurdiana – Mojokerto, Jawa Timur
  243. Ilwan Dwi Cahyo – Probolinggo, Jawa Timur
  244. Imam Budiman – Kalimantan Timur
  245. Imam Mudofar – Jawa Barat
  246. Imran Laha – Jawa Barat
  247. Indah Larassati – Bengkulu
  248. Inggit Putria Marga – Lampung
  249. Intan Larassati – Bengkulu
  250. Ira Esmiralda – Bangka Belitung
  251. Irpan Giri H. – Jawa Barat
  252. Irwan Bajang – Yogyakarta
  253. Isom Rusydi – Jawa Timur
  254. Ivo Trias J – Kalimantan Barat
  255. Iyut Fitra – Payakumbuh, Sumatera Barat
  256. Jabbar Abdullah – Jawa Timur
  257. Jamil Abdul Aziz – Jakarta
  258. Jamil Massa – Gorontalo
  259. Jauhar R – Banten
  260. JC Pramudia Natal – Ciputat, Banten
  261. Jein Oktaviany – Jawa Barat
  262. Jihan Suweleh – Jakarta
  263. Jimmy S. Mudya – Pontianak, Kalimantan Barat
  264. Joel Pasbar – Sumatera Barat
  265. Johan Risfiansyah – Jawa Barat
  266. Julaiha S. – Sumatera Utara
  267. Juli Ishaq – Sumatera Barat
  268. Juli Prasetya Alkamzy – Jawa Tengah
  269. Jumadi Zanu Rois – Riau
  270. Jumari HS – Kudus, Jawa Tengah
  271. Junaidi Khab – Sumenep, Madura, Jawa Timur
  272. Juperta Panji Utama – Lampung
  273. Kafi Ekayasa – Jakarta
  274. Kamsah – Makassar
  275. Kardanis Muda Wijaya – Bali
  276. Kedung Darma Romansha – Yogyakarta
  277. Ken Hanggara – Jawa Timur
  278. Khairur R Bunang – Sumenep, Madura, Jawa Timur
  279. Khanafi – Jawa Tengah
  280. Khodyani Achmad – Banten
  281. Khotibul Iman – Jawa Tengah
  282. Kiki Sulistyo – Nusa Tenggara Barat
  283. Kim Al Ghozali – Bali
  284. Kojel Put On – Banten
  285. Komang Ira Puspitaningsih – Yogyakarta
  286. KoniginDerRosen – Jawa Barat
  287. Kunni Masrohanti – Riau
  288. Kurnia Hadinata – Sumatera Barat
  289. Kurniawan Yunianto – Jawa Tengah
  290. Lacahya – Jawa Tengah
  291. Lady Charinda – Sumatera Selatan
  292. Lailatul Kiptiyah – Nusa Tenggara Barat
  293. Langit Amaravati – Jawa Barat
  294. Larasati Sahara – Aceh
  295. Larasia Febriza – Sumatera Selatan
  296. Laura Rafti – Riau
  297. Lidia Tokan – Nusa Tenggara Timur
  298. Lisa Armenia NA – Jawa Timur
  299. Lisma Laurel – Jawa Timur
  300. Liya Maulidianti – Mataram, Nusa Tenggara Barat
  301. Lutfi Mardiansyah – Jawa Barat
  302. Luthfi Akbar Fahriza – Jawa Barat
  303. M Rosyid Husnul Waro’i – Jawa Timur
  304. M. Abdurrahman – Jawa Barat
  305. M. Iqbal Maulana – Jawa Timur
  306. M. Sohib – Malang, Jawa Timur
  307. M. Zainul Kirom – Nusa Tenggara Barat
  308. M.Z. Affan – Jawa Timur
  309. Made Adnyana Ole – Bali
  310. Mahdi Idris – Aceh
  311. Mahfud RD – Jawa Timur
  312. Maidi Abe – Jawa Timur
  313. Marhalim Zaini – Riau
  314. Mariati Atkah – Sulawesi Selatan
  315. Marina Novianti – Sumatera Utara
  316. Mario Hikmat – Sulawesi Selatan
  317. Mario Lawi – Nusa Tenggara Timur
  318. Marthen Reasoa – Maluku
  319. Martin – Jambi
  320. Mas Ruscitadewi – Bali
