Wednesday, October 17, 2018
Home > Literasi > Pendidikan > Rumah Seni Asnur Gelar Lomba Baca Puisi Islami

Rumah Seni Asnur Gelar Lomba Baca Puisi Islami

Dalam rangkaian Festival Ramadan 1439 H, Rumah Seni Asnur menggelar Lomba Baca Puisi Islami pada 6 Juni 2018 pukul 10.50 WIB. Pendaftaran lomba ini telah dibuka sejak 18 Mei – 5 Juni 2018. Lomba Baca Puisi Islami Tingkat Umum ini dibuka untuk usia dua belas tahun ke atas.

Naskah puisi telah dipersiapkan oleh panitia dan diberikan kepada peserta saat pendaftaran. Beberapa naskah puisi yang dibacakan peserta lomba bersumber dari buku antologi puisi Marhaban Ya Ramadan dan Doa Seribu Bulan. Kedua buku antologi tersebut merupakan terbitan Perkumpulan Rumah Seni Asnur yang memuat puisi-puisi karya penyair Asean.

“Puisi-puisi yang dilombakan adalah karya Ahmadun Yosi Herfanda, Rida K. Liamsi, Asrizal Nur, Jose Rizal Manua, Yeni Fatmawati, Ibnu ‘Abdir-raheem, Firdaus HN, Faridah Bestari, Widuri, Mohm. Rosli Bakir, Norazimah Abu Bakar, Muhamad HM, Irawan Sandhya Wiraatmaja, dan Lily Siti Multatuliana,” ujar Anin ketua panitia

Lomba ini diikuti oleh 35 peserta. Yang bertindak sebagai juri adalah Ical Vrigar (Deklamator puisi dan dramawan) dan Jose Rizal Manua (penyair dan sutradara teater). Kedua dewan juri merupakan profesional di bidangnya, keduanya merupakan jawara-jawara pembacaan puisi di tanah air. Para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa berasal dari Jabodetabek.

“Lomba kali ini tidak banyak pesertanya, selain dari Depok, peserta juga ada yang dari Jakarta dan Bogor,” ucap Anin lagi.

Seni membaca puisi pada dasarnya adalah seni komunikasi. Perlombaan ini menggunakan metode baru, yakni setiap peserta membaca puisi yang telah pilihannya. Setelah selesai membaca, setiap peserta kemudian berkesempatan memilih satu puisi lagi secara acak yang disediakan panitia dan dibacakan di hadapan juri.

“Yang menjadi penilaian dalam perlombaan ini meliputi penafsiran atau interpretasi sejauh mana pemahaman peserta terhadap puisi yang dibacakannya,” ujar Jose Rizal Manua. Selain penafsiran yang menjadi penilaian, penghayatan, unsur vokal (suara)  dan penampilan adalah hal yang juga penting dalam penilaian.

Tepat tengah hari, kegiatan lomba dihentikan sejenak untuk menunaikan ibadah salat zuhur, lalu dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB. Memasuki sesi ini, peserta masih tampak antusias dan bersemangat. Rocky Fernandes, peserta lomba dari SMAN 44 Jakarta, mengaku senang bisa mengikuti Lomba Baca Puisi Islami ini. “Ini merupakan ketiga kalinya saya ikut lomba baca puisi,” ucap lelaki berkacamata yang juga gemar menulis puisi ini. “Namun, selama ini hanya menulis di buku saja dan belum pernah dipublikasikan,” imbuhnya.

Seusai kegiatan lomba, peserta mendapat suguhan pembacaan puisi oleh juri, yakni Jose Rizal Manua dan Ical Vrigar. Suguhan lain ialah pembacaan puisi penyair multimedia Asrizal  Nur, Iman Sembada, Ade Novi, dan Putri Tania.

Tim juri akan menentukan tiga peserta sebagai pemenang, selanjutnya pemenang akan mendapat trofi, sertifikat, dan uang tunai yang akan diserahkan pada malam puncak Festival Ramadan 1439 H, pada 10 Juni 2018. Pada acara puncak nanti akan ada kegiatan sosial santunan kepada anak yatim dan pembacaan puisi Islam multimedia Asrizal Nur, dengan tema “Puisi berbagi empati” dilaksanakan pukul 20.00 WIB, harga tiket Rp50.000,00. Tersedia juga tiket untuk donatur Rp200.000,00. Sebagian dana yang didapatkan akan diserahkan untuk santunan.(red/rfh)

Facebook Comments