Thursday, July 19, 2018
Home > Literasi > Pendidikan > Mengenal Kepala Sekolah Berprestasi SMPN 7 Merangin

Mengenal Kepala Sekolah Berprestasi SMPN 7 Merangin

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Merangin berlokasi di daerah transmigrasi kecamatan Pamenang, kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Letak sekolah cukup lumayan masuk ke dalam hutan perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi komoditas andalan kabupaten Merangin. Jalan menuju ke sekolah hanya berupa jalan tanah yang dikeraskan dengan batu kerikil. Jika kemarau cukup berdebu dan terjal, sebaliknya jika hujan sulit untuk ditempuh dengan kendaraam roda dua maupun roda empat.

Namun siapa sangka bahwa sejak dua tahun ini, sekolah tersebut tengah bergiat melakukan pencapaian prestasi. Salah satu prestasi yang telah dicapai, selain seorang guru bahasa Indonesia yang mengajar di sekolah tersebut mendapat penghargaan juara ke tiga guru berperestasi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, ternyata kepala sekolahnya pun telah berturut-turut dalam dua tahun ini mendapat pengharagaan sebagai kepala sekolah berprestasi dan tahun ini ditasbihkan sebagai juara pertama dalam ajang penghargaan tersebut.

Kasbar, S.IP., MM adalah kepala SMPN 7 Merangin yang mendapat juara pertama sebagai kepala sekolah berprestasi sekabupaten Merangin pada tahun 2018 ini. Kepada Puan.co yang menemuinya kala itu, Kasbar mengatakan bahwa penghargaannya tersebut merupakan pencapaiannya untuk menaikkan citra sekolah agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, disamping untuk memotivasi para guru agar juga memiliki prestasi yang dapat mengangkat citra sekolah.

Ini merupakan strategi untuk mendongkrak peluang SMPN 7 Merangin agar dikenal, dilihat dan diminati oleh masyarakat sekitarnya untuk menyekolahkan anak-anaknya. Maka seiring dengan hal tersebut, Kasbar juga mendorong prestasi siswa di berbagai bidang seperti seni, sastra, olahraga, drum band dan lain-lain. Melalui strategi ini, Kasbar ingin membuktikan bahwa ditangannya, sekolah yang dulu dianggap sebelah mata karena lokasinya yang sulit dan tak memiliki prestasi serta pembenahan, kini bisa dibanggakan dan ada yang berubah.

Kasbar sebagai kepala sekolah berprestasi sekabupaten Merangin melalui ajang penghargaan tersebut telah menjalankan beberapa prosedur tes, seperti tes pengetahuan akademik, presentasi road map manajemen dan kepemimpinannya di sekolah, budi pekerti, dan tanggapan siswa, tata usaha serta guru terhadap kepemimpinannya. Dari rangkaian tea tersebut ia mengatakan bahwa telah melakukannya secara nyata di sekolah yang ia pimpin dan setidaknya memang menunjukkan gebrakan.

Sosok kepala sekolah yang merintis karir sebagai seorang tata usaha, kemudian merangkak untuk melakukan upaya perubahan nasibnya dengan mengambil kuliah dan memutuskan untuk menjadi guru di sekolah yang kini dipimpinnya ini, berdasarkan tanggapan guru, siswa dan tata usaha, memang memiliki kepribadian yang relijius, disiplin dan menegur dengan cara yang halus sehingga ia amat disukai oleh hampir semua orang yang ada di lingkungan sekolah.

Beberapa perubahan yang telah dicapainya yaitu dengan mendorong kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai program unggulan, pengiriman siswa ke lomba-lomba, mendorong guru untuk mendapatkan peningkatan ilmu pengtahuan, pengadaan sarana dan prasarana yang lebih ,endukung kinerja sekolah seperti komputer, olahraga dan lain-lain, serta meningkatkan kualitas iman dan takwa siswa dan guru melalui pengajian rutin di sekolah dan penekanan untuk dapat membaca Al-quran, mengadakan kantin kejujuran yang menurutnya telah benar-benar dilaksanakan melatih kejujuran siswa di sekolah.

Secra fisik SMPN 7 Merangin memang terlihat berubah. Sarana gedung yang lebih bagua, taman, hall olahraga, kegiatan ekstrakurikuler yang mulai marak, semangat guru dan siswa dalam belajar dan berprestasi. Akan tetapi menurutnya masih ada ganjalan karena inovasi dan paradigma perubahannya tidak dapat diterima begitu saja. Masih ada pemikiran dari orang-orang yang dipimpinnya yang sulit menerima perubahan. Terutama bagi pribadi yang tidak mau berubah dan tidak merespond perubahan sebagai peluang untuk memajukan diri serta sekolah.

Untuk itu lah Kasbar mengatakan bahwa tantangannya ke depan mengatasi jarak pemikiran yang anti perubahan. Sebab baginya pendidikan saat ini harus selaras dengan kemajuan jaman meskipun lokasi sekolahnya ada di pedalaman. Cita-citanya adalah terus melakukan inovasi dan perubaham agar sekolah yang dipimpinnya memiliki ciri khas yang dapat dijadikan rujukan bagi orang tua di sekitarnya untuk menyekolahkan anaknya dan bangga dengan sekolah tersebut.

Facebook Comments