  321. Mashdar Zaenal – Jawa timur
  322. Maulana Satrya Sinaga – Sumatera Utara
  323. Maulidan Rahman Siregar – Sumatera Barat
  324. Maymoon Nasution – Pekanbaru
  325. Mazka Hauzan Naufal – Jawa Tengah
  326. Mei Elvina – Jawa Barat
  327. Meiby Yohannalisa – Jambi
  328. MH Kholis – Pamekasan, Madura, Jawa Timur
  329. Mia Indria – Jawa Barat
  330. Miko Waldufri – Sumatera Barat
  331. Mirna Ningrum – Jambi
  332. Moch. Ramlin – Nusa Tenggara Barat
  333. Mochamad Afrizal – Jawa Tengah
  334. Mohammad Ali Tsabit – Jawa Timur
  335. Mohammad Arfani – Sumatera Selatan
  336. Mohammad Chandra Irfan – Jawa Barat
  337. Mohammad Kholili – Jawa Timur
  338. Morika Tetelepta – Maluku
  339. Muhajir MA – Sulawesi Selatan
  340. Muhamad Arifin – Jawa Tengah
  341. Muhammad Asqalani eneste – Riau
  342. Muhammad Fadhli – Sumatera Barat
  343. Muhammad Farrid Wijaya – Jawa Timur
  344. Muhammad Ikhsan – Sumatera Utara
  345. Muhammad Khadafi – Jakarta
  346. Muhammad Lefand – Jawa Timur
  347. Muhammad Rois Rinaldi – Banten
  348. Muhammad Sadli – Kalimantan Timur
  349. Musylia Nurfadhlia – Sulawesi Selatan
  350. Mutiara Putri Dhamastuty – Jawa Tengah
  351. N Shalihin Damiri – Jawa Timur
  352. N. Eka P. – Banten
  353. Nadila D. – Jawa Barat
  354. Najla Anissa Fatin – Sumatera Barat
  355. Nanang Suryadi – Jawa Timur
  356. Naomi Hutahuruk – Jambi
  357. Nasrulloh Habibi – Jawa Timur
  358. Naufal Al Mahrosi – Sumenep, Jawa Timur
  359. Nazratul Putri – Jambi
  360. Noer Listanto Alfarizi – Jawa Barat
  361. Norma Eka – Yogyakarta
  362. Norrahman Alif – Jawa Timur
  363. Novhelis Sandra Borty – Jambi
  364. Novita Sari – Jambi
  365. Nunuk Priyati – Yogykarta
  366. Nur Adelia – Sulawesi Selatan
  367. Nurdiansyah Oemar – Riau
  368. Nurkhalida Alfaini – Jawa Barat
  369. Nurul Mutmainnah – Sulawesi Tenggara
  370. Obe Ahmad Marzuki – Bali
  371. Okta Piliang – Sumatera Barat
  372. Olive Hateem – Sumatera Selatan
  373. Onald Baruk – Nusa Tenggara Timur
  374. Panji Aswan – Kalimantan Timur
  375. Pendi Murdani – Sumatera Selatan
  376. Pieter P Pureklolong – Kepulauan Riau
  377. Pilo Poly – Aceh
  378. Pradewi Tri Chatami – Bandung, Jawa Barat
  379. Pramesa Nairma – Tangerang, Banten
  380. Pringadi A. S. – Sumatera Selatan
  381. Pujo Warsito – Jawa Barat
  382. Puput Amiranti – Jawa Timur
  383. Putra Niron – Nusa Tenggara Timur
  384. Putra Zaman – Sumatera Selatan
  385. Putri Mawadah – Banten
  386. Quidora Soera – Nusa Tenggara Timur
  387. Ragil Sukriwul – Kuanheun, NTT
  388. Rahman El Hakim – Jawa Timur
  389. Rahmatia Mohamad – Gorontalo
  390. Rahmi Fataya – Banten
  391. Rajif Duchlun – Maluku Utara
  392. Raka Prama Putra – Bali
  393. Rama Aditya Putra – Jawa Barat
  394. Ramon Damora – Kepulauan Riau
  395. Ramoun Apta – Jambi
  396. Rani Amalia Busyra – Sumatera Selatan
  397. Redovan Jamil – Sumatera Barat
