Sunday, May 27, 2018
Home > Lingkungan > TABULAMPOT, Berkebun Buah di Perkotaan

TABULAMPOT, Berkebun Buah di Perkotaan

Warga yang hidup di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas, namun memiliki hobi atau tertarik dengan kegiatan bercocok tanam, dapat tetap mengekspresikan diri. Solusinya dengan mengadopsi sistem bertanam hydroponik yang tengah menjadi trend hari ini dan banyak dikenal orang. Namun, selain itu ternyata ada cara lain, yaitu dengan mengadopsi sistem Tanam Buah Dalam Pot (Tabulampot).

Jika hydroponik, merupakan sistem bertanam sayur-mayur dan beberapa buah-buahan tanpa pohon besar dalam media tanam yang memerlukan air. Sementara Tabulampot merupakan sistem bertanam buah-buahan yang lazimnya berpohon besar, namun dibudidayakan untuk bertumbuh di dalam pot. Tabulampot kini tengah menjadi alternatif berkebun buah-buahan di perkotaan. Bahkan di beberapa media sosial telah ada grup khusus yang membahas tabulampot dan trendnya mulai mengiringi hydroponik.

Sama seperti halnya hydroponik, Tabulampot tengah berkembang menjadi bisnis pertanian menjanjikan di daerah perkotaan. Jika bisnis hydroponik menjual hasil panen, maka Tabulampot tidak hanya menjual hasil panen buah-buahan dalam pot, tetapi juga menjual bibit buah yang telah ada dalam pot serta siap untuk dipelihara lebih lanjut guna menghiasi pekarangan rumah warga kota.

Beberapa pohon buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, mangga, sawo, belimbing dan jambu air, kedondong disinyalir merupakan tanaman buah yang mudah serta telah terbukti berhasil untuk ditanam di dalam pot. Namun, ada beberapa buah-buahan yang selama ini masih sulit dan belum berhasil secara maksimal untuk ditanam di dalam pot. Buah-buahan tersebut antara lain yaitu, durian, rambutan, kelengkeng, manggis, duku dan jambu bol.

foto: seputarpertanianoke.blogspot.com

Bertanam dengan metode Tabulampot, secara umum merupakan upaya agar pohon buah-buahan dalam pot dipelihara dengan tahapan tertentu agar cepat berbuah. Meskipun pohon buah tidak bertumbuh terlalu tinggi, justru bertumbuh pendek. Adapun tahapan yang perlu diperhatikan ketika akan memulai metode Tabulampot, sebagaimana dikutip dari www.farming.id yaitu:

  • Bibit tanaman sebaiknya merupakan bibit dari hasil perbanyakan vegetatif dan harus sesuai dengan kondisi lingkungan, seperti iklim dan ketinggian tempat Pot yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan ukuran bibit. Selain itu, sebaiknya gunakan pot yang menggunakan kaki agar memudahkan untuk drainase dan pengawasan agar akar tidak sampai ke tanah.
  • Media tanam yang baik adalah media tanam yang selalu menyediakan unsur hara. Dalam hal ini biasanya digunakan campuran antara kompos, tanah dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Penggantian media tanam yang baru dilakukan ketika telah waktunya tanaman dipindahkan ke tempat yang lebih besar.
  • Pupuk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan, mengingat media tanam Tabulampot unsur haranya tidak terlalu mencukupi. Pemupukan dilakukan sesuai dengan tahapan pertumbuhan tanaman. Sebaiknya menggunakan pupuk organik.
  • Tanaman Tabulampot hendaknya rajin dilakukan pemangkasan terhadapnya. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan tanaman.
  • Pemberantasan hama dilakukan secara manual, misalnya dengan memangkas daun atau mengambil ulat yang menjadi hama tanaman.

foto: caratanam.com.jpg

Bagaimana sahabat Puan? Tertarik mencoba bercocok tanam dengan metode Tabulampot? Selain hasil buahnya nanti dapat dipetik dan dirasakan manfaatnya, tanaman dalam potnya juga dapat dijadikan perhiasan pekarangan seperti yang telah disebut di atas. Atau sekalian untuk dijadikan lahan bisnis pertanian urban di kota sahabat Puan sekalian.


sumber foto: caratanam.com

Facebook Comments