Wednesday, November 25, 2020
Home > Lingkungan > Sanitasi sekolah merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Sanitasi sekolah merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Berdasarkan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 menyebutkan bahwa jumlah SD yang belum memiliki jamban sehat sebagai sarana sanitasi sekolah sebesar 12,9% (19.123 sekolah dasar). Sedangkan SD yang memiliki jamban layak terpisah, dan dalam kondisi baik sebesar 31,40% (46.458 sekolah).

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengembangan dan pengelolaan Sanitasi Sekolah, Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) berkolaborasi dengan UNICEF dan SNV Indonesia melakukan Diskusi Uji Keterbacaan Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar (19/8).

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang rapat Pemda Kabupaten Pringsewu dihadiri oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), seluruh UPT Dinas Pendidikan dan perwakilan sepuluh kepala sekolah dasar.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pedoman pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar dan sekaligus mengumpulkan masukkan dari parapihak untuk penyusunan Peraturan Bupati yang mengatur tentang pelaksanaan pengembangan Sanitasi Sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ada komitmen dari pemerintah kabupaten Pringsewu dan UPTD Pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sanitasi Sekolah di Kabupaten Pringsewu,” tuturnya.

Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa sekolahan merupakan tempat belajar dan tumbuhan kembang anak, dan kondisi sanitasi sekolah yang baik akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.

“Kita harus bisa mengkondisikan Sanitas Sekolah lebih baik, agar bisa mencetak generasi yang berkualitas, Sanitasi Sekolah yang sehat menjadikan anak akan lebih nyaman untuk terus bersekolah dan belajar, setiap kecamatan di kabupaten Pringsewu akan ada 2 sekolahan yang menjadi lokasi percontohan untuk pengelolaan Sanitasi Sekolah yang sehat dan baik” ungkap Fauzi.

Facebook Comments