  398. Refdinal Muzan – Sumatera Barat
  399. Rendy Wijaya – Kalimantan Timur
  400. Rendy Wijaya – Yogyakarta
  401. Rendy Yulandri – Sumatera Utara
  402. Revalino Baripon Nepa – Maluku
  403. Ria Try Fitriana – Nusa Tenggara Timur
  404. Rick Monintja – Gorontalo
  405. Ricky A. Manik – Jambi
  406. Ricky Ulu – Nusa Tenggara Timur
  407. Rido Arbain – Sumatera Selatan
  408. Rifat Khan – Nusa Tenggara Barat
  409. Rifki Syarani Fachry – Jawa Barat
  410. Rifqi Ajmaen – Jawa Timur
  411. Riki Kurnia – Tasikmalaya, Jawa Barat
  412. Riki Rinaldi – Jawa Barat
  413. Riki Utomi – Riau
  414. Rinda Harmanita – Sumatera Selatan
  415. Rini Febriani Hauri – Jambi
  416. Rini Intama – Banten
  417. Rinidiyanti Ayahbi – Jakarta
  418. Rio Fitra SY – Sumatera Barat
  419. Rio Rinaldi – Padang, Sumatera Barat
  420. Ririe Rengganis – Jawa Timur
  421. Risa Mutia – Jambi
  422. Risna Sanbe – Jakarta
  423. Riza Febrianp – Jawa Barat
  424. Riza Hamdani – Jawa Barat
  425. Rizki Amelia Puriani – Jawa Timur
  426. Rizky Aditya F. – Malang, Jawa Timur
  427. Rm Amanche Frank Oe Ninu – Nusa Tenggara Timur
  428. Robby Julianda – Sumatera Barat
  429. Rocheline Jasmine – Jakarta
  430. Roesda Leikawa – Maluku (Ketua WPI Cab. Ambon)
  431. Roymond Lemosol – Maluku
  432. Rudi Fofid – Maluku
  433. Rudi Syarif – Medan, Sumatera Utara
  434. Rukmi Wisnu Wardani – Jakarta
  435. Ruly R – Jawa Tengah
  436. Rusliadi Darwis – Sulawesi Selatan
  437. Rustam Bostan – Sulawesi Selatan
  438. S Marindra – Sulawesi Selatan
  439. Safar Banggai – Sulawesi Tengah
  440. Safri Naldi – Bandung
  441. Sahadewa – Nusa Tenggara Timur
  442. Said Lutfi AlMahdaly – Bula, Maluku
  443. Sakinah Sudin – Sulawesi Selatan
  444. Sakti Ramadhan – Banten
  445. Sam Haidy – Jawa Barat
  446. Samsir Marangga – Sulawesi Tenggara
  447. Samsudin Adlawi – Jawa Timur
  448. Sandi Firly – Kalimantan Selatan
  449. Sanusi Pane – Jambi
  450. Sarah Arumanita – Jakarta
  451. Sartika Sari – Sumatera Utara
  452. Sastika Noela – Kalimantan Timur
  453. Satria Semadi – Nusa Tenggara Timur
  454. Sengat Ibrahim – Jawa Timur
  455. Septa Ardhya Pramesta Chandrani – Jawa barat
  456. Setyowati Wulandari – Jawa Tengah
  457. Shinta Febriany – Sulawesi Selatan
  458. Sihar Ramses Simatupang – Jakarta
  459. Sindu Putra – Mataram, Nusa Tenggara Barat
  460. Sinta Ridwan – Jawa Barat
  461. Siska Nahla Padilla – Jawa Barat
  462. Siti Nuzulia Regar – Jawa Barat
  463. Soni Tri Harsono – Jawa Tengah
  464. Sonny Lamoren – Nusa Tenggara Timur
  465. Sony Sirait – Sumatera Utara
  466. Sosiawan Leak – Solo, Jawa Tengah
  467. Sri Wahyuni – Jawa Barat
  468. Sugianto ‘Gie’ – Jambi
  469. Suhanggono – Jawa Tengah
  470. Sulthan Indra Muhidin – Sumatera Barat
  471. Sumatri Widatdo – Riau
  472. Sunaryo JW – Sumatera Utara
  473. Sunlie Thomas Alexander – Yogyakarta
  474. Supri Gantu – Sulawesi Utara
