Thursday, June 21, 2018
Home > Lingkungan > Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Gunung Merapi Memasuki Level 2: Warga Diimbau Tetap Tenang

Beberapa hari terakhir, warga Yogyakarta sedang mengalami kegelisahan. Hal ini terjadi karena Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung aktif mulai memunculkan letusan freatik.

Rabu (23/5), BPPTKG Yogyakarta terus melakukan monitoring secara intensif terhadap aktivitas Gunung Merapi. Press Released di akun twitter @BPPTKG menjelaskan bahwa telah terjadi satu kali letusan freatik pada pukul 03.31 WIB dengan durasi kejadian selama 4 menit, tinggi kolom letusan 2000 M, dengan kolom letusan ke arah barat daya.

Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, saat ditemui tim Media TV News menyampaikan, “Jadi untuk jenis letusan, kita sekarang tidak usah lagi mempersalahkan letusan freatik atau magmatik, yang jelas gini, itu sudah jelas ada kemungkinan bahwa magma akan menuju ke permukaan. Untuk ke depannya kita akan pantau terus,” tegasnya. Pemantauan ini pun melibatkan beberapa stakeholders untuk terus berupaya dan bekerja sama dalam menjaga serta mengawasi aktivitas Gunung Merapi.

Tak hanya itu, sekitar pukul 10.12 WIB pun telah diadakan sosialisasi terkait dengan aktivitas Gunung Merapi di posko utama pakem oleh Bapak Subandriyo, BPPTKG, bersama jajaran muspika Kabupaten Sleman. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menjelaskan berbagai aktivitas Gunung Merapi yang terjadi serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

Akun instagram @BPPTKG menambahkan pada pukul 13.49 WIB telah terjadi letusan dengan durasi kejadian 2 menit menimbulkan suara gemuruh yang terdengar dari pos PGM Babadan, tetapi kolom letusan tidak teramati dari semua pos PGM. Gunung Merapi yang sebelumnya (21/5) berstatus normal kini berubah menjadi waspada (Level 2). Hasil analisis morfologi kawah Gunung Merapi dari pemantauan rekaman CCTV di puncak pun menggambarkan belum terlihat adanya perubahan yang signifikan per tanggal 23 Mei 2018. Pada gambar berikut diketahui adanya penambahan material di sisi sebelah barat rekahan kawah.

sumber: Instagram @BPPTKG , 2018.
sumber: Instagram @BPPTKG , 2018.

Beberapa masyarakat yang tinggal di wilayah KRB III pun sampai saat ini telah diungsikan ke hunian tetap Karangkendal, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Pascaterjadi letusan freatik, masyarakat turut andil dalam memantau serta bersiaga dengan melakukan ronda malam, seperti yang dilaporkan oleh akun twitter @Gunung Merapi_news, diantaranya masyarakat Klaten, Magelang, Sleman, serta Boyolali.

Sumber : Agusty (Ronda malam di Hunian tetap Karangkendal, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman)
Sumber : Agusty (Ronda malam di Hunian tetap Karangkendal, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman)

Ronda malam selain sebagai salah satu wujud kearifan lokal masyarakat yaitu solidaritas kelompok, juga menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan masyarakat guna menjaga keamanan lingkungannya. Berbekal keberanian, kepedulian, dan rasa kekeluargaan yang erat, masyarakat bergantian bersiaga apabila terjadi letusan lainnya. Kerja sama yang baik antara pemerintah, stakeholders, dan masyarakat menunjukkan adanya suatu hubungan yang harmonis di tengah kegelisahan yang terjadi. Selain itu, masyarakat umum juga terlibat dalam memantau aktivitas Gunung Merapi melalui akun sosial media.

Malam tadi (23/5) pada pukul 19.00 WIB menutup hasil pemantauan, BPPTKG melakukan konferensi pers terkait press released dan akan berlanjut setiap harinya pukul 08.00 WIB dan 19.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan informasi serta menjawab pertanyaan masyarakat maupun wartawan terkait dengan aktivitas Gunung Merapi selanjutnya. Selain itu, konferensi pers ini dilakukan untuk meminimalisasi adanya hoax sehingga dapat meminimalisasi adanya kecelakaan lain yang tidak diinginkan.

Imbauan yang terus digencarkan oleh BPPTKG tidak hanya berlaku bagi masyarakat sekitar, tetapi kita sebagai masyarakat umum juga harus lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi informasi yang genting dan penting seperti ini. Tidak ada salahnya apabila kita tetap tenang dan turut andil dalam memantau aktivitas Gunung Merapi melalui akun sosial media resmi yang ada, seperti Facebook, Twitter, Youtube, Web, dan Instagram. Serap informasi sebanyak-banyaknya, buka luas rasa empati kepada sesama, tetap tenang dan berdoa untuk masyarakat Yogyakarta! (ERT/RFH)


foto cover: tekno.tempo.co

Facebook Comments