Thursday, June 21, 2018
Home > Literasi > Opini/esai > Biar Kamu Saja yang Manis, Buka Puasa Jangan!

Biar Kamu Saja yang Manis, Buka Puasa Jangan!

2018-519_Sambut Keberkahan Ramadhan

“Berbukalah dengan yang manis-manis!”

Sebagian besar orang mengamini kalimat tersebut sebagai sunah nabi, padahal sebagaimana yang saya dengar dari ustaz tidak ada hadis yang mengatakan demikian. Sambil berkelakar sang ustaz menyebutkan bahwa hal tersebut hanyalah propaganda iklan sirup. Nah loh? Apa kabar kolak, es campur, dawet, dan segala macam sajian hidangan manis lainnya? Sajian manis ini sering kita temui di pasar Ramadan musiman. Biasanya dengan sangat mudah dijumpai di meja-meja pinggiran jalan, yang selain menyajikan makanan manis juga  memajang beraneka ragam jajanan yang diklaim sebagai pilihan menu berbuka puasa.

Nabi Muhammad SAW memang berbuka dengan yang manis, hanya saja manis tersebut bersumber dari buah kurma. Apabila kita berbuka dengan kurma dan lazimnya dengan jumlah ganjil, kita sudah menjalankan sunah Nabi. Kalau tidak ada kurma, air putih saja sudah cukup untuk memulihkan tenaga menjelang sesudah salat magrib. Mengapa? Jika perut langsung diisi dengan makanan berat, tentu saja perut yang kosong seharian akan kaget. Memberi jeda setelah makan kurma dan  minum air putih sangat baik sebelum perut diisi dengan makanan berat.

Sehubungan dengan hal tersebut, hal yang perlu diperhatikan lainnya, yakni jenis makanan yang hendak Sahabat Puan konsumsi sebagai makanan berat dianjurkan adalah makanan sehat. Perbanyak sayur dan buah! Hindari makanan yang digoreng! Sekali lagi, jangan terlalu banyak memakan makanan manis!

Tubuh memang memerlukan gula, hanya saja, apa yang kita konsumsi sebagai makanan berat seperti nasi sudah memiliki kadar gula, apalagi jika ditambah menyantap manisnya kolak, es campur, es buah, dan sebagainya. Kelebihan gula dalam tubuh jika dibiarkan akan menyebabkan penyakit diabetes, apalagi jika Sahabat Puan tidak membarenginya dengan berolahraga secara rutin. Puasa yang tadinya berfungsi menyehatkan, bisa jadi justru menjadi penyakit. Oleh sebab itu, Sahabat Puan perlu mengontrol nafsu makan setelah berbuka puasa.

Bila Sahabat Puan merasa kesulitan mengingat seharian tidak makan dan minum, Sahabat Puan bisa membayangkan tujuan dari berpuasa, yakni menyehatkan tubuh. Jika kita menginginkan kesehatan, puasa adalah cara terbaik untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita.

Berpuasa juga tidak menghalangi kita berolahraga untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Sahabat Puan dapat melakukannya setelah berbuka (sebelum makan berat) atau sebelum berbuka puasa. Tentu saja olahraga yang dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh dan disarankan untuk tidak berolahraga berat yang dapat menguras banyak tenaga.

Apabila asupan makanan seimbang dan olahraga rutin, manfaat puasa akan dapat kita rasakan  baik untuk kesehatan batiniah maupun lahiriah. Selamat berpuasa! (WR/RFH)

Facebook Comments