Thursday, July 19, 2018
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Serunya Kumpul Bareng Petualang Jambi

Serunya Kumpul Bareng Petualang Jambi

Jumat, 6 Juli 2018, berlokasi di Tempoa, Jelutung, kota Jambi, lintas komunitas yang hobi bertualang dan travelling mengadakan acara halal bihalal sekaligus kumpul bareng. Acara ini digawangi oleh komunitas Jambi Backpackers yang dibentuk oleh pria bernama Duty Nath dan rekan-rekannya. Sekitar tiga belas komunitas hadir pada acara ini, juga individu yang tidak masuk dalam komunitas namun memiliki hobi yang sama.

Tiga belas komunitas yang hadir pada acara ini antara lain : Genpi (Generasi Pesona Indonesia) Jambi, Instravelmate Jambi, MTMA (My Trip My Adventure) Jambi, Pendaki Jambi, Adventure Jambi, Pejalan Amatiran, Bapers Adventure, Pecinta Alam Jambi, BRIpala (BRI Pecinta Alam) Jambi, SP (Serikat Pendaki) Korwil Jambi, KPA (Kelompok Pecinta Alam) Taman Nasional Bukit 12 Jambi, ASBACPALA (Adventure Sungai Bertam Community Pecinta Alam), KPGIR (Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya) Jambi Raya.

Acara ini tidak sekedar kumpul dan senang-senang bersama semata, namun juga diisi dengan kegiatan antara lain makan bersama, kenalan, pemaparan organisasi, game, berbagi pengalaman petualangan masing-masing yang pernah dilakukan, serta berbagi mengenai informasi destinasi wisata yang asik dan seru untuk dikunjungi. Pada kesempatan berbagi pengalaman ini, secara khusus ada tiga orang yang didaulat untuk bercerita.

Tiga orang tersebut yaitu  Lanny, Safa sang pendaki cilik dan ibundanya.  Pada kesempatan tersebut Lanny berbagi tentang travel blogger. Ia menegaskan arti pentingnya menulis catatan perjalanan ketika kita melakukan kegiatan travelling atau petualangan ke tempat-tempat tertentu yang kita kunjungi. Sementara itu, Safa dan ibundanya berbagi pengalamannya selama melakukan pendakian. Safa yang berusia sekitar sembilan tahunan ini memiliki keinginan untuk mencoba memecahkan rekor mendaki tujuh gunung tertinggi di Indonesia.

Rata-rata peserta pada acara ini memang paling banyak berbagi tentang pengalaman mendaki gunung. Sebagaimana dikatakan oleh Ade Yustisia, salah satu perempuan cantik penggila petualangan dan travelling yang tergabung di komunitas Jambi Backpackers bahwa gunung selalu menjadi tempat dan pengalaman yang paling seru dalam bertualang tanpa mengesampingkan tempat wisata lainnya.

“Kalau kita ingin tahu sifat asli seseorang, ajaklah dia mendaki gunung,” tutur perempuan cantik yang memiliki nama panggilan Ade ini kepada Puan.co.

Strategi  agar pariwisata di provinsi Jambi makin banyak dikenal oleh masyarakat luas hingga ke luar daerah dan semakin banyak menarik minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada pun, juga turut dibahas dalam acara ini. Salah satunya yaitu dengan gencar promosi lewat media sosial sebagai langkah yang mengikuti perkembangan digital di era milenial.

Strategi lainnya yaitu bila sedang berwisata ke luar provinsi Jambi, tidak segan untuk mempromosikan destinasi wisata Jambi dari mulut ke mulut secara langsung kepada masyarakat di luar provinsi Jambi. Apalagi banyak pendaki Jambi yang sering melakukan pendakian ke pulau Jawa dan lain-lain. Mereka ini dapat mempromosikan destinasi wisata di Jambi yang tak kalah keren selain dari  gunung Kerinci dan gunung Masurai.

“Selama ini, orang luar hanya tahu Kerinci saja untuk tempat wisata di Jambi. Padahal kita banyak punya tempat-tempat indah di Merangin yang belum banyak orang tahu. Juga kita punya komplek candi Muaro Jambi dan lain-lain. Kadang orang Jambi sendiri  belum tahu kalau masih banyak tempat-tempat wisata di Jambi selain Kerinci ” papar Ade.

Komunitas dan para petualang dalam acara ini juga sepakat untuk sangat mendukung masyarakat lokal di provinsi Jambi yang memiliki ide menciptakan destinasi wisata, seperti halnya yang terdapat di destinasi wisata Lubuk Penyengat di desa Baru Muara Jambi, Wisata berciri khas kuliner kantong Semar di Lempur Kerinci dan lain-lain.

Bagi Ade sendiri, pengalamannya bertualang di Jambi yang paling seru yaitu ketika mengunjungi lokasi Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Aek Muap di kabupaten Sarolangun pada bulan April kemarin. Ia sangat terkesan karena baru pertama kali bertemu langsung dengan Orang Rimba. Pada saat itu ia bersama komunitas Jambi Backpackers  menjelajah hutan ditemani petugas dari Resor Air Hitam I serta pemandu lokal.

“Kita menjelajah hutan sambil diberi tahu nama-nama pohon. Kita bisa lihat pohon Sialang, merasakan digigit lintah dari jempol hingga paha. Tapi nama-nama pohon itu saya sekarang sudah lupa, saking banyaknya pohon yang dilihat haha… Kita juga berkemah di pinggir bendungan yang ada di desa Air Jernih Sarolangun, tempat ini yang mengelola pemuda setempat. Air disitu memang benar-benar jernih sampai ekosistem di bawahnya kelihatan,” terang Ade.

Sementara itu bagi Duty Nath, ia menyukai pengalaman seru ketika melakukan arung jeram di Batang Merangin. “Kalau suasana yang syahdu, saya sangat suka ketika berkemah di pinggir danau Pauh, Jangkat, Merangin,” terangnya pada Puan.co.

Komunitas Jambi Backpackers sendiri dibentuk oleh Duty Nath bersama kawan-kawannya yang memiliki hobi bertualang dan travelling pada 23 Januari 2016.  Kegiatan komunitas ini  ngebolang bareng yang jadwalnya disesuaikan karena rata-rata anggota komunitasnya bekerja. Trip terakhir mereka dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini yaitu eksplor potensi wisata ke Aek Munap di Taman Nasional Bukit Dua Belas dan danau Pauh kabupaten Merangin.

“Jambi Backpackers melakukan trip secara nasional dan internasional untuk bertukar informasi. Juga memperkenalkan Jambi ketika keluar. Di komunitas ini kita juga belajar mengatur perjalanan, manajemen trip, mengatur tim dan lain-lain,” papar Duty Nath mengenai kegiatan Jambi Backpackers.

Ide mengadakan acara kumpul bareng lintas komunitas ini bersama sesama rekan-rekan Duty Nath yang hobi bertualang maupun travelling, lebih karena keinginan untuk bertemu, saling berkenalan dengan sesama petualang maupun traveller dan petualang, serta dengan kelompok-kelompok pecinta alam yang ada di Jambi. Sebab selama ini tidak pernah berkenalan secara langsung dan duduk bersama. “Maka dari itu, acara kumpul bareng ini diadakan sekaligus dalam rangka halal bihalal,” pungkas Duty.

Facebook Comments