  475. Surya Gemilang – Bali
  476. Sutono – Tegal
  477. Syaifuddin Gani – Kendari, Sulawesi Tenggara
  478. Syaiful Arifin – Nusa Tenggara Barat
  479. Syaihun – Sampang, Madura, Jawa Timur
  480. Syarif Aliza – Aceh
  481. Syukri Jundi – Sumatera Utara
  482. Tajullail Dasuqi – Jawa Timur
  483. Taufig Agung Sinaga – Jakarta Selatan
  484. Taufik Ikram Jamil – Riau
  485. Tegar Putra Adi Nugraha – Jawa Tengah
  486. Teuku Abie Yoes – Aceh
  487. Tiara Purnamasari – Jawa Barat
  488. Tio Agung Rianto – Sumatera Utara
  489. Tirena Oktaviani – Jawa Barat
  490. Titan Sadewo – Sumatera Utara
  491. Titi Aoska – Jakarta
  492. Titin Jene – Nusa Tenggara Timur
  493. Titis Wahyudi – Jawa Tengah
  494. Tjahjono Widarmanto – Jawa Timur
  495. Tjak S Parlan – Nusa Tenggara Barat
  496. Topik Mulyana – Jawa Barat
  497. Toto ST Radik – Banten
  498. Tri Wibowo – Jawa Barat
  499. Trip Umiuki – Tangerang, Banten
  500. Ubai Dillah Al Anshori – Sumatera Utara
  501. Ulil Ayidi – Jakarta
  502. Ulum Bidari – Sumatera Selatan
  503. Umar Fauzi Ballah – Jawa Timur
  504. Ummi Azizah – Jawa Barat
  505. Unu Ruben Paineon – Nusa Tenggara Timur
  506. Uwin Mokodongan – Kotamobagu, Sulawesi Utara
  507. Valentina Edellwiz Edwar – Bengkulu
  508. Varli Pay Sandi – Pontianak
  509. Ve Somantri – Jawa Barat
  510. Vera Hastuti – Aceh
  511. W. Haryanto – Jawa Timur
  512. W.N. Rahman – Jawa Timur
  513. Wahyu Fauzi Marpaung – Pematang Siantar, Sumatera Utara
  514. Wahyu Gandi G – Sulawesi Selatan
  515. Wahyu Wibowo – Sumatera Selatan
  516. Wanda Lesmana – Sumatera Selatan
  517. Wawan Kurniawan – Sulawesi Selatan
  518. Wayan Jengki Sunarta – Bali
  519. Wendy Fermana – Sumatera Selatan
  520. Weni suryandari – Tangerang, Banten
  521. Weny Mukaddas – Sulawesi Selatan
  522. Wibam – Banten
  523. Widya Wulandari – Jawa Barat
  524. Willy Siswanto – Bangka Belitung
  525. Wina SW – Aceh
  526. Windy Siswanty – Jawa Timur
  527. Wy Aprilya – Gorontalo
  528. Yahya Aponno – Ambon
  529. Yogira Yogaswara – Bandung, Jawa Barat
  530. Yohanes Vianey Soda Lein – Jerman
  531. Yohanto A. Nugraha – Jawa Barat
  532. Yona Primadesi – Sumatera Barat
  533. Yori Kayama – Bengkulu
  534. Yudi Aditya Pratama – Sumatera Selatan
  535. Yudi Damanhuri – Banten
  536. Yudi Sharofi – Sumatera Selatan
  537. Yuditeha – Jawa Tengah
  538. Yulian Yan – Bengkulu
  539. Yulizar Fadli Lubay – Lampung
  540. Yusran Arifin – Tasikmalaya, Jawa Barat
  541. Yusril Ihza – Surabaya, Jawa Timur
  542. Yuumeina Ryuri – Jawa Tengah
  543. Zaenal Radar T. – Tangerang Selatan, Banten
  544. Zahratul Wahdati – Jawa Tengah
  545. Zahrotul – Malang, Jawa Timur
  546. Zham Sastera – Banten
  547. Zul Adrian Azizam – Sumatera Barat
  548. Zulfaisal Putera – Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Zulkifli Songyanan – Jawa Barat

Facebook Comments