Monday, December 10, 2018
Home > Gaya Hidup > Ibu dan Anak > Bagaimana Melatih Anak Berpuasa?

Bagaimana Melatih Anak Berpuasa?

ngantuk karena puasa

Kewajiban berpuasa bagi seluruh umat Islam yang beriman. Kendati batasan usia yang ditetapkan saat sudah baligh. Namun tidak ada salahnya melatih anak berpuasa pada usia yang dini. Tentu saja ini perlu dilakukan dengan melihat berbagai kondisi dan keinginan untuk mengajarkan ibadah kepada anak sejak dini. Dibutuhkan kerjasama antara anak dan orang tua dalam melatih anak berpuasa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melatih anak berpuasa, adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan anak dalam kondisi sehat

Sebelum melatih anak untuk turut berpuasa, pastikan bahwa kondisi anak dalam keadaan sehat. Jangan memaksa anak untuk berpuasa jika dia dalam keadaan demam, batuk, flu, atau mengidap penyakit lain. Selama berpuasa, ibu senantiasa memantau kondisi si buah hati. Jika dia terlihat sangat lemas dan dehidrasi,apalagi menjadi demam. Ibu harus segera meminta anak untuk minum dan makan.

  1. Ajarkan hakikat berpuasa dengan bahasa yang mudah dimengerti

Beritahu anak mengapa kita harus berpuasa dengan melalui cerita yang mudah dimengerti. Misalnya, “puasa itu supaya kita tidak rakus,loh dek”, atau puasa itu supaya kita kita lebih menghargai makanan yang kita makan, lebih sayang sama orang yang miskin, dan puasa itu buat kita lebih kuat dan sehat Atau apa saja bahasa yang digunakan agar anak paham akan hakikat dan makna berpuasa.

  1. Lakukan latihan berpuasa secara bertahap

Melatih anak berpuasa mungkin bisa dilakukan dengan cara bertahap. Bagi pemula, anak bisa diajarkan dulu berpuasa sampai pukul 10.00 WIB, dan berlanjut hingga pukul 13.00 WIB. Jika anak sudah terbiasa, bisa dilanjutkan hingga magribh. Orang tua tidak boleh memaksa anak apalagi menakuti-nakuti mereka agar berpuasa. Melatih kesadaran anak berpuasa harus dilakukan secara bertahap dan menyenangkan.

  1. Menyiapkan menu berbuka dan sahur yang bergizi

Pastikan asupan makanan dan minuman anak terpenuhi selama dia berpuasa. Ibu harus menyiapkan menu-menu yang bergizi bagi putera-puteri yang sedang berpuasa. Pastikan menu yang dihidangkan mengandung empat sehat dan lima sempurna. Perbanyak asupan buah dan air putih selama berpuasa ini. Karena kondisi cuaca yang berubah-ubah dan juga selama anak berpuasa tentu saja asupan mineral pada tubuhnya tidak cukup. Jika anak kesulitan untuk minum air putih dalam jumlah banyak, bisa menyelinginya dengan buah-buahan yang mengandung air seperti melon atau jeruk. Hindari juga anak mengkonsumsi makanan berminyak terlalu banyak.

  1. Memberikan hadiah pada lebaran

Meski tidak diajarkan untuk mengiming-imingi anak-anak dengan hadiah atas ibadah puasa yang dilakukannya. Tapi tidak ada salahnya, memberikan hadiah mainan ataupun buku saat dia sudah menyelesaikan ibadah puasanya selama satu bulan. Ibu bisa memberikan hadiah ketika lebaran sebagai bentuk apresiasi atas sikap baiknya selama ramadhan. Hadiah juga bisa menjadi penyemangat anak untuk terus membiasakan diri agar berpuasa.

  1. Ajak anak melakukan aktifitas yang menyenangkan.

Berpuasa pada awalnya membuat anak terlihat lemas, biarkan saja mereka beristirahat. Cegah untuk melakukan aktifitas berat di luar, seperti bersepeda dan berlari-larian. Untuk tahap awal boleh bermain bersama di rumah, misalnya menyusun puzzle  ataupun membacakan dongeng dan cerita islami. Bisa juga menonton film kartun favoritnya, tapi batasi juga aktifitas menonton maupun bermain yang terlalu lama. Karena ini juga akan membuat mata anak lelah dan malah sakit.

Berikut ulasan berdasarkan pengalaman pribadi saya melatih anak untuk berpuasa sejak usia dini. Semoga bermanfaat bagi sahabat puan lainnya.

Facebook Comments