Wednesday, October 17, 2018
Home > Gaya Hidup > Jalan-jalan > Danau Sipin, Destinasi Wisata Di Tengah Kota Jambi

Danau Sipin, Destinasi Wisata Di Tengah Kota Jambi

Danau Sipin Jambi

Danau Sipin merupakan kekayaan alam yang terbentuk secara alami berada di tengah Kota Jambi, Provinsi Jambi. Lokasi tepatnya berada di belakang kantor Gubernur. Masyarakat sekitar yang telah lama tinggal di sepanjang danau tersebut, menyebutnya dengan Solok Sipin. Solok merupakan sebutan lain dari danau berdasarkan bahasa masyarakat lokal.

Masyarakat lokal sekitar Danau Sipin  tinggal di seberang Kota Jambi yang dipisahkan oleh danau. Kultur melayu mereka masih kental hingga kini dibandingkan dengan masyarakat Kota Jambi, baik dari segi bahasa, adat, arsitektur, kesenian dan lain-lain. Ini dapat dilihat dari masih terjaganya arsitektur rumah panggung kayu sebagai tempat tinggal mereka. Bahasa lokal menjadi bahasa keseharian mereka, begitu juga adat dan kesenian lokal.

Kebanyakan masyarakat lokal di sekitar Danau Sipin memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, penambang perahu, pengrajin batik, makanan tradisional maupun kerajinan lokal lainnya, ada juga yang berprofesi sebagai pemulung perahu yang memunguti sampah di danau. Sebagian dari masyarakat ini merupakan sumber daya potensial atlet olahraga dayung perahu bagi kota maupun Provinsi Jambi.

Sebelum tahun 2017, Danau Sipin hanya merupakan danau yang tak terawat. Sedikit orang yang bersedia berkunjung ke danau untuk sekedar memancing, duduk sore, atau menyepi. Namun, kondisi berbalik ketika kebijakan pemerintah kota Jambi menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata yang menjanjikan. Ini berimbas kepada gencarnya pemerintah Kota Jambi membangun infrastruktur di sepanjang danau.

Danau Sipin Jambi

Saat ini, pinggiran Danau Sipin telah dipasangi turap atau tembok penahan air. Pelataran atas di sepanjangnya telah dipercantik dengan konblok semen yang berwarna-warni, lengkap dengan beberapa tempat duduk semen yang minimalis. Bahkan wilayah danau yang berada di belakang kantor gubernur Jambi, yang notabene merupakan pusat kota, telah dilengkapi dengan tempat parkir juga Water Closet (WC) umum. Tak heran, jika semakin hari, semakin banyak pengunjung yang menikmati waktu senggang maupun liburnya untuk bersantai di pinggiran danau.

Melalui lokasi danau yang berada di belakang kantor Gubernur Jambi ini, kita bisa menikmati pemandangan danau, baik ketika  matahari terbit maupun ketika matahari terbenam. Ketika sore hari menjelang matahari terbenam, justru merupakan puncak  kunjungan warga Kota Jambi untuk menikmati pemandangan Danau Sipin. Pada waktu ini, kita dapat sekedar duduk menikmati pemandangan danau yang tenang dan sesekali burung-burung melintas di atasnya.

Selain itu, kita dapat melihat atlet dayung perahu yang tengah berlatih di sekitar danau, atau menikmati pemandangan penambang perahu yang hilir mudik mengantar penumpang lokal dari kota ke seberang danau dan sebaliknya. Tak puas hanya sekedar duduk dan menikmati kuliner yang dijajakan di sekitarnya, juga berfoto-foto ria, kini telah disediakan perahu wisata yang akan membawa penumpang mengelilingi Danau Sipin.

Perahu wisata

Menaiki perahu wisata yang sangat dihias menarik ini, kita dapat membayar Rp. 10.000 untuk dewasa sekali naik, sedangkan anak-anak dikenai tarif Rp. 5000 sekali naik. Perahu ini akan membawa penumpang berkeliling danau, untuk sekedar sekilas melihat perkampungan masyarakat lokal di sekitar danau. Kita juga dapat melihat keramba-keramba ikan milik masyarakat sekitar, atau mengamati lebih dekat alat pancing tradisional yang diletakkan di beberapa titik di tengah danau.

Untuk dijadikan sebagai destinasi wisata kota Jambi, Danau Sipin masih memerlukan pembenahan lebih lanjut. Mengingat kelebihan Danau Sipin dibandingkan wisata di pinggir Sungai Batanghari, yaitu pada kondisi airnya. Airnya yang masih bening menjadi oase penyejuk wisata alam di tengah kota Jambi. Hal inilah yang harus menjadi perhatian berbagai pihak untuk dapat menjaga kelestarian alam di sekitar danau, terutama untuk tidak mengotorinya dengan sampah, apalagi sampah yang dibuang sembarangan.

Facebook Comments