Wednesday, November 25, 2020
Home > Lingkungan > Open Defecation Free (ODF)

Open Defecation Free (ODF)

Open defecation free (ODF) merupakan kondisi suatu masyarakat di suatu wilayah yang telah terbebas dari prilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Di Provinsi Lampung, dari 15 kabupaten dan kota, baru satu Kabupaten yaitu Pringsewu yang telah mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF secara akses pada bulan Mei 2018.

Kesusksesan Pringsewu sebagai kabupaten pertama yang berstatus ODF secara akses di pulau Sumatera menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat belajar bagi kabupaten dan kota lain di Indonesia.

Untuk mempertahankan eksistensi masyarakat agar tetap ODF dan tidak kembali berprilaku BABS, Satuan Tugas (Satgas) ODF dan team STBM di seluruh kecamatan kabupaten Pringsewu terus melakukan monitoring dan evaluasi (Monev).

Wakil Bupati Pringsewu selaku ketua SATGAS ODF Dr. Hi. Fauzi pada rapat monev pasca ODF (3/9) menyampaikan eksistensi ODF harus terus dipertahankan. Prilaku BABS tidak boleh ada lagi di Bumi Jejama Secancangan.

“Merubah perilaku itu memang butuh proses, dan tidak serta merta, upaya untuk mempertahankan agar warga tidak kembali BABS harus terus dilakukan, jangan sampai kendor, sinergi dalam monev adalah kunci utama,” ungkap Dr. Fauzi.

Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) selaku lembaga pendaping program sanitasi di kabupaten Pringsewu bersama seluruh team Satgas ODF terus menyusun strategi dan rumusan agar ODF tetap eksis.

“Dari hasil monev yang dilakukan team, ditemukan kembali beberapa warga yang berprilaku BABS terutama di kolam, perlu ada upaya tegas agar tidak kembali BABS, diantaranya penegakan aturan lewat peraturan desa yang menjadi pedoman untuk memberikan sangsi agar warga tidak BABS,” tutur Febrilia Ekawati, Direktur Eksekutif YKWS.

Data hasil monev Dinas Kesehatan kabupaten Pringsewu per Juli 2018 ini masih ada 4913 rumah tangga Pringsewu yang masih numpang untuk BAB di jamban sehat milik masyarakat.

Facebook Comments