Tuesday, June 19, 2018
Home > Lingkungan > Hidroponik: Berkebun Murah di Samping Rumah

Hidroponik: Berkebun Murah di Samping Rumah

Tentu Sahabat Puan tak asing lagi dengan jenis urban farming yang satu ini bukan? Hidroponik menjadi alternatif jitu bagi penduduk kota yang tidak memiliki banyak lahan, tepatnya hidup di kompleks padat penduduk.

Masyarakat masih berpikiran bahwa hidroponik memerlukan biaya besar karena harus menggunakan instalasi, seperti pipa paralon yang harganya cukup merogoh kocek. Padahal, tidak semua hidroponik harus menggunakan pipa paralon. Sahabat Puan bisa menghemat dengan cara menggunakan barang-barang bekas yang mudah didapat.

Media tanam yang biasanya menggunakan pipa paralon bisa diganti dengan steroform bekas tempat buah anggur. Steroform tersebut bisa didapat di toko-toko buah terdekat. Ada yang dijual, ada pula yang bisa diperoleh dengan gratis karena barang tersebut tak ada gunanya lagi untuk mereka. Kisaran harganya pun sangat murah yakni sekitar 5 ribuan. Satu steroform tersebut bisa dibuat lubang tanam 20-24 untuk kangkung dan 9-12 lubang tanam untuk pakcoy.

Lahan untuk media tanam hidroponik ini pun tak perlu luas. Bisa dengan cara membuat rak bertingkat. Satu rak bisa diletakkan beberapa steroform. Cup untuk media tanam juga bisa menggunakan plastik bekas minuman kemasan yang berbentuk gelas. Bisa didapatkan dengan cara membeli di pengepul barang bekas atau mencari sendiri. Bisa pula dengan membeli yang baru karena harganya pun tak mahal, yaitu sekitar Rp12.000,00 per 100 biji.

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, penyemaian bibit dilakukan secara bergantian, jadi tidak akan menumpuk produksi sehingga bisa memanen sayuran kapan saja. Tujuan lainnya ialah supaya ada variasi sayuran yang hendak dijadikan menu  sehari-hari.

Guna menghemat nutrisi yang dicampur dengan air, Sahabat Puan bisa memanfaatkan air kolam ikan yang jarang dikuras. Kotoran-kotoran ikan yang menyatu dengan air kolam merupakan nutrisi yang sangat bagus untuk tanaman. Itulah yang disebut dengan cara tanam akuaponik.

Setelah memperoleh penjelasan tersebut, apakah Sahabat Puan berminat bergabung dalam gerakan urban farming tersebut? Apabila iya, Sahabat Puan bisa mempelajari lebih dalam tentang hidroponik dan akuaponik di youtube atau media sosial lainnya. Dua cara urban farming itu memang sedang digalakkan sebagai alternatif yang jitu bagi kebutuhan rumah tangga.

Facebook Comments