Sunday, January 17, 2021
Home > Sosok > Perempuan Cantik Dibalik Pempek Ganteng

Perempuan Cantik Dibalik Pempek Ganteng

Kini, label Pempek Ganteng juga mulai dikenal luas dibawah naungan manajemen Jakoz. Sayangnya dikarenakan permasalahan lokasi, restoran yang menjual aneka olahan Pempek Ganteng ditutup, namun Pempek Ganteng tetap bisa dijual di gerai Jakoz baik secara online maupun offline.  Saat ini, wisatawan domestik terutama, jika datang ke Jaloz tak lupa selalu memesan Pempek Ganteng.

Menariknya kini dua bisnis yang tengah melaju ada digenggaman bunda Dian dan suaminya.  Untuk Pempek Ganteng, bunda Dian mengakui bahwa fokusnya pada produksi dan manajemen, sedangkan suami tetap pada branding dan system.  Selama menangani dua tempat bisnis ini, bunda Dian sangat menikmati proses yang berjalan. Dari proses tersebut ia dapatkan makna perjuangan membangun bisnis dan kerjasama bersama suaminya.

Tantangan yang dihadapi oleh bunda Dian dan suami pun juga semakin besar, terutama dari segi omseti. Selama ini bunda Dian mengakui bahwa karyawannya hanya fokus untuk menangani dua label bisnisnya itu di dalam. Namun untuk promosi keluar belum ada karyawan secara khusus yang ke lapangan, melainkan hanya mengandalkan suaminya yang terkenal sebagai penulis dan motivator bisnis.

Untuk mengatasi masalah promosi guna menaikkan omset tersebut, strategi yang bunda Dian lakukan adalah berupaya mengajari karyawan untuk promosi keluar. Baik melalui offline  maupun online. Contoh terkecilnya melalui media sosial.  Dari hal ini, bunda Dian memang memiliki prinsip untuk tidak pelit membagi ilmu dengan karyawannya. Ia tidak takut karyawannya akan pergi meninggalkannya dan membuka usaha serupa, sebab ia percaya rejeki telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa dan setiap orang memiliki ke khasan masing-masing.

Justru menurut prinsipnya, jika sebuah bisnis ingin besar, maka harus menularkan ilmu kepada yang terkait dengan bisnisnya, karyawan terutama. Ilmu diberikan selama yang menerimanya dipandang juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bisnis, mengapa tidak. Satu kata yang menjadi kunci dari bunda Dian, bahwa usaha harus outo pilot. Maka dari itu, usaha tidak bisa pelit berbagi ilmu dan harus bisa merangkul orang untuk bisa menjalankan ide dan mengeksekusinya bersama. Tidak ada kata bekerja sendirian bagi bunda Dian, harus bekerja dan berjuang bersama.

Facebook Comments