Sunday, January 17, 2021
Home > Sosok > Perempuan Cantik Dibalik Pempek Ganteng

Perempuan Cantik Dibalik Pempek Ganteng

Sebagai pengendali manajemen Jakoz, peranan bunda  Dian yang alumni Akuntansi sebuah perguruan tinggi swasta di Jogjakarta ini cukup signifikan. Selain permasalahan karyawan dan keuangan, juga masalah manajemen gerai Jakoz secara keseluruhan. Namun secara rendah hati, bunda Dian mengatakan bahwa perannya tak sepenuhnya sebagai pengendali. Sebab pada dasarnya segala keputusan manajemen juga dibicarakan berdua bersama sang suami.

Pada tahun 2016, usaha oleh-oleh bunda Dian merambah ke dunia kuliner, yaitu dengan membuka menu kuliner khas Jambi dengan label Pempek Ganteng. Ide membuka Pempek Ganteng datang dari sang suami dan bunda Dian sebagai pelaksana ide di lapangan. Peranan bunda Dian sebagai eksekutor ide di lapangan ini lah yang sangat vital. Sebab bunda Dian sama sekali tak memiliki kemampuan awal membuat pempek.

Maka, demi terlaksananya ide Pempek Ganteng tersebut, bunda Dian rela belajar membuat aneka olahan pempek sebagai makanan khas Jambi dan Palembang yang telah terkenal di nusantara itu. Bunda Dian awalnya belajar dari Youtube untuk membuat pempek sampai mencapai hasil yang sempurna. Masa belajar ini sekitar enam hingga tujuh bulan.  Tak puas hanya belajar dari Youtube, bunda Dian belajar secara khusus membuat Pempek dengan mendatangkan pelatih dari Palembang.

Selesai kursus Pempek dengan pelatih dari Palembang, bunda Dian membutuhkan waktu hingga  satu bulan untuk mencocokkan hasil belajarnya dengan penjualan Pempek.  Pada kurun waktu itu bunda Dian berusaha mencocokkan antara menemukan resep yang pas, rasa, warna dan cara agar diperoleh hasil pempek yang enak dan bernilai jual tinggi serta tidak mengecewakan pembeli.

Selain lenjer, Pempek telur dan adaan merupakan dua produksi pertama dari Pempek Ganteng yang berhasil bunda dian eksekusi untuk merambah bisnis kuliner. Penjualan Pempek Ganteng yang sempat membuka restoran tersendiri ditambah dengan kuliner minuman dan kemplang ini, tentunya tidak cukup jika hanya ditangani oleh bunda Dian saja untuk memproduksi Pempek. Maka, karyawan yang khusus menjaga restoran Pempek Ganteng juga diajarkan pelan-pelan untuk membuat pempek, meskipun hanya sebatas pempek lenjer.

Facebook Comments