Wednesday, October 17, 2018
Home > Lingkungan > Sanitasi sekolah merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Sanitasi sekolah merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Berdasarkan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah SD yang belum memiliki jamban sehat sebagai sarana sanitasi sekolah sebesar 12,9% (19.123 sekolah dasar). Sedangkan SD yang memiliki jamban layak terpisah, dan dalam kondisi baik sebesar 31,40% (46.458 sekolah).

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengembangan dan pengelolaan Sanitasi Sekolah, Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) berkolaborasi dengan UNICEF dan SNV Indonesia melakukan Diskusi Uji Keterbacaan Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar (19/8).

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang rapat Pemda Kabupaten Pringsewu dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), seluruh UPT Dinas Pendidikan dan perwakilan sepuluh kepala sekolah dasar.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pedoman pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar dan sekaligus mengumpulkan masukkan dari parapihak untuk penyusunan Peraturan Bupati yang mengatur tentang pelaksanaan pengembangan Sanitasi Sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ada komitmen dari pemerintah kabupaten Pringsewu dan UPTD Pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sanitasi Sekolah di Kabupaten Pringsewu,” tuturnya.

Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa sekolahan merupakan tempat belajar dan tumbuhan kembang anak, dan kondisi sanitasi sekolah yang baik akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.

“Kita harus bisa mengkondisikan Sanitas Sekolah lebih baik, agar bisa mencetak generasi yang berkualitas, Sanitasi Sekolah yang sehat menjadikan anak akan lebih nyaman untuk terus bersekolah dan belajar, setiap kecamatan di kabupaten Pringsewu akan ada 2 sekolahan yang menjadi lokasi percontohan untuk pengelolaan Sanitasi Sekolah yang sehat dan baik” ungkap Fauzi.

Aulia, fasilitator dari UNICEF menyamapaikan bahwa Sanitasi juga menjadi salah satu prioritas pembangunan yang termasuk ke dalam Tujuan 4a dari Sustainable Development Goals (SDGs). Dan menjadi target universal akses pemerintah Indonesia pada tahun 2019.

“Pembangunan sanitasi sekolah harus bersifat inklusif, dan Program Sanitasi Sekolah harus masuk ke dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) melalui penggunaan dana BOS maupun alternatif sumber pendanaan lain untuk memastikan terselenggaranya Sanitasi Sekolah secara berkelanjutan,” ucapnya.

Facebook Comments